UNTUK INDONESIA
Sungai di Korea Berwarna Merah Tercemar Darah Babi
Sungai di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara tercemar darah bangkai babi yang membuat warnanya berubah menjadi merah
Sungai di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara berubah menjadi berwarna merah setelah tercemar darah bangkai babi. (Foto: BBC News)

Jakarta - Sungai di perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara berubah menjadi berwarna merah setelah tercemar darah bangkai babi. Otoritas Korea Selatan telah memusnahkan 47.000 ekor babi dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus demam babi Afrika (ASF). Hujan deras menyebabkan daerah babi yang dibantai mengalir ke anak Sungai Imjin.

Seperti diberitakan dari BBC News, Selasa 12 November 2019, demam babi Afrika (ASF) sangat menular dan tidak dapat disembuhkan, dengan tingkat kelangsungan hidup mendekati nol persen untuk babi yang terinfeksi. Sejauh ini virus tidak berbahaya terhadap manusia.

Pemerintah menepis kekhawatiran bahwa darah yang mengalir ke sungai bisa menular ke hewan-hewan berisiko lainnya. Ditegaskan bahwa babi sudah didesinfeksi sebelum dipotong. Langkah darurat telah dilakukan untuk mencegah pencemaran lebih lanjut.

Kuburan BabiPenguburan bangkai babi di Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara. (Foto: Tagar/Karmawan Silaban)

Pemusnahan hewan babi yang kemungkinan tercemar virus ASF akan dilakukan selama sepekan. Setelah dipotong, bangkai-bangkai babi itu disimpan di dalam beberapa truk di sisi pemakaman dekat perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Kesulitan untuk mendapatkan pembungkus plastik yang membuat proses penguburan bangkai babi berjalan lamban.

Serangan wabah demam babi Afrika sejauh ini baru ditemukan di Korea Selatan. Namun berkembang spekulasi bahwa kasus demam babi Afrika ini pertama kali terjadi di Korea Utara pada Mei. Ada kabar sejumlah babi dikirim melalui zona demiliterisasi yang dijaga ketat (DMZ) yang memisahkan Korea Selatan dengan Korea Utara. Pihak Korea Selatan telah melakukan upaya besar untuk mencegah masuknya babi ke perbatasan.

Militer Korea Selatan diberikan wewenang untuk membunuh babi hutan liar yang melintas perbatasan. Meskipun telah dilakukan pencegahan, Korea Selatan melaporkan kasus demam babi Afrika pertama kali terjadi pada 17 September 2019 dan sekarang sudah ada 13 kasus. Di negara ini ada sekitar 6.700 peternakan babi.

Sebagian besar negara di Asia sudah terpapar wabah demam babi Afrika, termasuk China, Vietnam dan Filipina. Di China sekitar 1,2 juta babi telah dimusnahkan.

Berita terkait
381 Bangkai Babi di Medan Dikubur dalam Lima Lubang
Sebanyak 381 ekor bangkai babi di Kota Medan, dikubur di lima lubang dengan panjang 10 meter dan lebar satu meter.
Danau Toba Jangan Dicemari Bangkai Babi
Virus hog cholera menyerang dan menyebabkan banyak ternak babi mati di kawasan Danau Toba termasuk Kabupaten Humbahas.
Fakta-fakta Ribuan Babi Mati Mendadak di Sumatera
Berikut sederet fakta di balik peristiwa ribuan babi mati mendadak di Sumatera Utara.
0
Polda DIY Buru Pelaku Teror Molotov di Sleman
Polda DIY memburu pelaku teror molotov di Sleman. Sampai saat ini tiga kasus teror molotov di Sleman belum terungkap.