UNTUK INDONESIA
Tempat Rawan Kecelakaan Dihuni Makhluk Gaib di Bantaeng
Inilah tempat yang rawan kecelakaan yang dipenuhi cerita mistis di Kota Bantaeng Sulawesi Selatan
Ucapan selamat datang di kota Bantaeng. (Foto: Dok Kota Bantaeng)

Bantaeng - Setiap daerah biasanya memiliki titik-titik rawan kecelakaan yang dipenuhi cerita mistis orang-orang setempat. Begitu pula dengan kabupaten Bantaeng provinsi Sulawesi Selatan.

Pantauan Tagar, sepanjang poros mulai dari ujung barat yang berbatasan dengan kabupaten Jeneponto sampai ujung timur yang berbatasan dengan kabupaten Bulukumba sedikitnya terdapat lima spot menjadi titik rawan kecelakaan yang diduga karena pengaruh mahluk gaib.

Berikut kami rangkum informasinya mulai dari titik di perbatasan Jeneponto-Bantaeng

1. Tugu Selamat Datang

Bertempat di desa Bonto Jai, kecamatan Bissappu, kabupaten Bantaeng. Tugu berbentuk buah dan sayur ini berada di sebuah tikungan di jalan poros sekitar pelabuhan penyeberangan.

Tugu Selamat Datang BantaengPertigaan Tugu Buah yang konon dihuni oleh Kuntilanak Merah. (Foto: tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Area tersebut merupakan sebuah tikungan tajam yang mana di sisi selatannya berbatasan dengan laut. Sehingga apabila pengendara berada dalam keadaan tidak stabil memang akan sangat beresiko terjadi kecelakaan. Karena tikungan yang mengakibatkan pengendara kesulitan memprediksi jalur dan pengendara lain dari arah yang berlawanan serta angin laut yang sangat kencang. Beberapa kesaksian menyatakan angin dari laut berhembus seolah mendorong pengendara yang tidak berhati-hati.

Di sisi lain, cerita mistis yang dipercaya warga sekitar ialah adanya Kuntilanak Merah yang merupakan penunggu daerah perbatasan. Konon, Kuntilanak ini biasanya berjalan membentuk alur zigzag. Alhasil, hal tersebut akan sangat mengejutkan bagi pengendara yang melintas.

2. Pertamina Lamalaka

Lokasi berikutnya ada di depan pertamina dekat gerbang BTN Lamalaka, kelurahan Lamalakan kecamatan Bantaeng, kabupaten Bantaeng.

Kecelakaan tragis juga sering terjadi di sini, apalagi pada waktu menjelang magrib dan malam hari. Menurut orang-orang setempat yang pernah melihat, penunggu daerah tersebut adalah sosok yang sangat tinggi atau dikenal dengan Longga' dalam bahasa daerah setempat. Sedangkan jika diartikan kedalam bahasa Indonesia, Longga' artinya jangkung atau seseorang yang memiliki tinggi badan yang tidak wajar.

Pertamina LamakaGapura dekat pertamina Lamalaka yang sering dilalui Longga\', penunggu yang suka mengalihkan penglihatan pengendara sehingga terjadi kecelakaan. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

"Ada yang pernah kecelakaan karena dia liat jalanan ke arah sana, ternyata setelah kecelakaan baru dia sadar itu sudah persawahan bukan lagi jalan aspal. Kadang ada yang liat Longga' jalan sekitar sini, dekat gapura," ungkap Sandi, salah satu warga sekitar yang kerap kali membantu mengangkat motor pengendara yang kecelakaan. Biasanya motor tiba-tiba terjun ke sawah yang berada tepat di depan pertamina.

3. Pertigaan Tanetea

Selanjutnya adalah pertigaan tanetea kecamatan Pa'jukukang. Sebenarnya pertigaan ini cukup ramai karena berada tidak jauh dari lingkungan persekolahan, klinik serta puskesmas Pa'jukukang. Tepat dipertigaan juga ada pangkalan ojek, toko serta warung-warung makan sederhana.

