Tengkorak Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Lutra

Warga pengungsian korban banjir Luwu Utara dikagetkan dengan penemuan mayat tinggal kerangka di perkebunan Kelapa Sawit. Ini identitasnya.
Polisi saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat di perkebunan sawit di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara. (Foto: Tagar/Polisi)

Luwu Utara - Warga pengungsi korban banjir bandang Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, dihebohkan dengan penemuan mayat, pada Minggu 9 Agustus 2020. Warga temukan mayat pria dengan kondisi tinggal kerangka tengkorak di area perkebunan pohon sawit.

Penemuan mayat pertama kali ditemukan oleh warga. Ia ditemukan sudah dalam kondisi mengenaskan, tinggal kerangka tengkorak.

Mayat pria yang ditemukan tinggal kerangka ini bernama Bahancik, 60 tahun. Dia merupakan seorang petani yang tercatat tinggal di Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.

"Penemuan mayat pertama kali ditemukan oleh warga. Ia ditemukan sudah dalam kondisi mengenaskan, tinggal kerangka tengkorak," kata Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal, Minggu 9 Agustus 2020, malam.

Syamsul Rijal menegaskan, jika mayat ini bukan merupakan korban banjir bandang. Melainkan, ia sempat selamat dalam peristiwa mengerikan yang menelan puluhan korban jiwa tersebut.

Menurut keluarganya, lanjut Syamsul Rijal, jika Bahancik meninggalkan tempat pengungsian pada 16 Juli 2020, lalu, atau 3 hari setelah banjir bandang. Korban pergi ke area perkebunan sawit dengan maksud untuk mengembala sapinya.

Namun hingga sore hari, Bahacik tak kunjung pulang. Kala itu, pihak keluarga sudah sempat mencari ke lokasi pengungsian, namun ia tidak ditemukan.

"Sejak korban menghilang, ia terus dicari oleh keluarganya. Tapi tidak ditemukan. Setelah hampir sebulan atau 25 hari menghilang, dia baru ditemukan. Sudah tinggal kerangka," jelasnya.

Pihak keluarga meyakini, jika mayat ditemukan itu adalah Bahancik. Karena pihak keluarganya mengenali barang-barang Bahancik, seperti pakaian atau switer, sarung, parang dan benda lain yang ditemukan di lokasi kejadian. Selain itu, keluarga juga meyakini jika uang sebanyak Rp 1 juta di lokasi kejadian itu, milik Bahancik.

"Keluarga korban dapat mengenali berdasarkan benda-benda yang ditemukan di lokasi kejadian dan menerima sebagai kematian yang wajar. Ia juga menolak diotopsi, sehingga langsung dikebumikan," katanya. []

Berita terkait
Warga Geger Ada Mayat Mengapung di Kali Opak Bantul
Warga Bantul digegerkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin perempuan yang mengapung di Sungai Opak Kecamatan Kretek.
Mayat Pria Tewas Mengambang di Laut Padang
Mayat pria ditemukan mengambang di peraian laut Kota Padang.
Sempat Terlihat, Mayat Pria Agam Hilang Lagi di Laut
Jasad pemancing asal Agam yang hilang di laut Tiku sempat ditemukan nelayan. Namun, kembali menghilang saat akan dievakuasi tim BPBD.
0
Permintaan Risma Kepada ASN Kemensos di Hari Lahir Pancasila
Mensos minta semua teman-teman di lingkungan Kemensos menegakkan integritas. Bayangkan bila kita salah mengetik angka bisa merugikan negara.