Tak Ada Diversi Hukuman yang Menewaskan Pria di Gunungkidul

Polisi terus mendalami penemuan mayat penuh luka dan darah di pinggir Jalan Yogya-Wonosari. Jika pelakunya di bawah umur tetap dihukum maksimal.
Seorang pria ditemukan meninggal tergeletak awal di pinggir Jalan Jogja-Wonosari, Rabu, 11 November 2020. Dugaan awal korban pembunuhan. (Foto: Istimewa)

Yogyakarta - Polda DIY masih melakukan penyelidikan mendalam terkait tewasnya Sugiyanto, 50 tahun, di Jalan Yogyakarta - Wonosari tepatnya di Kalurahan Karangsari, Kapanewon Patuk, Gunungkidul. Jika korban meninggal karena kenakalan remaja di jalan atau korban klitih, polisi tidak akan memberikan hukuman diversi.

“Jika pelakunya di bawah umur, kami pastikan tidak akan ada proses diversi dan akan diproses tuntas,” kata Kabid Humas Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis, 12 November 2020.

Baca Juga:

Beredar informasi pria paruh baya yang tewas dengan kondisi mengenaskan ini akibat ulah kenakalan remaja atau klitih. Pelaku klitih biasanya menganiaya korban tanpa memiliki motif apa pun.

Sampai saat ini, Polda DIY bersama jajaran Polres Gunungkidul belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. "Apakah korban meninggal diduga akibat kenakalan pelaku klitih yang identik dengan anak-anak atau bukan, kami belum bisa menyimpulkan,” ucap Yuliyanto.

Jika pelakunya di bawah umur, kami pastikan tidak akan ada proses diversi dan akan diproses tuntas.

Meski begitu, pihak nya akan meminta jaksa untuk menuntut pelaku dengan seberat-beratnya. Sehingga vonis yang dijatuhkan oleh hakim kepada pelaku adalah hukuman maksimal. “Kami berharap jaksa menuntut pelaku dengan seberat-beratnya,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka terbuka pada di lengan kanan, lengan kiri, dada sebelah kanan dan dagu. Kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematiannya. “Apakah korban ini ditusuk, dibacok atau seperti apa kami belum tahu. Yang jelas ada beberapa luka terbuka lebarnya 5 sentimeter,” ucapnya.

Baca Juga:

Saat warga menemukan pada Rabu, 11 November 2020 dini hari, korban masih menggunakan pakaian lengkap beserta barang-barang korban masih berada di lokasi kejadian. Barang tersebut antara lain sepeda motor dan handphone. Namun begitu, pihaknya akan mencocokkan ketarangan para saksi dan keluarga korban.

Yuliyanto mengatakan, Polda DIY sudah melakukan olah kejadian perkara. Hal tersebut sebagian upaya untuk memaksimalkan pengungkapan kasus tersebut. "Polda DIY akan mem-back up penuh agar perkara ini segara mungkin terungkap. Kami juga berharap kepada masyarakat yang mempunyai informasi sekecil apa pun bisa menghubungi polisi,” ucapnya. []

Berita terkait
Kata Polda DIY soal Pria Tewas di Jalan Yogyakarta-Wonosari
Seorang pria ditemukan tewas penuh luka dan darah di Jalan Yogyakarta - Wonosari yang diduga korban pembunuhan. Begini penjelasan Polda DIY.
Pria Tewas Berlumur Darah di Yogyakarta Dugaan Pembunuhan
Seorang pria ditemukan meninggal tergeletak di pinggir Jalan Jogja-Wonosari, Yogyakarta. Dugaan awal korban pembunuhan.
Pertemuan Terakhir Istri dengan Suami Tewas Dianiaya Orang
Seorang pria ditemukan meninggal penuh luka dan darah di Sleman, Yogyakarta. Kata polisi, istri bingung karena suaminya pergi tidak membawa ponsel.
0
Kemendikbud: Pancasila Matpel Wajib SD - Perguruan Tinggi
Kemendikbudristek mengatakan Pancasila akan menjadi mata pelajaran wajib dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi dengan penerapan yang mudah.