UNTUK INDONESIA
Tanpa Pengawalan Emil Dardak Nekat ke Madura
Pasca pembakaran Mapolsek Tambelangan. Wagub Jatim nekad ke Madura, ini alasannya.
Emil Dardak ngobrol bersama RKH. Muhammad Rofii Baidhowi. (Foto: Tagar/Adi Suprayitno)

Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak nekat datang ke Madura tanpa ada pengawalan pejabat negara. Padahal Polda Jawa Timur sudah merekomendasikan  untuk tidak masuk wilayah Madura yang masih berstatus siaga satu. Mengingat  sehari sebelumnya, Rabu 22 Mei 2019, di Sampang Madura terjadi pembakaran Mapolsek Tambelangan.

Kedatangan Emil di Madura untuk menghadiri haul RKH Abdul Hamid bin Itsbat di Banyuanyar, Pamekasan, Kamis 23 Maret 2019. Kehadiran wagub termuda ini langsung disambut ribuan hadirin dan para kiai-kiai Madura terutama KH. Muhammad Rofii Baidhowi, ulama kharismatik pengasuh Pesantren Al-Hamidy, Banyuanyar, Pamekasan.  

"Sebenarnya saya dapat masukan agar tidak masuk wilayah Madura yang berstatus siaga satu karena ini undangan kiai sepuh sebagai seorang santri dan pemimpin Jatim maka wajib untuk saya hadir," katanya di tengah-tengah para kiai.

Emil berharap pengembangan pembangunan Madura dapat didukung oleh kiai-kiai dan masyarakat dengan pembangunan suasana yang sejuk dan kondusif.

Emil mengaku suasana dirasakan sangat sejuk kalau komunikasi semakin baik dan semakin lancar. Emil yakin masyarakat di Madura akan menyampaikan pendapatnya secara kekeluargaan.

"Kami meyakini bahwa situasi di Pamekasan akan selalu terjaga. Meski ada riak-riak pasti akan segera berlalu dengan doa kita bersama," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Emil Dardak memanfaatkan kesempatan untuk memaparkan progres kepemimpinan Khofifah- Emil menjelang 99 hari kerja. Bahkan Emil juga memohon doa restu dan masukan kepada kiai sepuh untuk pembangunan Madura diantaranya aktifasi pelabuhan lama, pembangunan jalan, pengembangan garam, pengembangan Pantura Madura dan menjadikan Rumah Sakit Mohammad Noer sebagai rumah sakit rujukan warga Madura.

Mantan Bupati Trenggalek itu menegaskan, salah satu elemen penting dalam proses pembangunan Madura adalah para kiai-kiai. Maka atas dasar ini Emil sangat dekat dan melibatkan para kiai-kiai dalam proses pembangunan Madura.

Selain sowan kepada KH. Muhamad Rofii Baidhowi, Emil Dardak juga sowan ke kediaman pengasuh PP. Darul Ulum-Banyuanyar, KH. Muhammad Samsul Arifin yang juga sesepuh PPP.

Di kediaman KH. Muhammad Samsul Arifin, Emil Dardak didampingi langsung oleh putranya KH. Hasbullah Samsul Arifin. Duduk disamping Kiai, obrolanpun berjalan lancar.

Baca juga:

Berita terkait
0
Bantu Jokowi di Kabinet, Ini Jejak Tito di Banten
Tito Karnavian dulunya pernah memimpin Polres Serang, Banten. Dia menjabat selama tujuh bulan.