Indonesia
Wajib Berbahasa Inggris saat Jam Sekolah di Kabupaten Aceh
Dari tingkat SD, siswa siswi harus berkomunikasi dengan bahasa Inggris.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) menyapa siswa saat meninjau Program Tagana Masuk Sekolah dan Kampung Siaga Bencana di SDN Panimbang Jaya 1, Pandeglang, Banten, Senin (18/2/2019). Presiden mengapresiasi pelaksanaan program yang ditujukan untuk mengedukasi masyarakat sejak dini dan menekan jumlah korban serta kerusakan akibat bencana di daerah-daerah rawan. (Foto: Antara/Puspa Perwitasari)

Nagan Raya, (Tagar 23/2/2019) - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Harbiyah, mewacanakan tiap sekolah di lingkungannya wajib memberikan peraturan berbahasa Inggris kepada siswa saat proses jam belajar mengajar berlangsung.

Wacana itu muncul untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah Kabupaten Nagan Raya. "Kebijakan 2019-2020 one day in English, teknisnya kita serahkan ke sekolah masing-masing, tahap awal kita siapkan jalur harus bahasa Inggris nanti jalur itu lambat laun kita berlebar sampai semua siswa," kata Harbiyah kepada Tagarnews beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, untuk peserta didik ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) diterapkan komunikasi dengan bahasa Inggris, satu hari dalam satu minggu.

Sementara untuk Sekolah Dasar (SD) akan diterapkan proses komunikasi satu hari Bahasa Aceh dalam satu minggu serta menggalakkan kembali permainan tradisional dengan membentuk sanggar sanggar seni di sekolah.

"Menggunakan bahasa Inggris waktu saat jam istirahat, bukan seperti yang ditakut-takutin oleh oknum selama ini yang tidak mengerti maksud dan tujuannya," ujarnya.

Baca juga: Kisah Keajaiban Seorang Anak Selamat dari Tsunami Aceh

Sedangkan untuk penataan guru, Harbiyah menambahkan akan dilakukan pemerataan supaya tidak  menumpuk di satu sekolah serta status guru harus S1 dan jika bukan maka akan dilakukan kebijakan mengalihkan ke bagian Administrasi.

Di samping wacana tersebut, kata Harbiyah, ada beberapa hal lain yang juga tidak kalah penting yang akan dilakukan terhadap sekolah di Kabupaten Nagan Raya.

"Di antaranya adalah sistem zonasisasi pendidikan dimana para pelajar harus sekolah di sekolah terdekat dengan tempat tinggalnya," imbuhnya.

Sementara itu salah satu guru bahasa Inggris di kabupaten Nagan Raya, Satria Zulkarnain menilai wacana tersebut sangat bijak dalam meningkatkan kecintaan siswa dalam mempelajari bahasa Inggris.

Dengan program tersebut menurut Satria siswa nantinya dapat menyalurkan hasil pengetahuan bahasa Inggrisnya ke dalam aktivitas sehari-hari, karena sejatinya, bahasa Inggris merupakan pelajaran terapan, bukan hanya sekedar teori.

"Namun, perlu adanya perencanaan yang serius dan sistematis sehingga pada implementasinya tidak "bias", karena ini tentunya menyangkut komunikasi seluruh personil sekolah di dalamnya," pungkasnya.

Berita terkait
0
Uang Makan Napi Rp 20 Ribu, Rupan: Tidak Manusiawi
Besaran anggaran negara untuk narapidana di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan sebesar Rp 20 ribu per tiap hari tidak manusiawi.