UNTUK INDONESIA
TKN dan BPN Respons Keluarga Cendana Dalang Rusuh
TKN dan BPN merespon isu dalang kerusuhan 21-22 Mei 2019 adalah Keluarga Cendana berinisial TS.
Petugas Sudin Sumber Daya Air membersihkan jalan pascakerusuhan di kawasan Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (23/5/2019). (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

Jakarta - Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Usman Kansong menanggapi pernyataan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane yang menyebut Keluarga Cendana inisial TS adalah dalang di balik kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Usman, pernyataan Neta masih berupa dugaan. Dia menilai pengungkapan terkait siapa dalang kerusuhan merupakan kewenangan pihak kepolisian. Pihak TKN disebutnya memberikan kepercayaan penuh untuk itu.

"Itu kan pernyataan dari Neta, yang saya kira masih bersifat dugaan," kata Usman kepada Tagar, Jumat 14 Juni 2019 siang.

"Kewenangan itu kan ada di kepolisian sebetulnya untuk menyampaikan siapa yang diduga adalah dalang. Polisi-lah yang harus memastikan, harus menyelidiki siapa sebetulnya dalang di balik kasus (kerusuhan) 21-22 Mei, untuk kemudian memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Kami memberikan kepercayaan kepada polisi untuk menyelidikinya," kata dia.

Usman mengakui pihaknya telah jauh-jauh hari mendorong kepolisian untuk menyelidiki dengan serius terkait otak di balik kerusuhan tersebut. Dia juga percaya bahwa kepolisian tidak akan gentar memproses hukum siapapun yang kelak terbukti sebagai aktor intelektual.

"Tanpa adanya pernyataan Neta yang menyebut inisial sekali pun, kami sudah sejak awal kan sudah mendorong agar kasus ini diselidiki. Saya pribadi juga sudah beberapa kali mengatakan hal ini kepada teman-teman media," ujar dia.

"Siapapun pelakunya, saya kira kepolisian juga tidak takut dengan siapa pun. Kami juga sudah lihat, seorang jenderal saja sudah dijadikan tersangka, bahkan jenderal dari kepolisian sendiri," ujar dia.

BPN

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menyikapi dingin terkait pernyataan Ketua IPS Neta S Pane. Menurut pendapat dia, lebih baik kesaksian diungkap di kepolisian agar tidak menjadi tuduhan liar atau fitnah.

"Pertama kami enggak tahu, enggak paham yang dituduhkan Neta itu siapa, segala macam siapa. Saya pikir ya diungkap saja di kepolisian. Kalau memang ada bukti dalang segala macam ya ditangkap saja," ujar Dahnil kapada Tagar, Jumat 14 Juni 2019.

"Jadi stop apa itu namanya menebar fitnah atau tuduhan, apalagi itu berbahaya loh sampai menebar tuduhan begitu tanpa ada dasar. Saran saya sih dibuktikan saja secara hukum," kata Dahnil.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Presidium IPW Neta S Pane secara tegas menuding Keluarga Cendana sebagai dalang utama di balik demonstrasi 21-22 Mei 2019 di Jakarta yang berakhir rusuh. Neta menyampaikan masalah itu dalam program televisi.

Keluarga Cendana-lah ya. Big dalang," ucap Neta ketika menjadi narasumber di program Prime Talk Metro TV, Rabu 12 Juni 2019.

Neta bahkan menyebut, terdapat seorang pengusaha sekaligus politikus berinisial TS, yang mendatangkan sejumlah massa preman dari Surabaya. Puluhan massa preman ini, lanjut Neta, dibawa dengan pesawat, kemudian diinapkan satu di hotel Jalan Wahid Hasyim, dekat Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

“Merekalah yang diduga berperan penting dalam menciptakan kerusuhan tanggal 21 Mei 2019 malam. Beberapa di antaranya sekarang sudah ditangkap dan ditahan di Polda Metro Jaya,” ungkap dia.

"Yang membiayai inisialnya TS, itu belum disentuh oleh Polisi. Nah itu yang kita sesalkan, kenapa kok polisi sangat lamban untuk mengungkap dalang kerusuhan,” kata Neta.

berupaya menghubungi Neta S Pane untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut. Akan tetapi, hingga berita ini tayang, yang bersangkutan belum merespon.Tagar berupaya menghubungi Neta S Pane untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut. Akan tetapi, hingga berita ini tayang, yang bersangkutan belum merespon.

Tim Tagar juga mencoba menghubungi pihak Keluarga Cendana, termasuk kepada Titiek Soeharto dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso. Namun, lagi-lagi belum mendapatkan respon positif.

Berita terkait

Berita terkait
0
Alasan Ombudsman Kritik Pemprov Aceh Beli 4 Pesawat
Pemerintah Aceh berencana akan membali pesawat terbang N219 untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di provinsi itu.