UNTUK INDONESIA
Sumbar Rawan Bencana, Anggaran BPBD Malah Dipangkas
Sumatera Barat kerap diterjangan beragam bencana yang hampir setiap tahun terjadi. Namun anggaran BPBD Sumbar 2020 dipangkas sebesar 30 persen.
Warga melihat kondisi jembatan rusak akibat banjir bandang di Nagari Pakan Raba\'a Tengah, Kecamatan KPGD, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Sabtu, 14 Desember 2019. (Foto: Antara/Iggoy el Fitra)

Padang - Anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) 2020 mencapai Rp 19,9 miliar. Angka tersebut merosot sekitar 30 persen dari Rp 31 miliar di 2019.

Ini bukan program-program pencitraan, namun program yang harus diaktualkan dan menyangkut keselamatan masyarakat.

Pemangkasan anggaran ini menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Sumatera Barat (Sumbar). Sebab potensi bencana di Sumbar terbilang tinggi dan selalu mengancam hampir seluruh wilayah.

Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Benny Utama, mengatakan bencana datang tidak terduga, baik terkait lokasi, waktu, dan bentuk bencananya. Seharusnya, pemerintah daerah bersungguh-sungguh dalam menghadapi bencana. Salah satunya tentu dengan menyiapkan anggaran memadai.

"Sumbar rawan bencana, mulai dari banjir, gempa, ancaman tsunami, gunung meletus dan lainnya. Seharusnya pemerintah daerah menambah anggaran kebencanaan, bukan malah dikurangi," katanya, Kamis 9 Januari 2019.

Senada dengan itu, anggota Komisi IV DPRD Sumbar lainnya, Desrio Putra, mengatakan anggaran BPBD Sumbar harusnya tidak dikorbankan meski di 2020 Sumbar menyelenggarakan sejumlah iven berskala nasional.

Dia mengaku prihatin dengan pemangkasan anggaran 2020 ini. Menurutnya, anggaran BPBD tidak boleh diotak-atik karena manusia tidak akan pernah tahu kapan bencana itu terjadi.

Desrio berharap, pemerintah daerah kembali menaikkan anggaran BPBD Sumbar pada anggaran perubahan 2020 mendatang. "Ini bukan program-program pencitraan, namun program yang harus diaktualkan dan menyangkut keselamatan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erman Rahman, mengatakan pemangkasan anggaran terjadi di tingkat TAPD. Hal ini merupakan dampak dari sejumlah iven nasional, seperti MTQ, Penas Tani, Harganas, da Pilkada yang juga berlangsung tahun ini.

"Idealnya anggaran BPBD Sumbar mencapai Rp 31 miliar. Kami berharap ada kenaikan anggaran lagi di perubahan," katanya. []


Berita terkait
Truk BBM Terbalik, Padang-Solok Lumpuh Tengah Malam
Truk pengangkut BBM terbalik di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di pendakian Sitinjau Laut, Kota Padang, Sumatera Barat.
Sungai di Sumbar Bakal Dilengkapi Alat Deteksi Dini
Setiap aliran sungai di kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) akan dipasang Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini.
Potensi Empat Calon Gubernur Sumbar Paling Populer
Empat nama bakal calon gubernur Sumatera Barat dinilai paling populer dan berpotensi bertarung di Pilkada 2020.
0
Covid-19 di 17 Negara Eropa Antara 11.000 - 200.000
Penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Eropa melanda semua negara bahkan di beberapa negara kasusnya jauh di atas jumlah kasus di China