Virus Corona, China Bangun Pabrik Masker Cuma 7 Hari

Sebuah pabrik baru yang mampu memproduksi 10 juta unit masker setiap bulan telah selesai pembangunannya.
Karyawan di sebuah pabrik di Taizhou, provinsi Jiangsu, bekerja sepanjang waktu untuk memproduksi masker untuk mengisi persediaan dalam perang melawan virus corona baru.(Foto: china daily|thestar.com).

Beijing - Sebuah pabrik baru yang mampu memproduksi 10 juta unit masker setiap bulan telah selesai pembangunannya. Pabrik ini akan memulai produksi cobaan di Beijing, China pada Senin mendatang. Pembangunan pabrik masker ini untuk mengurangi dampak epidemi virus corona baru.

Kawasan Pengembangan Teknologi Ekonomi Beijing menyebutkan bahwa Lianhe Kangli, perusahaan perangkat medis yang ditunjuk pemerintah akan memulai produksi percobaan pembuatan masker pada Senin, 10 Februari 2020 di Beijing ETown, di distrik Daxing. Pembangunan pabrik itu bisa diselesaikan hanya dalam waktu tujuh hari.

Seperti diberitakan dari thestar.com yang mengutip China Daily, pada Minggu malam, tiga set peralatan produksi dikirim ke pabrik dan para pekerja mulai men-debugnya.Pabrik ini diharapkan bisa memproduksi awal 20.000 masker N95 dan 20.000 masker bedah tiga lapis setiap hari. Kapasitas produksinya akan mencapai 10 juta unit setiap setelah beroperasi dengan kapasitas penuh.

"Kami tidak pernah berpikir bisa melakukan ini dalam waktu yang singkat. Pejabat pemerintah memfasilitasi seluruh proses dan membuka saluran khusus untuk kami," kata Wu Huijuan dari Lianhe Kangli.

Sebelumnya pada 26 Januari, staf yang bertugas di Kawasan Pengembangan Ekonomi Teknologi Beijing menerima telpon. Staf itu mengatakan bahwa perusahaan bernama Lianhe Kangli memiliki peralatan untuk memproduksi masker. Tapi perusahaan itu masih mencari pabrik dengan standar kebersihan yang tinggi untuk bisa memproduksi masker. Wang Lijun, Wakil Direktur Biro Inovasi Teknologi ETown membantu mencarikan lahan untuk pabrik di UnionLuck Biological Technology Co Ltd di Beijing.

china1Rumah Sakit Huoshenshan atau Gunung Dewa Api di Wuhan, China, dibangun pada 23 Januari 2020 tinggal beberapa hari lagi sudah bisa ditempati. (Foto: ANTARA/HO-CD/mii)

Untuk mendirikan pabrik, Lianhe Kangli yang selama ini hanya memproduksi di Provinsi Henan, China tenga, harus melalui proses proses perizinan, antara lain pendaftaran industri dan komersial, persetujuan proyek industri, dan formalitas penilaian dampak lingkungan dengan pihak berwenang setempat.

Sebanyak 13 departemen yang ada di ETown Beijing membentuk Kelompok kerja WeChat untuk membantu Lianhe Kangli menyelesaikan proses perizinan dalam beberapa hari. Lebih dari 40 perusahaan di Beijing terlibat dalam perang melawan epidemi virus corona. Menurut pejabat ETown, dari 40 perusahaan itu separuhnya sudah mengembangkan produk untuk pencegahan, pengendalian, dan perawatan virus corona baru. Beberapa perusahaan juga telah menyumbangkan uang langsung ke Wuhan yang menjadi pusa epidemi. Salah satunya adalah produsen layar dan penyedia solusi yang menyumbangkan 10 juta yuan (1,43 juta dolar AS) pada 27 Januari.

Pemerintah daerah ETown telah mengeluarkan 10 pedoman untuk mendukung perusahaan di sepuluh sektor, termasuk perawatan medis, makanan, perumahan, dan transporasi. Pedoman ini untuk memastikan pembungan ekonomi regional yang berkelanjuan dan sehat sambil mengendalikan epidemi.

Wuhan CoronaKabin krew mengenakan baju steril melakukan persiapan akhir di dalam pesawat tipe A-330 milik Batik Air ID 8618 yang akan digunakan untuk menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China, di Bandara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Sabtu, 1 Februari 2020. (Foto: Antara/Muhammad Iqbal)

"Kami berharap untuk menyampaikan pesan kepada perusahaan melalui langkah-langkah kebijakan ini bahwa kesulitan sementara saat ini tidak mengertikan. Kami akan terus memberikan dukungan penuh untuk inovasi dan pengembangan dan bekerja sama membantu mereka mengatasi kesulitan," kata Liu Li, Direktur Biro Pengembangan Ekonomi di Beijing ETown. Katanya lagi, selain perusahaan lokal, banyak perusahaan asing di ETown yang telah bergabung dalam perang melawan virus.

Mesin pemindai tomografi terkomputasi yang dibuat oleh pabrik GE di Beijing diproduksi di ETown dalam waktu tiga hari dan telah dikirim ke Leishenshan atau Rumah Sakit Thunder God Mountain di Wuhan. Biasanya dibutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk menghasilkan mesin CT scan yang terdiri lebih dari 6.000 komponen, melibatkan hampir 150 pemasok dalam dan luar negeri.

Namun dalam kondisi kejadian luar biasa seperti kasus virus corona baru ini, pabrik mengoptimalkan berbagai proses dengan bantuan keseluruhan dari ETown dan memproduksinya dalam tiga hari. Ini juga merupakan produksi mesin CT scan tercepat yang pernah terjadi selama ini.[]

Baca Juga:

Berita terkait
Jumlah Bertambah, Virus Corona Tewaskan 563 Orang
Jumlah kematian yang disebabkan oleh virus corona telah mencapai rekor lain di Cina, Kamis, 6 Februari 2020.
Kasihan, Bayi Baru Lahir Terinfeksi Virus Corona
Bayi yang baru dilahirkan didiagnosis terinfeksi virus corona baru. Bayi itu diketahui terkena virus sekitar 30 jam pasca kelahiran.
Di China Terinfeksi Virus Corona Lahirkan Bayi Sehat
Perempuan yang terinfeksi virus corona di Provinsi Heilongjiang, China, melahirkan seorang bayi dalam kondisi sehat
0
DPR Minta Pemerintah Tetap Sediakan Slot Jalur PNS Bagi Guru
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta pemerintah untuk tetap menyediakan slot jalur pegawai negeri sipil untuk para guru di Indonesia.