UNTUK INDONESIA
Wali Kota Curhat Kondisi Anggaran Pemkot Cirebon
Selamat ini untuk melaksanakan pembangunan, Pemkot Cirebon masih sangat mengandalkan bantuan dari Pemprov Jabar dan DAK
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis disaksikan Kepala PT Taspen Cabang Cirebon, Anne Rosfianti, menandatangani naskah kesepakatan bersama dengan PT Taspen (Persero) tentang Penyelenggaran Program JKK dan JKM bagi pegawai non ASN di Lingkungan Pemda Kota Cirebon, Pengelolaan Taman Sehati Taspen, Rabu, 19 Februari 2020. (Foto: Tagar/Charles).

Cirebon - Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, mengatakan Pemkot Cirebon, Jawa Barat, memiliki keterbatasan terutama keterbatasan anggaran. Selama ini untuk melaksanakan pembangunan, Pemkot Cirebon masih sangat mengandalkan bantuan dari Pemprov Jabar dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Menurut Azis Anggaran Pendapatan Daerah Kota Cirebon tahun 2019 lalu sebesar Rp 1,477 triliun dan tahun 2020 ini meningkat menjadi Rp 1,771 triliun. Sedangkan Anggaran Belanja Daerah tahun 2020 sebesar Rp 1,813 triliun.

Pendapatan daerah tahun 2020 sebesar Rp 1,771 triliun meliputi: PAD (Pendapatan Asli Daerah) sebesar Rp 520 miliar, Dana Perimbangan Rp 889,3 miliar, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 361,6 miliar.

Pada tahun 2019, Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Cirebon sebesar Rp 514 miliar terdiri atas pajak daerah Rp 202,4 miliar, retribusi daerah Rp 15,1 miliar, hasil pengolahan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 8,4 miliar, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp 294,2 miliar.

Dibandingkan dengan anggaran pendapatan daerah Kota Cirebon sebesar Rp 1,477 triliun, maka angka PAD Kota Cirebon masih kecil perannya dalam pendapatan daerah, yakni hanya 34,80 persen.

"Selama ini untuk melaksanakan pembangunan, Pemkot Cirebon masih sangat mengandalkan bantuan dari Pemprov Jabar dan Dana Alokasi Khusus (DAK)," kata Azis saat menerima dan melakukan penandatanganan naskah kesepakatan bersama dengan PT Taspen (Persero) tentang Penyelenggaran Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pegawai non ASN di Lingkungan Pemda Kota Cirebon, Pengelolaan Taman Sehati Taspen, di ruang kerja Wali Kota Cirebon, Rabu, 19 Februari 2020.

Dengan berbagai keterbatasan ini, lanjut Azis, untuk meningkatkan PAD, Pemkot Cirebon melakukan berbagai upaya di berbagai sektor. "Berbagai terus melakukan berbagai upaya di semua sektor untuk bisa meningkatkan PAD kami. Salah satunya dengan menjalin sinergi dengan instansi terkait lainnya yang ada di Kota Cirebon," kata Azis

Kota Cirebon menurut Azis merupakan kota yang kecil dan luas yang terbatas. Hanya sekitar 38 ribu meter persegi dan jumlah penduduk sebanyak 360 ribu jiwa. Namun di siang hari, jumlah penduduknya bisa mencapai 2 juta jiwa.

Ini dikarenakan Kota Cirebon telah menjadi pusat perniagaan di lima daerah di wilayah Cirebon. Bahkan hingga lintas provinsi, seperti dari Brebes dan Tegal. Karenanya tidak heran, lalu lintas di Kota Cirebon sangat padat.

Dalam kesempatan ini, Azis berterima kasih kepada PT Taspen yang sudah membangunkan taman di eks TPS yang ada di ruas Jalan Wahidin. Keberadaan taman diyakini bisa membantu Pemda untuk menata Kota Cirebon menjadi lebih indah dan hijau sehingga bisa menarik kunjungan wisatawan berkunjung di kota wali ini. []

Berita terkait
Wali Kota Cirebon Banyak Mahasiswa Dari Luar Kota
Kurang dari 3 tahun, pembangunan yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas Gunung Jati sangat luar biasa.
0
‎Ramainya Tempat Ngabuburit di Kota Tegal saat PSBB
Hingga hari kedelapan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal tidak berjalan efektif.