UNTUK INDONESIA
Tips Cegah Gangguan Mental pada Lansia saat Pandemi
Gangguan mental sering terjadi pada populasi lansia di tengah pandemi. Begini tips mencegahnya.
Para lansia melakukan senam saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2019 yang dilaksanakan oleh UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang (RSGS) atau Panti Jompo Dinas Sosial Aceh di Anjong Mon Mata Banda Aceh, Minggu 8 September 2019. (Foto: Tagar/Fahzian Aldevan)

Jakarta - 1 Oktober diperingati sebagai Hari Lansia Internasional. Memperingatinya berarti meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan mental keluarga atau anggota masyarakat terdekat yang masuk kategori lanjut usia atau lansia.

Gangguan mental sering terjadi pada populasi lansia.

Menurut Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI), kesehatan mental anggota keluarga atau kerabat lansia penting dijaga di tengah pandemi. Pasalnya selain karena situasi, lansia kerap mengalami gangguan mental.

"Gangguan mental sering terjadi pada populasi lansia. Cepatnya perburukan pada pasien lansia yang mengalami infeksi Covid-19, serta tingginya angka kematian pada lansia menyebabkan peningkatan risiko terganggunya kesehatan mental," kata Ketua Umum PERGEMI, Prof. dr. Siti Setiati, SpPD, K-Ger, MEpid, Kamis 1 Oktober 2020.

Ilustrasi lansiaIlsutrasi perempuan katergori lansia memandang mendiang suaminya. (Pixabay/sabinevanerp)

Akibatnya gangguan mental itu memperberat gangguan psikiatrik yang sudah dialami lansia. Efeknya juga merembet pada gangguan status fungsional dan kognitif kalangan lansia.

"Adanya gangguan interaksi sosial dengan dunia luar meningkatkan risiko depresi dan cemas di kalangan usia lanjut," ujarnya.

Baca juga:

Siti menuturkan situasi dan lamanya waktu isolasi yang dilakukan untuk menekan penyebaran virus corona selama ini juga dapat memicu gangguan kesehatan mental pada lansia. Risiko itu lebih rentan muncul dari lansia yang menjalani isolasi di luar perawatan anggota keluarga.

"Isolasi diri juga akan sangat berdampak pada lansia yang selama ini hanya mengandalkan kontak sosial di luar rumah, seperti panti jompo, daycare khusus lansia, atau komunitas tertentu di masyarakat," tuturnya.

Sebab itu pola komunikasi keluarga atau anggota masyarakat terdekat kepada lansia perlu ditingkatkan untuk menjaga kesehatan mental mereka di tengah situasi pandemi.

"Yang dapat dilakukan oleh keluarga, kerabat, dan teman-teman adalah lebih sering, menelepon keluarga yang berusia lanjut yang sudah tidak sering dikunjungi lagi, mengajarkan cara berkomunikasi secara online, mengupayakan online konsultasi," katanya.

Memberikan hewan peliharaan yang mudah dirawat dan disukai juga dapat mencegah gangguan mental pada lansia. Pasalnya langkah itu dapat mengobati perasaan kesepian yang kadang muncul pada lansia.

Berita terkait
Haruskah Umur 60-an Ikut Tren Fesyen dan Tips Modis Usia Senja
Fesyen banyak digandrungi wanita. Mereka rela mengikuti perkembangan mode untuk tampil modis sepanjang waktu.
Bawang Putih Redakan Sakit Gigi, Alami, Mudah dan Ampuh
Sakit gigi sangat menyiksa. Bahan alami yang mudah ditemukan di dapur yaitu bawah putih ampuh meredakan sakitnya.
Aturan Masker Kain SNI, Traveler Wajib Perhatikan
Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk masker kain setelah larangan masker bahan buff dan scuba, traveler wajib tahu nih.
0
Bukan Corona, Ternyata Nyamuk Pembunuh Nomor 1 Dunia
Pakar IPB, Prof Upik Kesumawati Hadi menyebut masyarakat harus mewaspadai nyamuk, karena merupakan pembunuh nomor satu di dunia.