Wali Kota Bogor Bima Arya Cari Muka ke Jokowi

Bima Arya hanya pencitraan ketika ingin mengetahui hasil test swab imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) dan Wali Kota Bogor Bima Arya (tengah) usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi Covid-19, di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 18 November 2020. Dalam kunjungannya, Jokowi meninjau satu persatu tahapan simulasi pemberian vaksin Covid-19, dan juga meminta pada saat pemberian vaksinasi nanti lebih sempurna sehingga aman, cepat dan memperhatikan protokol kesehatan. (Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya)

Jakarta - Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai Wali Kota Bogor Bima Arya Sugianto hanya pencitraan ketika ingin mengetahui hasil test swab imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Ujang menyebut kuat dugaan apa yang dilakukan Bima terhadap Rizieq sebagai bentuk cari muka di depan pemerintah pusat.

"Bisa untuk pencitraan bisa juga untuk yang lain. Seperti untuk bermesraan dengan pemerintah pusat," ujarnya saat dihubungi Tagar, Minggu, 29 November 2020.

Seperti untuk bermesraan dengan pemerintah pusat.

Baca juga: Pengamat: Bima Arya Jangan Cawe - cawe Urusan Medis Rizieq

Diketahui, Bima Arya juga sempat melaporkan pengelola Rumah Sakit (RS) UMMI ke Polresta Bogor, lantaran dianggap tidak memberi penjelasan soal pengambilan hasil test usap (swab) Rizieq Shihab.

Selain itu, Ujang juga menduga perilaku Bima Arya tersebut bukan berasal dari dirinya sendiri. Melainkan ada tekanan yang cukup kuat dari pihak yang membenci Rizieq.

"Atau juga dalam tekanan kelompok yang tak suka ke HRS," tuturnya.

Lebih lanjut, Ujang meminta Bima Arya tidak etis cawe-cawe dalam urusan rekam medis seorang pasien. Ia menyebut, mestinya Bima mengerti bahwa data pasien itu bersifat rahasia dan menjadi kewenangan dokter.

"Soal data pasien itu sifatnya rahasia. Itu kewenangan dokter. Pemerintah daerah (Pemkot Bogor) jangan mengintervensi hasil medis yang dilakukan dokter," ujarnya.

Ujang menyebut, Bima Arya terlalu ikut campur dalam urusan hasil medis pentolan Front Pembela Islam (FPI) tersebut. Padahal sebagai kepala daerah, ia bisa menanyakan hal tersebut dengan cara yang lebih baik.

"Walikota jangan cawe-cawe dan intervensi. Kan bisa ditanya baik-baik," tuturnya.

Baca juga: Uber Rizieq Shihab, Bima Arya Mengaku Tak Ada Masalah Pribadi

Lebih lanjut, Ujang meminta Bima Arya tidak boleh menggunakan kekuasaannya hanya untuk mengetahui hasil test swab Rizieq. L

"Jangan menggunakan power atau kekuasaan hanya untuk mengerahui rekam medis HRS," ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto melaporkan pengelola Rumah Sakit (RS) UMMI ke Polresta Bogor, lantaran tidak memberi penjelasan soal pengambilan hasil test usap (swab) Rizieq Shihab.

Bima mengatakan, test swab yang dilakukan kepada Rizieq berlangsung secara tertutup dan tanpa koordinasi. Maka dari itu, Pemkot Bogor memilih membawa ke proses hukum.

"Kami bekerja sama dengan kepolisian. Ini bagian dari kesepakatan bahwa saat pengambilan swab, semua harus sesuai prosedur dan aturan," kata Bima. []

Berita terkait
Gegara Rizieq Shihab, Bima Arya Polisikan RS UMMI
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto melaporkan pengelola Rumah Sakit (RS) UMMI ke Polresta Bogor, lantaran hasil swab tes Rizieq Shihab.
Tolak Swab Test, Bima Arya Akan Datangi Rizieq Shihab
Bima Arya Sugiarto menegaskan akan mendatangi keluarga besar Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, lantaran tolak swab test.
Bima Arya: RSUD Bogor, Siapkan Skenario Terburuk Covid-19
Wali Kota Bogor Bima Arya minta RSUD Kota Bogor persiapkan skenario terburuk untuk antisipasi kenaikan kasus Covid-19.
0
Jalan Tol Serpong-Cinere Bayar Rp 11.000 Mulai 2 Juni
Jalan Tol Serpong-Cinere, ruas Seksi I Serpong-Pamulang mulai dikenakan tarif sebesar Rp11.000 untuk golongan 1 mulai Rabu, 2 Juni 2021.