UNTUK INDONESIA
Virus Corona Buat Sri Mulyani Tak Happy, Kok Bisa?
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan bahwa kinerja perekonomian Indonesia cukup tertekan di sepanjang Januari 2020 sehingga hasil tak memuaskan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan paparan dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa kinerja perekonomian Indonesia cukup tertekan di sepanjang Januari 2020, sehingga kapasitas ekonomi memberi hasil kurang memuaskan. Salah satu indikator yang memengaruhi adalah wabah Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau virus corona yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Dua aspak lain yang disinyalir turut berkontribusi atas lambannya perekonomian di dalam negeri adalah faktor geopolitik dunia dan situasi politik di Amerika Serikat (AS).

"Kita berharap 2020 akan positif. Optimisme itu tetap terjaga meskipun perkembangannya pada Januari ini sangat tidak membuat kita happy," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR-RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

Virus CoronaTransaksi pembeli dan penjual di Pasar Wuhan, Hubei, China. (Foto: triblive.com)

Meskipun cenderung melambat, Menkeu tetap optimistis laju pertumbuhan ekonomi akan semakin kencang dalam beberapa bulan ke depan. Keyakinan itu didasarkan pada kemampuan instrumen fiskal yang dimiliki pemerintah dalam menstimulus perekonomian.

Selain itu, kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia baru-baru ini dinilai mantan Direktur Pelaksana IMF itu tepat sasaran. Misalnya, keputusan bank sentral yang menahan suku bunga acuan di level 5 persen pada awal tahun ini.

"Ini mesti kita antisipasi pengaruhnya terhadap perekonomian dan juga waspada. Kami juga tetap berusaha bisa keluar dari situasi ini," tuturnya.

Selain meningkatkan kehati-hatian, Menkeu berharap pula sektor jasa keuangan dapat terus berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi. Walaupun tengah diterpa ujian lewat Jiwasraya, Menkeu yakin stabilitas industri finansial masih tetap terjaga dalam beberapa waktu ke depan.

"Tentu kita berharap sektor keuangan, terutama lembaga jasa keuangan nonbank akan bisa terus sustain secara cepat dalam penanganannya agar tidak menimbulkan stigma negatif pada sektor ini," kata Sri Mulyani. []

Berita terkait
Cegah Virus Corona, Wishnutama Alihkan Wisata China
Menparekraf Wishnutama Kusubandio mengimbau semua pemangku kepentingan sektor pariwisata di tanah air, turut mencegah Novel Coronavirus.
Virus Corona di China, Bikin Nilai Tukar Rupiah Loyo
Penyebaran wabah Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau virus corona berdampak pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Raup Cuan 2019, Taspen Jajal Unit Investasi Syariah
Taspen bakal mengejar pembentukan unit investasi syariah pada semester I/2020 seusai meraup cuan sebesar Rp 388,24 miliar sepanjang 2019.
0
Garap Investasi Hijau, Bakal Ada Strarbucks di Papua
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan perusahaan kopi asal Amerika Serikat (AS) Starbucks mulai menggarap investasi hijau di Papua.