Dugaan Penganiayaan, Jenazah Penuh Luka dan Darah di Sleman

Seorang pria ditemukan meninggal di Depok, Sleman, Yogyakarta. Pada tubuh korban ditemukan penuh luka dan darah. Diduga korban penganiayaan.
Seorang warga menunjukkan lokasi penemuan jenazah yang diduga korban penganiayaan (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah).

Sleman - Seorang pria ditemukan meninggal dunia di Lapangan Kentungan Dusun Kentungan RT.03 RW 48 Kelurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Polis langsung turun tangan mengusut perkara tersebut.

Kapolsek Depok Timur Komisaris Polisi (Kompol) Suhadi mengatakan, korban meninggal dunia dengan cara tidak wajar. Hasil penyelidikan sementara, muncul dugaan penganiayaan terhadap korban.

Pria mahas diketahui berinisial FA, 22 tahun, warga yang berdomisili di Kaliabu RT 03/13 Kecamatan Gamping, Sleman. Peristiwa penemuan jenazah dilaporkan pada Senin, 9 November 2020 pukul 06.00 WIB.

Baca Juga:

“Iya betul ada penemuan orang yang meninggal dunia di sekitar Lapangan Kentungan. Dugaannya karena dianiaya orang tapi kami belum tahu siapa pelakunya karena masih diselidiki,” kata Kompol Suhadi kepada wartawan di ruang kerjanya. Senin, 9 November 2020.

Ketika ditemukan, korban dalam posisi miring ke arah kanan menghadap ke selatan. Dengan ciri-ciri menggunakan celana jins warna biru dan badan tertutup selimut.

Dugaannya karena dianiaya orang tapi kami belum tahu siapa pelakunya karena masih diselidiki.

Selain itu, korban juga mengalami luka pada bagian pipi sebelah kanan, telinga robek dan luka-luka, mata lebam, pendarahan di sekitar telinga. “Indikasinya memang ada penganiayaan. Tapi lebih jelasnya nanti nunggu hasil dokter forensik,” ucapnya.

Baca Juga:

Penemuan mayat bermula, ketika salah seorang saksi Ngajiono, 60 tahun berencana membuka warung soto di kawasan tersebut sekitar pukul 05.30 WIB. Ngajiono melihat orang tergeletak di sebelah Lapangan Kentungan. 

Mengetahui korban tidak bergerak, selanjutnya saksi memberitahu warga lain dan melaporan kejadian tersebut ke Polske Depok Timur. Tak lama berselang, polisi datang untuk olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban.

Kepolisian menduga korban meninggal dunia sudah 3 sampai 4 jam sebelum ditemukan warga. Saat ini, jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kalasan, Sleman untuk dilakukan autopsi. []

Berita terkait
Kakek Meninggal Terpanggang di Sleman Hobi Bikin Api Unggun
Sebuah rumah di Sleman, Yogyakarta ludes terbakar bersama pria berusia 96 tahun. Kakek ini sepanjang hidupnya hobi membuat api unggun.
Kronologi Pria 96 Tahun Meninggal Terpanggang di Sleman
Seorang kakek berusia 96 tahun di Sleman, Yogyakarta, meninggal terpanggang di rumahnya yang dilalap si jago merah. Berikut kronologinya.
Tragis, Kakek 96 Tahun Meninggal Terpanggang di Sleman
Kebakaran rumah terjadi di Tridadi, Sleman, Yogyakarta. Kakek berusia 96 tahun meninggal terpanggang hidup-hidup dalam kejadian nahas tersebut.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.