UNTUK INDONESIA
Wali Kota Cirebon Banyak Mahasiswa Dari Luar Kota
Kurang dari 3 tahun, pembangunan yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas Gunung Jati sangat luar biasa.
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis (ketiga dari kiri) di klinik Universtas Gunung Jati, Senin, 17 Februari 2020. (Foto: Tagar/Charles).

Cirebon - Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, mengakui peranan civitas akademika Universitas Gunung Jati (UGJ) Cirebon terhadap pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon, Jawa Barat, sangat besar. Tak hanya itu, Azis juga mengakui pertumbuhan dan pembangunan pesat yang dilakukan universitas itu dalam tiga tahun terakhir berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon.

Karena itu, menurut Azis, Pemkot Cirebon akan selalu berupaya untuk mendukung setiap perkembangan Universitas Gunung Jati dan semua universitas yang ada di Kota Cirebon.

Pengakuan ini disampaikan Azis, usai peletakan batu pertama pembangunan gedung baru, meresmikan klinik dan apotek Cakrabuana YPSGJ serta laboratorium genetika Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (UGJ), Senin, 17 Februari 2020. “Kurang dari 3 tahun, pembangunan yang dilakukan oleh civitas akademika UGJ sangat luar biasa,” kata Azis.

Azis pun mencontohkan salah satu dampak pembangunan pesat yang dilakukan UGJ yang dinilai meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon yakni banyak mahasiswa yang datang dari luar Kota Cirebon untuk mengenyam pendidikan di kampus terbesar di kota wali ini. “Pesatnya pembangunan yang dilakukan oleh UGJ akan menarik minat mahasiswa yang berasal dari luar daerah untuk kuliah di Kota Cirebon,” ungkap Azis.

ugj2Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis (ketiga dari kanan) usai peletakan batu pertama pembangunan gedung baru, meresmikan klinik dan apotek Cakrabuana YPSGJ serta laboratorium genetika Fakultas Kedokteran UGJ, Senin, 17 Februari 2020. (Foto: Tagar/Charles).

Dari sini kemudian akan tumbuh rumah kos, rumah makan serta kebutuhan transportasi bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah. “Perekonomian di Kota Cirebon tentu akan semakin maju,” ungkap Azis.

Karenanya, lanjut Azis, Pemda selalu mendorong dan mendukung terhadap pembangunan setiap universitas yang ada di Kota Cirebon. “Termasuk yang dilakukan UGJ kali ini,” ungkap Azis. Apalagi, UGJ menurut Azis telah berupaya keras untuk terus meningkatkan akreditasi dan kompetensi mereka hingga akhirnya bisa masuk menjadi salah satu universitas terpandang di Indonesia.

Selain itu, keberadaan klinik kesehatan yang dilengkapi dengan peralatan yang canggih, apotek dan laboratorium genetika membuat masyarakat Kota Cirebon tidak perlu jauh-jauh keluar kota untuk mendapatkan pelayanan tentang kesehatan. 

“Termasuk untuk memeriksa genetik misalnya, tidak perlu lagi keluar kota. Cukup di Kota Cirebon saja.Di UGJ ini, peralatannya juga canggih dan menggunakan teknologi terbaru,” ungkap Azis. Karena itu, Azis juga berharap ke depannya, UGJ akan semakin maju lagi tidak hanya di Kota Cirebon, namun juga secara nasional dan internasional.

Sementara itu, Rektor UGJ, Mukarto Siswoyo, menjelaskan jika klinik dan apotek serta laboratorium merupakan langkah awal bagi UGJ untuk bisa mendirikan rumah sakit pendidikan di UGJ. “Kami juga sangat berterima kasih kepada Wali Kota Cirebon yang terus menerus memberikan dukungan bagi UGJ,” ungkap Mukarto.

Ditambahkan Mukarto, poliklinik , apotek dan laboratorium ini nantinya tidak hanya akan dimanfaatkan oleh UGJ saja, namun juga terbuka untuk umum dan melayani masyarakat Kota Cirebon di bidang pelayanan kesehatan. []

Berita terkait
Harapan Menteri Desa-PDTT untuk Perguruan Tinggi
Menteri Desa-PDTT minta perguruan tinggi berperan dalam pembangunan dan pemberdyaan masyarakat desa. Untuk itu dibutuhkan sinergitas antar lembaga.
0
‎Ramainya Tempat Ngabuburit di Kota Tegal saat PSBB
Hingga hari kedelapan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal tidak berjalan efektif.