UNTUK INDONESIA
Tangkahan Raja, Pemandian Segar di Simalungun
Pemandian Tangkahan Raja berlokasi di Desa Bah Salak, Nagori Nagur Usang, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.
Lokasi pemandian Tangkahan Raja Bah Salak, Nagori Nagar Usang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (Foto: Tagar/Jonatan Nainggolan)

Simalungun - Pemandian Tangkahan Raja berlokasi di Desa Bah Salak, Nagori Nagur Usang, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Menuju ke lokasi wisata alam itu, dari Kota Pematangsiantar menempuh perjalanan sekitar 40 menit melintasi Jalan Medan.

Akses jalan masuk dari Simpang Sinaksak, Kabupaten Simalungun, sedikit terjal dan cukup menantang adrenalin para pengendara.

Jalan penuh batu kerikil dan melewati dingin serta sepinya kawasan milik salah satu perkebunan karet ternama sepanjang 8 kilometer.

Di sana, para pengunjung disuguhkan pemandangan air jernih yang bersumber dari gabungan tiga aliran air sungai. Di antaranya aliran Sungai Bah Salak, Sungai Bah Mali, dan Sungai Bah Ranggasan.

Sebelum jadi wisata alam, dulunya pemandian itu merupakan tempat pengerukan batu dan pengambilan pasir masyarakat setempat. Air dijadikan untuk mandi dan sebagai kebutuhan sehari-hari.

"Tahun 2019 kita mulai membuka ini dengan tokoh-tokoh masyarakat dan warga setempat. Ide itu dikembangkan semula membuat bendungan di aliran akhir air," ucap Pangulu Nagur Usang, Benson Damanik di lokasi, Minggu 19 Januari 2020.

"Sebenarnya pengunjung yang membuat ramai dan memperkenalkan tempat ini. Kita lihat dari postingan-postingan di media sosial dan video-video dari YouTube," sambungnya.

Mata kita dimanjakan dengan air yang turun langsung bagai air terjun

Atas sejumlah ide itu, Benson dengan dana pribadi dibantu dengan warga setempat menyulapnya menjadi indah. Di sekitar pemandian banyak ditanami pohon-pohon nan indah.

Pemandian Bah SalakLokasi pemandian Tangkahan Raja Bah Salak, Nagori Nagar Usang, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (Foto: Tagar/Jonatan Nainggolan)

"Kita bangun sedikit-sedikit, tangga-tangga pondasi dari batu, tempat (pondok-pondok) bagi keluarga yang mau bersantai untuk makan dan minum," ujarnya.

Disebut pemandian tangkahan raja, kata dia, adanya keberadaan pohon atau kayu raja yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi air pemandian.

"Menurut cerita rakyat dulu, ini kawasan hutan. Tak ada satu orang pun yang berani ke sini datang. Binatang-binatang banyak. Kalau disebutnya jahrahan atau angker," terangnya.

Setiap akhir pekan dan hari libur nasional, Tangkahan Raja Bah Salak dipadati wisatawan lokal. Di tempat itu, para pengunjung hanya dikenakan biaya kebersihan sekaligus parkir kendaraan Rp 5 ribu untuk dapat menikmati gemercik air yang berasal dari air kaki pegunungan itu.

Airnya tampak dangkal, hanya seperut orang dewasa pada umumnya. Untuk pengunjung yang hendak membawa anak-anak berenang ria, sangat aman di tempat itu. Ban bekas yang disewakan warga setempat juga alternatif sebagai wahana kenyamanan bermain anak.

Ferry Sihombing, 26 tahun, salah seorang pengunjung asal Pematangsiantar mengatakan objek wisata itu sangat berpotensi apalagi dengan airnya yang masih segar di tengah-tengah perkebunan. Ia berharap, pihak perkebunan agar memberikan perhatian untuk lebih lagi mengembangkan keindahan ciptaan Tuhan itu.

"Banyak yang belum mengetahui tempat dengan air yang jernih, alam hijau dengan udara yang segar ini. Kalau di tempat ini, mata kita dimanjakan dengan air yang turun langsung bagai air terjun," katanya.

"Air yang mengalir bisa langsung ke badan kita kalau kita mau. Badan terasa dikusuk-kusuk dan sangat bermanfaat," ucapnya.

Benson menambahkan, untuk sirkulasi air, setiap hari dilakukan. Satu orang penjaga setiap harinya bertugas pukul 19.00 WIB, membuka dan menutup bendungan guna keaslian dan kebersihan air setiap harinya. []

Berita terkait
Tabrakan 2 Motor di Simalungun, 3 Tewas 1 Luka-Luka
Tabrakan dua unit sepeda motor terjadi di Kabupaten Simalungun, merenggut tiga nyawa.
PN Simalungun Vonis Kakek Samirin 2 Bulan 4 Hari
Pengadilan Negeri Simalungun menjatuhkan putusan dua bulan empat hari kurungan dipotong masa tahanan kepada kakek Samirin.
Kakek di Simalungun Dibui 10 Bulan Karena Sisa Getah
Samirin, 68 tahun, warga Kabupaten Simalungun, harus mendekam di penjara karena mengutip sisa getah rambung.
0
Sebar Hoax Corona WNI Dihukum Penjara di Malaysia
Seorang perempuan WN Indonesiak Fui Lina, 31 tahun, dihukum satu minggu penjara dan didenda RM 1.000 (Rp 3,2 juta) karena sebar hoaks virus corona