UNTUK INDONESIA
Virus Corona, PM Li Keqiang Kunjungi Wuhan
Perdana Menteri China Li Keqiang mendatangi Wuhan di Provinsi Hubei untuk meninspeksi upaya penanganan penanggulan virus corona.
Seorang perempuan menggendong anaknya yang menggunakan masker ketika antri di stasiun kereta di West Kowloon, Hong Kong, 23 Januari 2020. (Foto: Rappler.com/AFP/Philip Fong)

Jakarta - Perdana Menteri Li Keqiang mengunjungi Wuhan di Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran virus Corona. Kedatangan Li ini untuk memberikan sinyal positif bahwa pemerintah menanggapi krisis kemanusiaan itu dengan serius.

Perdana Menteri Li merupakan pejabat paling senior yang mengunjungi Wuhan sejak awal penyebaran wabah ini. Ia mengenakan pelindung tubuh dan masker wajah  berwarna biru. Ia melakukan inspeksi untuk melihat upaya penanganan pencegahan virus dan sempat berbicara dengan staf medis dan pasien.

Seperti diberitakan dari Channel News Asia, Senin, 27 Januari 2020, pemerintah China memutuskan memperpanjang libur Imlek selama tiga hari hingga tanggal 2 Februari 2020 dalam upaya untuk memperlambat penyebaran virus. Tahun baru China merupakan waktu bagi jutaan orang untuk bepergian. Namun warga terpaksa membatalkan rencana itu setelah pemerintah memberlakukan pembatasan perjalanan.

China CoronaSeorang anggota tim penyelamat berjalan melewati sebuah pengumuman tentang virus corona baru telah menyebar di China, di sebuah rumah sakit di mana seorang perempuan warga China, yang terbang dari Wuhan, China dan telah dikonfirmasi sebagai kasus pertama virus corona baru, di isolasi, di Incheon, Korea Selatan, Senin, 20 Januari 2020. (Foto: Antara)

Berdasarkan data hingga Senin, 27 Januari 2020, jumlah warga yang terinfeksi virus corona naik sekitar 30 persen menjadi lebih dari 2.700. Dari jumlah itu, separuhnya berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei. Jumlah kematian meningkat dari 56 menjadi 76 orang, kata pejabat kesehatan. Lebih dair 10 negara telah terinfeksi virus, namun sejauh ini belum ada laporan korban jiwa. "Kemampuan virus corona untuk menyebar tampaknya semakin kuat meskipun tidak sekuat Sars," kata pejabat kesehatan China dalam konferensi pers.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merevisi laporannya pada Senin 27 Januari 2020 dari sebelumnya menyebutkan risiko gobal dari penyebaran virus corona adalah moderat menjadi tinggi. Dalam laporan terbarunya itu WHO menyebutkan bahwa risiko virus sangat tinggi baik di China, regional maupun global.

Juru bicara WHO Fadela Chaib mengakui lembaganya  salah dengan menyebutkan risiko global penyebaran virus corona adalah moderat. Namun menurutnya itu hanya merupakan kesalah kata. Sebelumnya pada Kamis, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus yang mengunjungi China pada Minggu menyebutkan bahwa virus corona merupakan keadaan darurat bagi China, namun belum mennjadi darurat kesehatan global.

corona1Ilustrasi: Kesiapan warga China menghadapi virus corona (Foto: foxnews.com)

WHO sepertinya tidak ingin mengulangi kekeliruan karena kesalahan menyampaikan informasi, seperti dalam kasus pandemi flu babi H1N1 2009 yang mematikan. Kala itu WHO dikritik karena memicu kepanikan orang untuk membeli vaksin karena pengumuman lembaga PBB itu yang menyebutkan wabah flu babi mencapai proporsi pandemi. Namun ternyata kekhawatiran itu dinilai publik berlebihan.

Tahun 2014 WHO juga mendapat kritikan ketika menganggap epideim Ebola tidak begitu parah. Padahal wabah Ebola telah menghancurkan tiga negara di Afrika barat dan lebih dari 11.300 jiwa tewas.[]

Baca Juga:

Berita terkait
5 Film Bertemakan Virus Mematikan seperti Corona
Virus Corona menjadi bahan perbincangan hangat publik dalam beberapa waktu ini mengingatkan orang akan film-film yang bercerita penyebaran virus.
Waspadai Virus Corona Jika Panas Lebih 38 Derajat C
Beberapa gejala yang khas terinfeksi virus corona diantaranya; timbul gejala panas atau badan demam diatas 38 derajat C, batuk dan sukar bernapas
Wabah Virus Corona yang Bikin Warga Dunia Panik
Setelah wabah SARS-CoV tahun 2002 dan MERS-CoV tahun 2012 yang mematikan, sekarang terdeteksi pula virus corona yang bikin warga dunia panik
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.