UNTUK INDONESIA
Sumbar Bakal Punya Pusat Pemusnahan Limbah Medis
KLKH berencana membangun pusat pemusnahan limbah medis atau limbah B3 di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Siti Aisyah. (Foto: Tagar/Riki Chandra)

Padang - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) berencana membangun pusat pemusnahan limbah medis atau Bahan Berbahaya dan Beracun (limbah B3) di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar).

Selama ini pengolahan dibawa ke Jakarta, hal itu memakan ongkos besar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Siti Aisyah, pembangunan pusat pemusnahan limbah B3 dengan cara dibakar, direncanakan tahun 2020. Sebab kajian lokasi untuk pemusnahan sudah finish ditangani Sawahlunto dengan rekomendasi Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Andalas (Unand).

"Awalnya lima daerah yang diusulkan, kemudian mengerucut menjadi dua yakni Sijunjung dan Sawahlunto. Akhirnya Sawahlunto yang paling cocok dari hasil kajian tim peneliti dengan luas lahan mencapai 32 hektare," katanya, Rabu 27 November 2019.

Keseriusan membangun pusat pemusnahan limbah itu ditindak lanjuti rapat bersama perwakilan KLKH dengan Pemprov Sumbar yang dihadiri Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, pihak DLH Sumbar, dan dinas terkait lainnya pada Senin 25 November 2019 di Kantor Gubernur Sumbar.

Dalam pertemuan itu dijelaskan pembagian tugas masing-masing instasi. Mulai dari kajian Amdal, pembahasan lahan dan hingga dana dan pengelolaan.

"Jadi sudah ada pembagian tugas dalam program ini. KLKH minta tahun depan sudah jalan. Tapi tentu kami anggarkan dulu untuk Amdal, sementara pembebasan lahan kewenangan Kota Sawahlunto," tuturnya.

Menurutnya, Sumbar sangat butuh pusat pemusnahan limbah medis dengan cara dibakar tersebut. Sebab rumah sakit daerah yang ada di Sumbar mengeluarkan biaya besar dalam penanganan limbah medis.

"RSUP M Djamil saja satu tahun harus mengeluarkan Rp 2 miliar untuk limbah medis. Belum lagi RSUD Pariaman, Ahmad Muchtar Bukittinggi dan rumah sakit lainnya. Ini salah satu permintaan rumah sakit, mereka ingin segera dibangun," katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengatakan rumah sakit di Sumbar rata-rata menghasilkan 5,2 ton limbah B3 setiap hari. Menurutnya sangat perlu ada pusat pemusnahan agar limbah ini tidak tercecer kemana-mana.

"Selama ini pengolahan dibawa ke Jakarta, hal itu memakan ongkos besar. Ditambah lagi, adanya kasus limbah B3 dibuang sembarangan, ini sangat berbahaya untuk kesehatan," katanya. []


Berita terkait
Dua Buronan Korupsi Sumbar Dijebloskan ke Penjara
Dua terpidana buron kasus korupsi di Sumatera Barat ditangkap di Pulau Jawa.
Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Sawah di Padang
Puluhan hektare sawah petani di Kota Padang, Sumatera Barat, terserang hama wereng.
20 Hektare Lahan Pertanian Pessel Gagal Panen
Banjir yang melanda dua nagari di Kabupaten Pesisir Selatan menyebabkan 20 hektare lahan pertanian warga gagal panen.
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.