Untuk Indonesia

Tulisan Erna Suminar: Aa Gym, Teh Ninih, dan Panggung Teatrikal

Saya termasuk orang yang pernah ikut, hanya beberapa kali, pengajian Aa Gym, waktu beliau memulai karier sebagai penceramah agama - Erna Suminar
Abdullah Gymnastiar akrab disapa Aa Gym (kanan) dan Ninih Muthmainah akrab disapa Teh Ninih. (Foto: Facebook KH Abdullah Gymnastiar/Twitter @tehninih)

Oleh: Erna Suminar*


Saya termasuk orang yang pernah ikut, hanya beberapa kali, pengajian Aa Gym, waktu beliau memulai karier sebagai penceramah agama. Teh Ninih yang tenang dan lembut memeluk bayinya. Hujan deras menjatuhkan air dari atap rumahnya yang bocor. Saat itu, saya duduk di samping Teh Ninih. Itu adalah kilas balik lebih dari 20 tahun yang lalu. 

Kemudian saya mengenal Alfarini Eridani, dan beberapa kali ngobrol, sebelum ia menjadi istri kedua Aa Gym. Namun, itu pun sudah sangat lama, menjelang beberapa bulan sebelum Alfarini jadi istri kedua Aa Gym. Alfarini itu sangat cantik, cerdas, dan enak diajak berbincang. Bahasa tubuhnya enak dipandang. Barangkali, seandainya saya pria pun, saya akan jatuh cinta kepadanya. Saya sungguh tidak pernah menduga, orang-orang baik ini, di hari kemudian menghadapi kemelut.

Sosiolog Erving Goffman dalam buku Presentation of Self in Everyday Life (1959) mengemukakan sebuah Teori Dramaturgi yang menarik tentang manusia dalam kaitannya dengan presentasi diri. Bahwa sebenarnya tingkah "semua" manusia itu seperti dalam panggung teatrikal. Ia akan berupaya menampilkan dirinya yang dapat diterima orang lain, dan mengendalikan dirinya sekiranya itu membuat dirinya terlihat buruk yang menimbulkan kebencian khalayak.

Dengan analogi teatrikal ini, Goffman berkata tentang panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage). Panggung depan adalah wilayah yang baik-baik yang ingin ditampilkan manusia, misalnya seperti: keren, gaya kelas atas, pemurah, bijaksana, santun, peduli. Sedangkan di panggung belakang, manusia memperlihatkan diri yang sebenarnya, seperti: culas, pengkhianat, senang mengumpat, senang berutang, berbohong, kasar, selingkuh. Dan panggung belakang itu umumnya lebih banyak diketahui oleh dirinya sendiri dan oleh keluarga – atau orang-orang terdekatnya. Yang mana saat panggung belakang ini diceritakan kepada orang lain, itu akan membuatnya menjadi sangat malu dan terhina.


Panggung depan adalah wilayah yang baik-baik yang ingin ditampilkan manusia.


Aa GymAbdullah Gymnastiar akrab disapa Aa Gym dan Ninih Muthmainah akrab disapa Teh Ninih. (Foto: Instagram Tagar News)


Karenanya, banyak orang khawatir dengan dirinya sendiri tidak diterima oleh orang lain. Akibatnya, orang akan berusaha memberi kesan citra dirinya sedemikian baik. Seseorang akan senang menyembunyikan rahasia di masa lalu yang membuatnya malu. Dan orang akan menutupi perilaku jahatnya. Jika pun ia berbuat jahat, ia akan melakukannya dengan cara sembunyi-sembunyi – karena orang tahu konsekuensinya, perbuatannya akan membuat dirinya ditolak dan dibenci oleh orang-orang di sekitarnya dan khalayak.

Seseorang yang sedang membuat pertunjukan citra diri, misalnya: betapa soleh/solehahnya dia, betapa bijaksananya dirinya… ia tak akan berkehendak, seseorang yang mengetahui, bagaimana sesungguhnya kelakuan dia di panggung belakang (back stage) tiba-tiba muncul, karena itu akan merusak atraksi panggungnya. Karenanya, ia akan berusaha mencegah kedatangannya – agar wajah ‘asli’-nya tidak ketahuan dan fakta yang selama ini disembunyikan terbongkar. Ia sangat takut tercoreng citra dirinya, dan khawatir ia akan tersudut pada keadaan yang tidak menguntungkan.


