UNTUK INDONESIA

Joe Biden: Harus Ada Panglima Lawan Pandemi Virus Corona

Presiden terpilih AS, Joe Biden, mengatakan bahwa upaya melawan pandemi virus corona seperti pergi perang harus ada panglimanya
Presiden terpilih AS Joe Biden berbicara dengan para wartawan saat meninggalkan teater The Queen, 18 November 2020, di Wilmington, Delaware, AS (Foto: dw.com/id).

Delaware, AS - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, 18 November 2020, mengatakan bahwa upaya melawan pandemi virus corona (Covid-19): “Seperti pergi perang. Harus ada panglima.” Biden akan dilantik sebagai Presiden AS ke-46 menggantikan Donald Trump, pada 20 Januari 2021.

Dalam diskusi daring dengan sejumlah petugas medis di garis depan, yang dipuji Biden sebagai pahlawan dalam perjuangan melawan virus corona, Biden mengatakan “saya akan membuat kesalahan, tapi saya berjanji akan mengakui dan mempertanggungjawabkannya.”

Biden mengatakan ketika ia menjabat nanti, ia akan menyerukan kepada seluruh gubernur negara bagian untuk mewajibkan pemakaian masker, uji medis Covid-19, pelacakan, dan pembatasan sosial.

“Saya akan menggunakan UU Otorisasi Pertahanan atau Defense Authorization Act. Saya akan menggunakan wewenang saya,” ujar Biden. “Saya akan mendengarkan semua masukan,” tegasnya.

Biden juga menyebut perlunya menemukan cara supaya anak-anak dapat kembali ke bangku sekolah karena “mereka akan tertinggal dalam pelajaran,” kehilangan begitu banyak waktu belajar di kelas karena pandemi ini.

Ketika diskusi itu berlangsung, Kota New York mengumumkan bahwa dinas pendidikan negara bagian itu -yang terbesar di Amerika- akan mengakhiri kelas tatap muka karena melonjaknya kembali kasus virus corona.

New York mencapai ambang 3% jumlah penderita positif Covid-19 hanya dalam waktu satu minggu. Wali Kota Bill de Blasio mengatakan hal ini memicu perlunya dilakukan perubahan.

Beberapa perawat dan petugas medis di garis depan lainnya memberitahu Biden tentang tantangan yang dihadapi oleh mereka dan para mitra, termasuk kelangkaan pasokan yang dibutuhkan untuk melindungi diri mereka sendiri dan lainnya dari virus mematikan ini.

“Gagasan bahwa rumah sakit harus bersaing satu sama lain” untuk mendapatkan akses atas alat pelindung diri selama pandemi virus corona ini merupakan suatu hal yang “aneh,” ujar Biden.

Krisis rumah sakit nasional terus membayangi karena jumlah kasus Covid-19 di lima puluh negara bagian di Amerika terus melonjak menjelang masa liburan Thanksgiving. Biasanya, jutaan orang akan mudik untuk berkumpul bersama keluarga mereka.

John Hopkins University mengatakan lebih dari 11,4 juta orang di Amerika positif terjangkit virus corona dan sekitar 250 ribu orang meninggal dunia.

Dalam kesempatan itu Biden kembali menyalahkan General Services Administration karena tidak mengakui hasil pemilu dan mencegah pejabat-pejabat federal, termasuk mereka yang memusatkan perhatian pada penanganan virus corona, untuk bekerja sama dengan tim transisinya.

Trump masih terus memblokir transisi kekuasaan Joe Biden, menolak mengizinkan Biden mengkaji “President's Daily Brief” - suatu kajian analisa intelijen tentang isu-isu bermasalah di dunia atau memberi akses pada tim Biden pada badan-badan pemerintah (em/pp)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Amerika Serikat Laporkan Kasus Harian Virus Corona Terbanyak
Jumlah kasus infeksi virus corona harian di AS kembali mencetak rekor terbanyak pada Jumat, 13 November 2020, sebanyak 187.907
Kasus Harian Virus Corona di Amerika Serikat Tembus 100.000
Sesumbar Presiden Trump tentang virus corona jadi boomerang bagi bangsa Amerika karena kasus harian dilaporkan tembus angka 100.000
Presiden Terpilih Joe Biden Bentuk Tim Tanggap Virus Corona
Kalangan pakar di AS melihat perubahan tajam dalam strategi mengatasi pandemi virus corona dengan terpilihnya, Joe Biden, sebagai Presiden AS
0
Joe Biden: Harus Ada Panglima Lawan Pandemi Virus Corona
Presiden terpilih AS, Joe Biden, mengatakan bahwa upaya melawan pandemi virus corona seperti pergi perang harus ada panglimanya