UNTUK INDONESIA

Teten Masduki: Hadapi Fintech, Koperasi Harus Berekosistem Digital

MenkopUKM mengatakan, di luar sana, ada sekitar 149 fintech terdaftar OJK. Agar bisa bersaing, koperasi harus masuk ke ekosistem digital.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto:Tagar/Kemenkop UKM)

Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengakui, rendahnya produktifitas dan daya saing UMKM masih menjadi problem klasik, sehingga tidak mampu bersaing di pasar. 

Pasalnya, para pelaku UMKM yang didominasi usaha mikro, masih melakukan kegiatan usahanya secara perorangan. Bahkan, dengan jumlah UMKM sebesar 99,9 persen, kontribusi terhadap PDB nasional hanya 60 persen.

Di luar sana, ada sekitar 149 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK. Jadi, agar bisa bersaing, koperasi harus masuk ke ekosistem digital.

"Untuk itu, koperasi bisa menjadi model bisnis di Indonesia dengan berbasis UMKM," tutur Teten, pada acara sarasehan Membangun Ekosistem Perkoperasian Nasional Dalam upaya Pemulihan Ekonomi, di Kampus Institut Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin), Jatinangor, Bandung, Jumat, 2 April 2021.

Dalam acara Dies Natalis Ikopin ke-39 tersebut, MenkopUKM mencontohkan sektor pangan (kedelai, beras, jagung, dan sebagainya) yang masih impor. 

"Produktifitas petani kita rendah karena usaha perorangan tidak bisa masuk skala ekonomi," tandas Teten.

Menurutnya, mayoritas petani kita memiliki lahan yang sempit, sehingga tercipta keterbatasan dalam hal kualitas dan suplai produk. 

"Lagi-lagi, dalam kondisi seperti itu, koperasi bisa mengkonsolidasi petani-petani berlahan sempit tersebut," sebut MenkopUKM.

Oleh sebab itu, koperasi bisa mengkonsolidasi usaha-usaha kecil tersebut menjadi skala ekonomi. 

"Kami sudah memiliki kajian terhadap produk buah pisang yang memiliki pangsa pasar bagus di luar negeri. Dimana untuk masuk skala ekonomi, harus berlahan paling sedikit 400 hektar," ujar Teten.

Selain itu, dengan korporatisasi petani, khususnya di sektor pangan, harus menggandeng Offtaker agar produk pertanian terjaga suplai dan kualitasnya. 

"Saya contohkan petani bawang di Brebes, yang sejahtera itu tengkulaknya, bukan petaninya. Fungsi tengkulak bisa digantikan koperasi. Koperasi yang harus membeli produk petani yang akan diserap Offtaker. Ini model bisnis yang sedang kita bangun," terang MenkopUKM.

Menteri Koperasi dan UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (Tengah). (Foto:Tagar/Kemenkop UKM)

Dalam kesempatan tersebut, Teten juga merujuk warung-warung milik rakyat takkan bisa melawan jaringan ritel moderen. Usahanya pun tidak akan berkembang. 

"Koperasi bisa mengkonsolidasi warung-warung tersebut dengan membangun semacam pusat distribusi," sebut MenkopUKM.

Teten pun mengajak koperasi-koperasi besar untuk masuk ke sektor produksi, seperti pertanian, kelautan, peternakan, dan sebagainya. 

"Bayangkan, kita masih impor susu, sedangkan kita punya banyak petani susu. Namun, masih berskala ekonomi rendah. Kita bisa konsolidasikan potensi itu lewat koperasi hingga masuk skala ekonomi," pungkasnya.

Menurut Teten, sudah saatnya mengubah pola Syarikat Dagang menjadi Syarikat Produksi, sehingga produk-produk UMKM bisa masuk rantai pasok global. 

"Disini, UMKM bisa terintegrasi melalui koperasi," tegasnya.

Teten juga mendorong koperasi untuk melakukan modernisasi dengan pola digitalisasi dalam melayani anggotanya. 

"Di luar sana, ada sekitar 149 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK. Jadi, agar bisa bersaing, koperasi harus masuk ke ekosistem digital," jelas MenkopUKM.

Dalam acara tersebut, turut hadir Rektor Ikopin Burhanuddin Abdullah yang mengapresiasi langkah dan upaya Menkop Teten dalam membangun ekosistem perkoperasian di Indonesia. 

"Saya melihat, MenkopUKM sedang membangun perekonomian dengan koperasi menjadi salah satu komponen utamanya," sebut Burhanuddin.

Namun, Burhanuddin juga mengakui bahwa untuk mewujudkan ekosistem tersebut, tidak bisa dilakukan dalam waktu sekejap. 

"Ada tahapan-tahapan yang harus diikuti. Dan Ikopin siap menjadi teman diskusi bagi kementerian guna mewujudkan itu," tandasnya.[]

Berita terkait
Teten Masduki: Kebangkitan KUMKM Kunci Pemulihan Ekonomi
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, kebangkitan UMKM dan koperasi merupakan kunci pemulihan ekonomi, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.
Profil Teten Masduki, Menteri Gagal yang Tidak Direshuffle
Pakar menilai Teten Masduki menjadi salah satu menteri Jokowi yang gagal dalam melaksanakan tugasnya. Namun, mengapa ia tidak terkena reshuffle.
Titik Rawan Penyimpangan di Kementerian Teten Masduki
Pengamat menilai, sistem penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro yang diprakarsai Menkop UKM Teten Masduki rawan penyimpangan.
0
Teten Masduki: Hadapi Fintech, Koperasi Harus Berekosistem Digital
MenkopUKM mengatakan, di luar sana, ada sekitar 149 fintech terdaftar OJK. Agar bisa bersaing, koperasi harus masuk ke ekosistem digital.