UNTUK INDONESIA
Tips dan Trik Sebelum Membeli Mobil Bekas
Ferry Ferdiansyah, memberikan beberapa tips mengenai hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli mobil bekas.
Sejumlah warga melintasi mobil-mobil bekas yang dijual di World Trade Center (WTC) Mangga Dua, Jakarta, Senin (17/6/2019). (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta - Pasar mobil bekas di Indonesia diprediksi akan meningkat pada tahun 2020. Banyak platform penjualan produk otomotif atau dealer-dealer yang memberikan penawaran mobil bekas pakai dengan harga yang murah dan variatif.

Kendati begitu, tidak jarang juga ada penjual yang menjajakan produk dan memberikan penawaran dengan harga murah, tetapi kualitas yang buruk. Membeli mobil bekas ibarat membeli kucing dalam karung, perlu perhatian khusus sebelum membawa pulang mobil bekas pilihan anda.

Kepada Tagar, Head of Inspector Carsome Indonesia, Ferry Ferdiansyah, memberikan beberapa tips mengenai hal-hal yang harus diperhatikan sebelum membeli mobil bekas. Berikut ulasan lengkapnya.

Sindikat Pembuat STNK PalsuIlustrasi kelengkapan atau surat-surat kendaraan palsu (Ist)

1. Kelengkapan Dokumen

Memeriksa dokumen atau surat-surat menjadi penting untuk dilakukan sebelum membeli mobil bekas. Hal itu demi menghindari adanya kendaraan 'bodong'. Pastikan keaslian dokumen seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan faktur.

Setelah memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, lengkah berikutnya adalah mencocokkan kondisi fisik mobil dengan data yang tertera dalam dokumen, seperti misalnya nomor mesin dan nomor rangka mobil.

Kemudian yang terakhir, konsumen harus memastikan dokumen tersebut valid dan sesuai dengan nama dan data diri dari pemilik asli mobil.

"Percuma jika dapat mobil bekas yang kualitasnya masih bagus, tetapi dokumennya tidak lengkap," kata Ferry.

Oli mesinIlustrasi tongkat pengecek oli mesin mobil (Foto: Istimewa/Testing Autos)

2. Cek Kondisi Mesin

Buka kap mesin dan cek kondisi mesin mobil. Pastikan mesin tidak memberikan gejala-gejala kerusakan, seperti misalnya mengecek suara mesin apakah kasar atau mengeluarkan bunyi yang tidak seharus.

Kemudian, pastikan juga komponen-komponen mesin tidak ada yang mengalami kendala atau bocor. Performa mesin akan terasa jika kita mencobanya secara langsung, oleh sebab itu mintalah kepada pemilik mobil atau penjual untuk melakukan test-drive terlebih dulu.

Saat melakukan test-drive, kita juga dapat mengecek sistem pengereman, suspensi, transmisi dan kaki-kaki mobil.

"Mesin ini merupakan penggerak utama kendaraan, perannya sangat vital. Jadi sebelum membeli mobil bekas pastikan kondisi mesin tidak memberikan tanda-tanda mesin akan rusak," kata Ferry.

Meski banyak orang berpendapat bahwa jumlah kilometer kendaraan menentukan harga jual atau kualitas sebuah mobil bekas, Ferry justru memiliki pandangan berbeda.

Menurutnya, kualitas mobil bekas tidak hanya ditentukan oleh jumlah waktu tempuh yang tercatat dalam fitur pengecekan kilometer kendaraan semata, melainkan juga apakah mobil diservis secara berkala atau tidak.

"(Kualitas mobil dipastikan baik) selagi pemilik mobil melakukan servis rutin di bengkel-bengkel resmi. Tetapi jika mobil tidak diservis di bengkel resmi, kemudian jumlah kilometer banyak, itu harus ekstra waspada," ujar Ferry.