Pola Dakwah Aa Gym

Telah lama Aa Gym menebar kalimat-kalimat indah bijaksana dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Aa Gym telah berhasil mengajarkan kegembiraan dalam beribadah. Aa mengajarkan kepemimpinan, kemandirian melalui keterampilan hidup sekaligus kewirausahaan. Dengan demikian prinsip dakwah Aa, disamping menumbuhkan kesadaran batin dan menguatkan keyakinan kepada Allah, Aa mengantarkan para jemaahnya kepada tindakan nyata. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang.

Aa Gym sangat cerdas, ia gunakan media elektronik untuk meluaskan pesan dakwahnya sehingga audiens terlibat secara emosi dengannya. Tak heran, dakwah Aa yang sejuk dan friendly dengan gaya dramatis penuh dengan pesan-pesan emosional menciptakan fans-fans berat. Beliau benar-benar menjadi ulama panutan sekaligus pujaan. Semua orang memiliki ekspektasi lebih terhadap kehidupan pribadi Aa.

Dalam teori psikologi, Johari Window, manusia mengungkapkan diri dibagi menjadi empat bagian: pertama, daerah terbuka (open self), yang memuat informasi perilaku, perasaan, gagasan, dan sebagainya. yang diketahui oleh diri sendiri dan orang lain.


Panggung belakang, manusia memperlihatkan diri yang sebenarnya.




Kedua, daerah buta (blind self), yang memuat informasi tentang diri kita yang diketahui orang lain, tapi kita sendiri tidak mengetahuinya. Ketiga, daerah gelap (unknown self), adalah alam bawah sadar, dan ini tidak diketahui oleh orang lain maupun oleh diri kita sendiri. Keempat, daerah tertutup (hidden self), memuat kejadian tentang diri sendiri dan orang lain, tapi hanya disimpan untuk diri sendiri.

Dalam cara pengungkapan diri ini, saya melihat, Aa ingin kehidupan pribadinya menjadi daerah yang tertutup dan selamanya menjadi rahasia yang luput di mata publik. Namun, bukankah kebanyakan orang pun demikian, pun kita?


Aa Gym dan Kita

Setiap orang memiliki sisi gelap dan sisi terang, baik itu Aa Gym ataupun kita. Setiap orang akan menjalani titik nadir di dalam hidupnya, oleh perbuatannya sendiri, dan itu berlaku pada siapa saja, dalam derajat yang berbeda. Kebetulan, Aa Gym adalah public figure, maka publikasi tentang dirinya meluas. Barangkali, seseorang yang bukan public figure cukup di tingkat RT/RW saja. Tidak ada satu pun media yang mau meliputnya dan atau netizen membahasnya, karena tidak "menjual". Lain halnya dengan Aa Gym. Kata-kata, ucapan kita akan menguji diri sendiri. Bukan hanya Aa Gym yang diuji dengan ucapannya sendiri, tapi juga kita. Mungkin, esok atau lusa, kita lah yang hancur lebur menghadapi kemelut yang diarahkan oleh tingkah kita sendiri.

Mari kita doakan Aa Gym dan Teh Ninih juga keluarganya, agar diberikan jalan keluar yang terbaik dari Allah Swt yang menyelamatkan mereka semuanya. Juga doa bagi diri kita sendiri dan keluarga kita, agar jangan diberikan ujian dan cobaan dalam hidup di luar kesanggupan kita menghadapi.

*Dosen, Peneliti, Penulis


Baca juga: Profil Aa Gym, Kabar Terkini Talak 3 Istri dan Virus Corona






Berita terkait
Aa Gym Cabut Gugatan Cerai kepada Teh Ninih
Aa Gym dikabarkan mencabut gugatan cerai terhadap istrinya, Ninih Muthmainah atau Teh Ninih, dari Pengadilan Agama (PA) Bandung.
Digugat Cerai Aa Gym, Postingan Teh Ninih Jadi Sorotan
Kabar perceraian kedua antara pendakwah Aa Gym dengan Teh Ninih Muthmainah terus menjadi perbincangan publik di media sosial.
Benarkah Aa Gym Bercerai dengan Teh Ninih?
abar mengejutkan datang dari ulama kondang Abdullah Gymnastiar atau dikenal Aa Gym. Ia dikabarkan telah menalak istri keduanya, Ninih Muthmainah.
0
Tulisan Erna Suminar: Aa Gym, Teh Ninih, dan Panggung Teatrikal
Saya termasuk orang yang pernah ikut, hanya beberapa kali, pengajian Aa Gym, waktu beliau memulai karier sebagai penceramah agama - Erna Suminar