Tiket.com Siap IPO dan Gabung dengan Aplikasi Super Asia Tenggara

Perusahaan startup perjalanan Tiket.com, tengah menjajaki IPO dan berpotensi menggabungkannya dengan salah satu aplikasi super Asia Tenggara.
ilustrasi Tiket.com. (Foto:Tagar/Ist)

Jakarta - Perusahaan startup perjalanan Tiket.com, milik Grup Djarum, tengah menjajaki penawaran umum perdana tradisional dan berpotensi menggabungkannya dengan salah satu aplikasi super Asia Tenggara. Hal ini, disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Tiket.com George Hendrata dalam wawancara dengan Bloomberg News. 

Jika Tiket memutuskan untuk go public, pasti akan dilakukan tahun ini.

Tiket.com mempertimbangkan go public atau mencatatkan saham perdana IPO di pasar modal melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus alias SPAC (special purpose acquisition company).

"Jika Tiket memutuskan untuk go public, pasti akan dilakukan tahun ini. IPO tradisional, pasti kami melihat itu, tapi untuk pemulihan perjalanan penuh, itu akan memakan waktu satu atau bahkan dua tahun. Opsi SPAC lebih cepat," tutur George Hendrata dalam wawancara dengan Bloomberg TV dikutip Tagar Kamis, 27 Mei 2021.

Rencana ini, membawa Tiket.com bergabung dengan perusahaan-perusahaan internet Asia Tenggara yang mempertimbangkan listing lewat mekanisme SPAC atau IPO untuk mendorong pertumbuhan. 

Fitur baruTiket.com berinovasi dengan menluncurkan tiket FLEXI yang memudahkan pelanggan. (Foto: Istimewa)

Sementara Traveloka pesaing lokalnya, sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk go public juga melalui penggabungan dengan Bridgetown Holdings, sebuah perusahaan cek kosong atau SPAC yang didukung oleh miliarder Richard Li dan Peter Thiel.

Sebelumnya Bloomberg melaporkan pada pekan lalu bahwa Tiket.com sedang dalam pembicaraan dengan COVA Acquisition Corp untuk kesepakatan yang akan memberi nilai pada entitas gabungan ini sekitar US$ 2 miliar atau sekitar Rp29 triliun (kurs Rp 14.300/US$).

Salah satu direktur Cova Acquisition adalah Pandu Sjahrir, yang merupakan komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain Pandu, Direktur Utama PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek Alvin Widarta Sariaatmadja juga menjadi dewan direksi COVA Acquisition.

Goldman Sachs Group Inc. diberi mandat menjadi penasihat Tiket.com yang berbasis di Jakarta menurut sumber yang mengetahui informasi ini. Sebagai bagian dari kesepakatan, Tiket.com dapat mengumpulkan dana sekitar US$ 200 juta atau Rp 2,9 triliun dalam investasi swasta dalam ekuitas publik, atau private investment in public equity (PIPE) itu atau yang sering menyertai merger SPAC.[]

Berita terkait
40 Hotel di Yogyakarta Gabung Fitur Baru Tiket.com
Kondisi yang tidak menentu selama pandemi Covid 19 membuat Tiket.com berinovasi dengan menghadirkan fitur baru, tiket Flexi namanya.
Saham Alibaba Meroket Pasca IPO di Bursa Hong Kong
Saham Alibaba melonjak dalam debut pertamanya di Bursa Saham Hong Kong, dengan diperdagangkan melonjak 6 persen menjadi 176 dolar Hong Kong.
Saudi Aramco Hanya Lepas 1,5 Persen Saham IPO
Saudi Aramco telah menerbitkan prospektus untuk penawaran saham umum perdana (IPO). Perusahaan ini hanya melepas 1,5 persen saham.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.