Virus Corona Matikan Pusat Perbelanjaan Korsel

Dampak penyebaran virus corona memengaruhi pusat perbelanjaan hingga pengiriman smartphone secara global.
Ilustrasi - Virus Corona. (Foto: Antara)

Jakarta - Akibat virus corona pusat perbelanjaan terkemuka di Korea Selatan, Shilla Duty Free ditutup. Diputuskannya hal tersebut, setelah seorang yang terinfeksi virus corona diketahui pernah mengunjungi tempat itu dua kali pada bulan lalu.

Namun, keputusan itu bersifat sementara sampai keadaan mulai membaik. 

Dikutip dari Antara, sang pasien yang merepresentasikan kasus ke-12 virus corona di negara itu, mengunjungi toko yang ada di dalam Hotel Shilla tersebut pada 20 Januari dan Senin, 27 Januari 2020.

Pria asal China berusia 49 tahun yang bekerja sebagai pemandu wisata di Jepang itu, tiba di Seoul pada 19 Januari di Bandara Internasional Gimpo, Seoul.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengatakan pria itu berkenalan dengan orang Jepang yang terinfeksi virus di negaranya, yang menunjukkan kemungkinan kasus penularan manusia ke manusia.

Tercatat sebanyak 15 kasus virus corona telah di konfirmasi di Korea Selatan, Minggu, 2 Februari 2020. 

Shilla Duty Free mengatakan telah melakukan operasi desinfeksi untuk mencegah kemungkinan terkontaminasi. Virus corona sejauh ini telah menewaskan lebih dari 300 orang di China, dengan jumlah yang terinfeksi hampir 15.000 orang.

Shilla Duty Free sebelumnya pernah menutup tokonya di Pulau Jeju pada 2015 di tengah wabah virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS).

Virus corona, pertama kali dilaporkan pada 31 Desember 2019, pada awalnya diyakini ditularkan ke manusia dari hewan, tetapi sekarang diketahui menular dari manusia ke manusia. Korban diduga tertular virus dengan melakukan kontak.   

Sementara dampak virus corona ternyata juga memengaruhi pengiriman smartphone secara global, yang hingga sekarang diprediksi menurun 2 persen dari yang diperkirakan tahun ini. 

Meluasnya wabah virus mematikan tersebut, diyakini  bakal menghambat pasokan dan manufaktur.

Menurut lembaga riset pasar Strategy Analytics, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Yonhap pada Minggu, 2 Februari 2020, menyebutkan virus corona akan memengaruhi ekonomi China dan global, yang pada gilirannya akan berdampak buruk pada pengiriman smartphone global karena ekonomi lambat dan belanja konsumen lemah.  

Penyebaran virus berbahaya tersebut akan berdampak pada pasokan dan manufaktur smartphone global di China, mengingat negara dengan ekonomi terbaik kedua di dunia itu memproduksi 70 persen dari seluruh ponsel pintar yang dijual di dunia.

Untuk China, pengiriman smartphone diprediksi 5 persen lebih rendah dari yang diperkirakan tahun ini karena wabah virus corona.

Strategy Analytics menyampaikan penundaan operasional pabrik, baik karena karantina maupun pembatasan perjalanan bisnis, sementara waktu ini akan menyebabkan kurangnya pasokan tenaga kerja. []  

Baca juga:

Berita terkait
Filipina Laporkan Kematian Karena Virus Corona
Filipina melaporkan kematian pertama terkait kasus virus corona tanggal 1 Februari 2020 yang terjadi pada warga Wuhan yang datang ke Filipina
Dampak Wabah Corona Terhadap Perekonomian Malaysia
Wabah virus corona yang merebak di China berdampak buruk terhadap perekonomian Malaysia, terutama di sektor pariwisata
Pembuat Lelucon Virus Corona Tidak Punya Empati
Wabah virus corona yang menyebar dari kota Wuhan, China mengundang berbagai respons dari warganet. Ada sebagian yang membuat meme atau lelucon.
0
Hari Sepeda Dunia, Anies Ajak Warga Gowes Sepeda ke Kantor
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak warga Ibu Kota untuk berkendara menggunakan sepeda dalam memperingati Hari Bersepeda Sedunia.