Ungkap 78 Kg Sabu, Kapolrestabes Surabaya: Jaga Integritas

Jajaran Polrestabes Surabaya memusnahkan 78 Kg sabu yang merupakan hasil pengungkapan kasus pada Juni hingga Oktober 2020.
Polrestabes Surabaya merilis pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Mapolrestabes Surabaya, Senin, 26 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Ihwan Fajar)

Surabaya - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya berhasil mengungkap 145 kasus penyalahgunaan narkoba dengan tersangka 194 orang, barang bukti 78 kilogram (Kg), ekstasi 14.791 butir, dan Happy five sebanyak 17.728 butir. Pengungkapan kasus tersebut penindakan selama periode Juni hingga Oktober 2020.

Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Komisaris Besar Jhonny Edizon Isir mengapresiasi jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) dan Satuan Reserse Narkoba yang berhasil mengungkap penyalahgunaan narkoba. Jhonny menegaskan semua pihak perlu turut serta genderang perang melawan peredaran narkoba.

Bayangin saja, satu orang menggendong (sabu) dari Sumatera ke sini upahnya Rp 100 juta.

"Kita menghadapi narkotika ini sama kayak perang tanpa henti. Tabuh genderang perang penyalahgunaan nakotika itu akan terus dilakukan, karena bisa menggerus generasi penerus bangsa," ujarnya saat jumpa pers di Mapolrestabes Surabaya, Senin, 26 Oktober 2020.

Jhony mengaku kejahatan penyalahgunaan narkoba notabene merupakan tindak pidana lukratif, yaitu dengan melibatkan uang besar. Untuk itu, perlunya kolaboratif dengan seluruh pihak baik Badan Narkotika Nasional maupun organisasi masyarakat penggiat anti narkoba.

Baca juga:

"Bayangin saja, satu orang menggendong (sabu) dari Sumatera ke sini upahnya Rp 100 juta. Jadi betapa lukratifnya tindak pidana ini," kata dia.

Tak lupa Jhony mengingatkan integritas penyidik agar pemberantasan penyalahgunaan narkoba bisa berjalan dengan baik. Ia mengaku dengan menjaga integritas, trust atau kepercayaan masyarakat akan pemberantasan narkoba tetap terjaga.

"Saya titip pesan ke kawan-kawan penyidik tanamkan yang namanya integritas, karena yang kalian hadapi adalah tindak pidana lukratif. Saling bekerja sama dengan sesama penegak hukum," kata dia.

Peredaran narkoba di Surabaya, khususnya di Jawa Timur berasal dari jaringan Malaysia. Modus pengiriman sabu dengan menggunakan kurir untuk mengambil barang yang dikirim melalui kapal

"Selama ini kita amankan itu dari Malaysia bagian barat, kemudian timur. Untuk Malaysia bagian barat ini ada beberapa modus yaitu melalui pengiriman melalui kapal dan kemudian melalui kurir yang mengambil dari wilayah Sumatera," kata dia. []

Berita terkait
Aniaya Pacar, Pria di Surabaya Juga Mengaku Timses Gibran
Polrestabes Surabaya menangkap seorang pria kasus penganiayaan dan penyekapaan terhadap kekasihnya di sebuah apartemen di Lakarsantri.
Kronologi Pengendara Motor di Surabaya Tewas Tabrak Bus Kota
Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya menduga kecelakaan terjadi akibat pengendara motor tidak mampu mengendalikan motornya saat berbelok.
Hari Santri Nasional di Surabaya Kemanggulan Umara dan Ulama
PCNU Surabaya menilai Ulama dan Umara dan Ulama menentukan masa depan bangsa.Kaum santri juga memperjuangkan kemerdekaan.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan