Virus Corona di Amerika Serikat Jumlahnya Tembus 12 Juta

Kekhawatiran Presiden terpilih AS, Joe Biden, jika Presiden Trump halangi transisi pandemi virus corona meledak, kini kasus di AS lebih 12 juta
Michael Neel, direktur pemakaman untuk All Veterans Funeral & Cremation membawa anggota keluarga ke kuburan George Trefren, seorang veteran Perang Korea, 90 tahun, yang meninggal karena virus corona di sebuah panti jompo, di Denver, AS, 27 April 2020 (Foto: abcnews.go.com - Rick Wilking/Reuters).

Jakarta – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, beberapa kali mengingatkan bahwa menunda transisi pemerintahan akan mendorong peningkatkan pandemi berupa kasus infeksi yang akan terus bertambah. Peringatan Biden itu terbukti dengan lonjakan kasus di AS yang sudah mencapai 12.042.283 pada tanggal 20 November 2020, pukul 06.02 WIB, seperti dilaporkan situs independen worldometer.

Jumlah kasus global sendiri sebanyak 57.129.989 sehingga AS menyumbang kasus sebesar 21,08%.

Angka kematian karena infeksi virus corona di AS juga terbanyak di dunia yaitu 258.063. Selain itu jumlah kasus harian juga terbanyak sedunia dilaporkan di AS yaitu 187.957 pada tanggal 13 November 2020.

Ketika pandemi virus corona sudah terdeteksi di banyak negara, bahkan di AS sendiri, tapi Presiden AS, Donald Trump, justru sesumbar dengan mengatakan tidak ada kesempatan bagi virus corona menginfeksi warga negara AS. Ini diucapkan Presiden Trump tanggal 11 Maret 2020, ketika itu jumlah kasus yang terdeteksi di AS dilaporkan sebanyak 1.301 dengan 38 kematian.

Laporan juga menunjukkan ribuan warga Wuhan, China, tempat pertama virus corona terdeteksi, melancong ke New York. Kalangan ahli memperkirakan banyak di antara pelancong itu mengidap virus corona tapi tanpa gejala. Pemerintah Trump kemudian melarang warga China masuk ke AS, tapi membolehkan warga AS dari China masuk tanpa jalani isolasi.

Pernyataan-pernyataan Presiden Trump tentang virus corona disebarkan oleh sebagian media yang mendorong banyak warga AS menganggap virus corona (Covid-19) sebagai kebohongan besar. Presiden Trump juga mengaitkan virus corona dengan bangsa, etnis dan ras (China) sehingga menyuburkan xenophobia yang membuat warga Asia, terutama China, menghadapi masalah di AS.

covid amerikaPoster di AS yang sebut Covid-19 sebagai kebohongan (Foto: timesofsandiego.com/Chris Stone)

Pakar-pakar epidemiologi mengingatkan pemerintahan Trump tentang perilaku warga AS yang tetap berkerumun di pantai, tidak pakai masker dan tidak jaga jarak. Tapi, warga simpatisan Trump anggap remeh.

Biden akan menghadapi masalah besar karena pandemi merata di semua negara bagian dengan posisi puncak ada di Texas (1.139.907) disusul California (1.073.272), dan Florida (914.333).

Pemerintahan Trump mengabaikan anjuran pakar epidemilogi, bahkan memecat seorang pakar penyakit menular terkemuka Amerika, Dr Anthony Fauci. Dr Fauci menganjurkan tes yang diperbanyak untuk mengatasi penyebaran, tapi pemerintah justru berharap pada vaksin yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) belum tersedia sampai pertengahan tahun depan.

Biden sudah melangsungkan diskusi virtual dengan pakar-pakar kesehatan dan akan mengikuti anjuran mereka untuk mengatasi penyebaran virus corona yang sangat massif di seluruh negara bagian di AS.

Celakanya, Biden baru dilantik tanggal 20 Januari 2021. Kalau rata-rata kasus baru per hari 150.000, maka ketika Biden dilantik jumlah kasus virus corona di AS ada di angka 23.000.000. Angka yang fantastis. []

Berita terkait
Kasus Virus Corona di Amerika Serikat Lampaui 9 Juta
Pandemi virus corona terus bergejolak, di Amerika Serikat jumlah kasus positif virus corona dilaporkan lebih 9 juta
Joe Biden: Harus Ada Panglima Lawan Pandemi Virus Corona
Presiden terpilih AS, Joe Biden, mengatakan bahwa upaya melawan pandemi virus corona seperti pergi perang harus ada panglimanya
Presiden Terpilih Joe Biden Bentuk Tim Tanggap Virus Corona
Kalangan pakar di AS melihat perubahan tajam dalam strategi mengatasi pandemi virus corona dengan terpilihnya, Joe Biden, sebagai Presiden AS
0
Politikus PDIP Jagokan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Politisi PDIP Effendi Simbolon menjagokan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI mengantikan Hadi Tjahjanto.