UNTUK INDONESIA
Puluhan Babi Mati Mendadak di Tapanuli Selatan Sumut
Puluhan ekor babi milik warga mati mendadak di dua kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Ternak babi milik warga Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mati mendadak diduga terkena penyakit hog cholera. (Foto: Tagar/Andi Nasution).

Tapanuli Selatan - Diduga terkena penyakit demam babi klasik (hog cholera), puluhan ekor ternak babi milik warga mati mendadak di dua kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Dari informasi yang diperoleh pada Selasa 12 November 2019, ternak babi mati mendadak mencapai 70 ekor, terdiri dari 52 ekor di Kecamatan Angkola Selatan, dan 18 ekor induk dan anakan babi di Kecamatan Tantom Angkola.

Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Bismark Siregar menyebutkan, sampai saat ini berdasarkan laporan dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) kecamatan, ada sekitar 70 ekor ternak babi mati mendadak.

Peternak babi diimbau agar rajin membersihkan kandang babinya, sehingga bersih dan streril dari virus

"Dari laporan BPP kecamatan, dua hari sebelum mati, nafsu makan ternak babi tersebut berkurang. Selanjutnya tampak seperti kurang bergairah dan mati mendadak," katanya.

Atas instruksi dari Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M Pasaribu, kata dia, pihaknya mengarahkan peternak untuk menanam bangkai babi yang mati mendadak.

"Instruksi dari Bupati Syahrul M Pasaribu, agar para peternak tidak membuang bangkai babi ke sungai. Karena dapat mencemari air dan mengganggu terhadap warga yang menggunakan air sungai untuk cuci dan mandi," ujarnya.

Menyikapi temuan tersebut, Bismark mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, untuk memberikan vaksin kolera babi dan desinfektan untuk bio security kandang ternak babi.

"Sedangkan tindakan preventif lain adalah dengan sterilisasi kandang dan lingkungan di sekitarnya. Peternak babi diimbau agar rajin membersihkan kandang babinya, sehingga bersih dan streril dari virus. Sebab strerilisasi ini merupakan langkah antisipasi awal, karena belum diketahui apakah virus kolera babi bisa menjangkiti manusia sebelum adanya hasil laboratorium," terangnya. []

Berita terkait
Danau Toba Jangan Dicemari Bangkai Babi
Virus hog cholera menyerang dan menyebabkan banyak ternak babi mati di kawasan Danau Toba termasuk Kabupaten Humbahas.
Pemkab Dairi Diminta Serius Tangani Penyakit Babi
Penyakit ternak babi mewabah di Kabupaten Diari, olehnya itu pemerintah diminta untuk serius menangani penyakit yang mewabah ini.
Ratusan Bangkai Babi di Medan Segera Dikubur
Ratusan bangkai babi yang ditemukan di Danau Siombak, Kecamatan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, segera dikuburkan secara massal.
0
Haedar Nashir dan Strategi Menghadapi Radikalisme
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memaparkan strategi menghadapi radikalisme dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar UMY ke-14.