Namun, tetap saja area mistis ini kerap mengambil tumbal nyawa berupa kecelakaan yang sangat parah sehingga mengakibatkan korban meninggal di tempat.

Pertigaan TaneteaPertigaan Tanetea yang rawan kecelakaan apalagi di waktu magrib. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Kata orang, tak jauh dari tikungan ada pohon asam tua yang dihuni sesosok anjing kampung yang berpostur tinggi besar. Sosok anjing tak kasat mata itu adalah wujud penunggu pohon asam tua sehingga tak ada siapapun yang saat ini berani menebang pohon tersebut.

Dalam waktu-waktu tertentu si penunggu pohon akan berjalan berkeliling di sekitar. Termasuk di pertigaan Tanetea. Namun tak ada siapapun yang bisa memprediksi kapan dia akan keluar. Setiap orang hanya diminta untuk selalu berhati-hati saat berada di sekitar daerah Tanetea, Pa'jukukang.

4. Depan kantor desa Pa'jukukang

Di antara semua titik rawan kecelakaan dengan kisah-kisah mistis di baliknya, yang paling jelas adalah cerita tentang pagar tembok di depan kantor desa Pa'jukukang.

Depan kantor desa Pa\'jukukangPagar kantor desa Pa\'jukukang yang selalu rubuh setiap kali diperbaiki. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Kantor desa ini juga berada di jalan poros, tepatnya di kampung Bakara, kecamatan Pa'jukukang kabupaten Bantaeng. Warga setempat menceritakan bahwa dulu ada sebuah pohon besar yang sudah sangat tua tepat di depan kantor. Kemudian sekitar tahun 2012, pada saat pelebaran jalan pohon tersebut harus ditebang.

"setelah pohon ditebang, sampai tahun 2017 sudah 3 kali hancur itu tembok. Setiap diperbaiki, pasti kecelakaan lagi. Ditabrak lagi sama mobil. Jadi sampai sekarang dibiarkan begitu saja," kata Sahar, salah satu warga kampung Bakara saat dijumpai Tagar, Jumat, 13 September 2019.

5. Ujung katinting

Lokasi terakhir adalah jalan poros Ujung Katinting. Di sisi kanan jalan ini merupakan tanah tandus yang sangat gersang. Sedangkan di sisi kanannya adalah pesisir pantai Marina.

Ujung katintingPoros Ujung Katinting yang sering terjadi kecelakaan, pada malam-malam tertentu penunggu dalam wujud seorang kakek tua biasa terlihat duduk di salah satu bahu jalan. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Rizka)

Beberapa kali kecelakaan maut juga terjadi di titik ini. Kabarnya, penunggu daerah tersebut adalah sosok kakek tua yang sangat sering menampakkan diri, duduk di sebrang jalan di atas sebuah batu kecil. Apalagi di waktu malam hari.

Baca juga:

Berita terkait
Kemarau Berkah Bagi Petani Rumput Laut Bantaeng
Musim kemarau membawa berkah bagi petani rumput laut di Kabupaten Bantaeng, sebab harga rumput laut meningkat drastis.
Kemendikbud Berkunjung ke SDN 5 Lembang Cina Bantaeng
SDN 5 Lembang Cina Bantaeng masuk dalam nominasi Lomba Budaya Mutu (LBM) tingkat nasional yang diselenggarakan Kemendikbud RI.
Pemkab Penajam Paser Utara Kaltim Studi ke Bantaeng
Pemkab Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, melakukan studi banding ke Kabupaten Bantaeng.
0
BNNP DIY Musnahkan Sabu-sabu Kurir Aceh 2,1 Kg
BNNP DIY memusnahkan sabu-sabu 2,1 Kg dari dua tersangka warga Aceh di Yogyakarta.