Honda CivicJika Anda ingin memiliki mobil yang tampak mewah namun dengan harga murah, jatuhkan saja pilihan pada Honda Civic ES VTi/VTi S keluaran tahun 2000-an. Mobil bekas ini bisa Anda beli di pasaran mulai harga Rp70 juta-an.(Foto: otospector)

3. Cek Eksterior Mobil

Pemeriksaan terhadap kondisi bodi mobil tidak kalah penting untuk dilakukan sebelum membeli mobil bekas. Pastikan mobil tidak pernah mengalami tabrakan dan terkena banjir. Selain itu rangka, kap, pintu dan kaca mobil harus masih dalam keadaan prima dan orisinil.

Cat mobil juga harus diperhatikan, terutama memastikan cat mobil tidak belang. Biasanya, belang pada cat mobil disebabkan perbaikan akibat tabrakan yang cukup serius, sehingga mengharuskan mobil di cat ulang di beberapa bagian.

Proses pengecatan pada bagian tertentu di bodi mobil, bakal memiliki perbedaan -yang cukup terlihat dengan mata telanjang- dari warna aslinya.

Mobil ToyotaBagian Interior mobil Toyota C-HR Hybird. (Foto :toyota.astra.co.id)

4. Cek Interior Mobil

Kondisi interior mobil juga harus dijadikan pertimbangan dalam membeli mobil bekas. Periksa fungsi dari sabuk pengaman, AC, audio juga switch lampu, pastikan semua berjalan dengan normal.

Dasboard, plafon dan karpet juga perlu diperiksa untuk memastikan kondisinya baik. Jok depan dan belakang juga harus diuji kenyamanannya.

Ferry memberikan tips khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap bagian interior. Periksalah pada bagian bawah mobil, seperti dikolong bagian pedal, di pilar-pilar bagian sabuk pengaman.

Jika pada bagian rangka bawah mobil mengalami korosi atau berkarat maka dapat dipastikan mobil tersebut pernah kena banjir.

"Dari bau di dalam kabin mobil juga bisa di cek. Apabila bau interior berbau apek, maka dapat dipastikan mobil pernah kena banjir. Faktor-faktor seperti itu akan membuat interior terlihat kurang fresh," ujar Ferry.

Penjualan MobilIlustrasi - Suasana penjualan mobil di Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/10/2019). (Foto: Antara/Arif Firmansyah/ama)

5. Waspadai Mobil Bekas Harga Murah

Waspadai mobil bekas dengan harga yang miring atau berbeda dengan harga pasaran yang ada. Karena biasanya mobil-mobil bekas yang dijual dengan harga murah, setidaknya memiliki kendala pada bagaian tertentu di mobil.

Misalnya mobil bekas tabrakan atau pernah terkena banjir, kemudian mengalami perbaikan dan dijual dengan harga murah.

Sementara untuk pembelian mobil bekas lewat platform jual-beli atau e-commerce juga harus mewaspadai harga yang miring, karena tidak menutup kemungkinan itu merupakan modus penipuan.

Memiliki mobil pastinya akan membutuhkan biaya yang cukup besar. Tentunya sebagai pembeli, kita tidak ingin kecewa dengan mobil yang kita pilih. Oleh sebab itu, kita memang dituntut untuk lebih teliti sebelum membeli mobil bekas. []


Berita terkait
Pasar Mobil Bekas Bergairah, Mobil Baru Lesu di 2019
Angka penjualan mobil baru di Indonesia mengalami penurunan menjelang akhir tahun 2019.
Pengusaha Mobil Bekas Harap Sidang MK Damai
Tidak seorang pun yang mau barang dagangannya tidak laris. Semuanya mau laris manis dalam kondisi aman dan nyaman.
Mobil Hongqi L5 Asal China Siap Saingi Rolls-Royce
Pabrik mobil asal China, Hongqi, baru saja memperkenalkan sedan premium bergaya retro L5. Mobil ini diprediksi bakal menyaingi Rolls-Royce.
0
Satgas Akui Banyak Kendala Melakukan Pemeriksaan Covid-19
Satgas Covid-19 mengaku bahwasanya masih banyak kendala-kendala di lapangan yang mempengaruhi kapasitas laboratorium untuk pemeriksaan Covid-19.