UNTUK INDONESIA
Tesla Model 3 Turun Harga Hadapi Pasar China
Tesla Inc, tengah mempertimbangkan untuk memotong harga sedan Model 3 produksi China sebesar 20 persen pada tahun depan.
Gigafactory Tesla yang terletak di Shanghai, China. (Foto: Bloomberg/Qilai Shen)

Jakarta - Tesla Inc, tengah mempertimbangkan untuk memotong harga sedan Tesla Model 3 produksi China sebesar 20 persen pada tahun depan. Langkah ini dianggap dapat memikat pembeli karena pasar kendaraan listrik terbesar di dunia sedang melambat.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis, 19 Desemeber 2019, pemangkasan harga ini bertujuan untuk menurunkan biaya agar dapat menekan merek lokal seperti NIO Inc. dan Xpeng Motor. 

Dalam perakitannya, Telsa Model 3 ini lebih banyak menggunakan komponen lokal dengan upaya menghindari upaya impor komponen yang dapat berpengaruh pada harga.

Tesla Model 3Tesla Model 3.  (Foto: Instagram/@tesla_model_3)

Chief Executive Officer (CEO) Tesla Inc, Elon Musk berharap pabrik yang terletak di Shanghai ini dapat memberikan harga terbaik bagi konsumen sehingga meningkatkan penjualan Tesla Model 3 di China. “Pabrik pertama di luar AS ini diharapkan mampu memberikan keunggulan atas BMW AG dan Daimler AG, termasuk menargetkan China dengan model Electric Vehicle (EV) baru,” kata Elon.

Bill Russo, pendiri firma konsultasi Automobility Ltd. yang berbasis di Shanghai juga turut memberikan tanggapan terkait ini. "Orang-orang berbelanja dengan harga, ini akan membantu menumbuhkan pangsa pasar kendaraan listrik. Selain itu juga akan memaksa produk yang bersaing untuk melakukan penyesuaian," katanya.

Tesla Model 3Tesla Model 3. (Foto: ANTARA News/Tesla Inc)

Pemotongan harga 20 persen ini akan menurunkan harga Model 3 menjadi 300.000 yuan atau sekitar Rp 600 juta. Sebelumnya Tesla Model 3 dibanderol dengan harga 355.800 yuan atau sekitar Rp 710 juta.

Xpeng, pabrikan otomotif lokal China mengatakan sedan produksi terbarunya yakni P7 akan dibanderol dengan harga 270.000 yuan hingga 370.000 yuan atau sekitar Rp 539 juta sampai Rp 639 juta. Sementara untuk kendaraan utilitas sport ES6 NIO, model termurahnya, dimulai dari 358.000 yuan atau sekitar Rp 715 juta.

Persaingan semakin memanas ketika pembuat Electric Vehicle (EC) di China harus berjuang melalui kemerosotan pasar kendaraan listrik selama berbulan-bulan yang disebabkan pemerintah China mengurangi subsidi penjualan mobil listrik.

Tesla Model 3Tesla model 3. (Foto: Instagram/@tesla_model_3)

Russo mengatakan pemotongan harga potensial menunjukkan Tesla menyadari persaingan. Langkah itu juga dapat berdampak pada penjualan awal perusahaan karena pelanggan bertahan dengan harga yang lebih rendah.

Sebagian besar pemotongan biaya bergantung pada baterai, yang biasanya merupakan bagian paling mahal dari mobil listrik. Tesla sendiri awalnya mendapat pasokan baterai dari Panasonic Corp Jepang, kemudian beralih ke pabrik LG Chem Ltd. Tesla juga membuat perjanjian untuk menggunakan baterai dari Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. di Cina tahun depan.

Sementara itu, Tesla telah membuat persiapan akhir untuk memulai pengiriman dari pabriknya di Shanghai. Bulan ini, otoritas China mengungkapkan bahwa Model 3 yang dibangun secara lokal akan memenuhi syarat untuk subsidi negara setinggi 24.750 yuan atau sekitar Rp 49 juta per mobil. []

Berita terkait
Sistem Autopilot Tesla Model 3 Kerap Picu Kecelakaan
Teknologi bantuan pengemudi autopilot (swakemudi) yang terdapat di Tesla Model 3 sering memicu kecelakaan.
Saham Tesla Capai Level Tertinggi Sejak Februari 2019
Membaiknya kinerja di triwulan ketiga 2019 mendongkrak saham Tesla, yang melonjak 17 persen, level tertinggi sejak Februari 2019
Tesla Termurah Hadir di Indonesia, Tertarik Beli?
Importir Prestige Motorcars resmi mendatangkan mobil Tesla Model 3 ke Indonesia. Model itu tipe termurah di kelas Tesla yang berbanderol mahal.
0
Corona Belum Berdampak bagi Jemaah Umrah Siantar
100 jemaah umrah dari Kota Pematangsiantar diberangkatkan ke Arab Saudi.