UNTUK INDONESIA
Usut Tuntas Pembunuhan Sopir Truk di Dogiyai Papua
Forum Lintas Paguyuban se-Papua meminta Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menewaskan warga Sulbar.
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat menerima Lintas Paguyuban se-Papua di Mapolresta Jayapura Kota. Mereka meminta kasus tewasnya Yus Yunus di Dogiyai segera diusut tuntas. (Foto: Tagar/Humas Polda Papua)

Jayapura - Tewasnya sopir truk bernama Yus Yunus, 25 tahun, perantau asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Desakan dari Forum Lintas Paguyuban se-Papua pun tiba. Mereka meminta Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengusut tuntas kasus amuk massa yang terjadi di Jalan Trans Nabire - Dogiyai, pada Minggu 23 Februari 2020, lalu.

Dalam pertemuan Lintas Paguyuban di Mapolresta Jayapura Kota, Senin 2 Maret 2020, Mansyur selaku koordinator forum tersebut memberikan waktu 7 x 24 jam kepada kepolisian untuk mengusut tuntas tewasnya Yus Yunus. Mereka mendukung polisi menangkap para pelaku.

Kami minta para pelaku penganiayaan yang saat ini dalam pencarian, harus ditangkap.

Sebaliknya, Kapolda diminta untuk menindak anggotanya yang dinilai lalai melindungi korban saat kejadian. Forum mengaharapkan jenderal asal Papua itu dapat menjelaskan detail fakta-fakta di lapangan, selama sepekan.

“Kami minta para pelaku penganiayaan yang saat ini dalam pencarian, harus ditangkap. Aparat yang lalai juga harus ditindak dan masih dalam penyelidikan Propam. Kami paham kepolisian bekerja dengan detail. Kami tunggu (hasilnya),” lugas Mansyur yang juga mewakili Kerukukann Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Jawa Madura (HKJM) Papua, Sarminanto mengaku sangat prihatin atas aksi main hakim sendiri oleh sekelompok masyarakat di Kabupaten Dogiyai. Dia meminta agar prinsip hukum positif ditegakkan dalam kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Nabire itu.

“Siapa pun yang bersalah harus ditindak, juga diadili dengan hukum yang berlaku. Kapolda juga  telah berjanji menindak tegas para pelaku kejahatan dengan hukum positif,” ujarnya.

Sarminanto mengatakan, pihaknya bersama paguyuban lainnya akan kembali menanyakan hasil pengungkapan pelaku penganiayaan terhadap warga Polewali Mandar di Dogiyai, awal pekan depan.

Ia tak ingin penghakiman sepihak terjadi kembali di Papua, tanah yang dikenal rukun. Ia pun mengajak semua pihak dapat menyikapi kasus ini dengan bijaksana.

Sekretaris Umum Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Provinsi Papua, Burhanuddin mengapresiasi Kapolda Papua yang telah terjun langsung ke Dogiyai untuk mengecek lokasi kejadian, juga penanganan kasus itu.

Siapa pun yang bersalah harus ditindak, juga diadili dengan hukum yang berlaku.

Meski demikian, Ia meminta Irjen Pol Waterpauw agar mempublikasikan perkembangan kasus Dogiyai kepada masyarakat, selama tujuh hari ke depan.

“Sempat beredar isu hoaks bersifat provokatif. Kami sudah sampaikan kepada masyarakat agar tidak percaya dengan isu yang ada. Kami percayakan kasus ini kepada kepolisian dan akan kami pantau,” ujarnya seraya meminta  masyarakat Papua tak terprovokasi itu di luar.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyambut baik permintaan Forum Lintas Paguyuban se-Papua, juga menerima pernyataan sikap mereka. Ia berjanji akan menangkap serta menindak tegas para pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Yus Yunus.

“Kami juga akan menindak anggota Polsek Kami yang berada di TKP. Apabila ada pembiaran, maka akan kami akan lakukan tindakan hukum secara objektif terhadap anggota kami,” tegas Waterpauw seraya menyampaikan duka mendalam bagi keluarga Yus Yunus. []  

Berita terkait
Papua Kondusif Meski Diganggu KKB
Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menyampaikan jika situasi keamanan di Bumi Cenderawasih saat ini relatif kondusif.
OPM Bertanggungjawab Atas Penembakan di Papua
Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) menyatakan bertanggung jawab atas penembakkan di wilayah pegunungan Papua
Kembali, KKB Tembak Mobil Polisi di Papua
KKB kembali melancarkan aksinya. Mereka menembaki mobil patroli Polsek Tembagapura di daerah Utikini, beruntung tidak ada korban jiwa.
0
Petugas RT Kabupaten Tangerang Potong Uang Bansos
Petugas Rukun Tetangga (RT) Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang mengaku memotong uang bansos dari Kementerian Kesehatan sebesar RP 100 ribu.