UNTUK INDONESIA
Viral, Puisi Terakhir Mahasiswi UIN Makassar Sebelum Dibunuh Pacar
Asmaul Husna, 24 tahun, mahasiswi UIN Alauddin Makassar tewas dibunuh kekasihnya. Sebelum dibunuh, ia menulis puisi kepada ibunya.
Kepolisian meringkus pelaku pembunuhan mahasiswi UIN Alauddin Makassar yang ditemukan tewas di Perumahan Citra Elok Jalan Tamangapa, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sul-Sel, Sabtu 14 Desember 2019. (Foto: Tagar/Muhammad Ilham)

Makassar - Asmaul Husna, 24 tahun, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tewas dibunuh kekasihnya Ridhoyatul Khaer alias Ridwan. Husna dibunuh dalam kamar di Perumahan Citra Elok Jalan Tamangapa, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sul-Sel, Jumat, 13 Desember 2019. 

Ironisnya, sebelum dibunuh, korban menulis puisi yang ditujukan kepada ibunya. Dalam puisi itu, sepertinya korban melakukan kesalahan besar dan mengalami pertentangan batin. Bahkan dalam puisi tersebut, korban seperti punya firasat akan meninggal dengan cara yang tragis. Ia menulis, "haruskah anak ibu meninggalkan dunia dengan cara paling tragis atau hidup di dunia dengan cara paling tragis pula."

Puisi tersebut lantas viral di media sosial. Berikut lirik puisi yang ditulis korban sebelum dibunuh:

Anak Ibu sedang menahan tangis;

Katanya karma sedang berjalan menuju ke arahnya, katanya karma akan segera menjemputnya.

Anak ibu Ialu menangis;

Tangisannya pelan tak terdengar dibalik pintu toilet karena sedang menggigit bibir bawahnya agar suaranya tangisannya tak pecah hingga akan muncul desas desus tanya para penggibah.

Tangisnya tak terdengar karena disamarkan oleh suara air yang keluar dengan patuhnya dari mulut bapak keran di toilet.

Anak ibu Ialu diam;

Pikirannya penuh dengan kesalahan dan cara menempuh penebusan.

Haruskah anak ibu meninggalkan dunia dengan cara paling tragis atau hidup di dunia dengan cara paling tragis pula.

Anak ibu kemudian tertidur;

Terpejam dengan mata sembab, tubuh dingin dipeluk angin malam tak ada yang peduli.

Sebab ibu jauh di sana dan tak tahu apa-apa tentang anaknya ini.

Sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Manggala, Iptu Syamsuddin menerangkan, bahwa korban dihabisi nyawanya oleh pacarnya sendiri pada Jumat, 13 Desember 2019, sekitar pukul 15.00 Wita.

"Aksi pembunuhan ini terjadi pada hari Jumat sekitar pukul 3 siang. Di mana saat itu kondisi rumah hanya ada pelaku dan korban," kata Syamsuddin.

Kendati demikian, polisi masih menyelidiki dan mendalami motif pelaku hingga tega menghabisi nyawa korban. 

"Ridhoyatul melakukan aksinya dengan menutup wajah korban dengan menggunakan bantal selama 15 menit. Setelah itu, dia melihat korban masih hidup lalu ke dapur untuk mengambil pisau untuk membunuh korban. Kemudian pelaku kabur," ujarnya.

PembunuhanPolisi melakukan olah TKP pembunuhan mahasiswi UIN Alauddin Makassar. (Foto: Tagar/Muh Ilham)

Syamsuddin menerangkan, bahwa pelaku dan korban mempunyai hubungan yang dekat. Tapi pihaknya masih terus mendalami motif pembunuhan ini.

"Yang jelas antara pelaku dengan korban ini ada hubungan khusus," tutupnya. []


Berita terkait
Kronologi Pembunuhan Mahasiswi UIN Alauddin Makassar
Mahasiswi UIN Alauddin Makassar semester terakhir ditemukan tewas mengenaskan dengan wajah tertutup leher dan luka gorok di leher di dalam kamar.
Ini Sosok Pelaku Pembunuhan Mahasiswi di Makassar
Pelaku pembunuhan Asmaul Husna tak lain adalah sang pacar. Diduga Asmaul Husna dibunuh karena sedang hamil.
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Mahasiswi Makassar
Kepolisian berhasil meringkus pelaku pembunuhan mahasiswi UIN Alauddin Makassar.
0
Dituding Korupsi Jiwasraya, Moeldoko: Halusinasi
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah tudingan Politikus Partai Demokrat Benny K. Harman bahwa KSP berkaitan dengan korupsi Jiwasraya.