UNTUK INDONESIA
Sultan Putuskan 23 Maret Yogyakarta Belajar Online
Gubernur DIY Sri Sultan HB X akhirnya memutuskan 23-29 Maret siswa belajar di rumah atau online.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memberikan keterangan kepada wartawan di komplek Kepatihan Yogyakarta. (Foto: Tagar/Rahmat Jiwandono)

Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X akhirnya memutuskan kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai 23 Maret 2020 sampai 30 Maret 2020 dilakukan secara daring (online). Keputusan itu diambil seusai menggelar rapat dengan bupati dan wali kota Yogyakarta di Kompleks Kepatihan Yogyakrta pada Kamis, 19 Maret 2020 siang.

Sri Sultan HB X mengatakan, mulai 23-30 Maret 2020 murid belajar dari rumahnya masing-masing. Namun demikian, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk bisa dijadikan bahan evaluasi apakah murid benar-benar belajar di rumah. "Kalau belajar online berjalan efektif dan memang perlu ditambah masa belajar di rumahnya maka hal itu bisa dilakukan," ucapnya.

Ngarsa Dalem, sebutan Sultan, menegaskan jika KBM secara daring ternyata tidak berjalan efektif maka pemerintah tidak akan memperpanjang masa belajar di rumah. Oleh karena itu, diperlukan kontrol dari kebijakan tersebut, sehingga murid benar-benar belajar di rumah dan tidak bepergian kemana-mana. "Jangan sampai para murid justru jadi turis dan berwisata," katanya.

Raja Keraton Yogyakarta ini mengungkapkan selama KBM secara daring guru tetap datang ke sekolah namun muridnya di rumah. Hal itu dilakukan tujuannya untuk mengurangi risiko penularan virus Corona atau Covid-19 di Yogyakarta.

Jangan sampai para murid justru jadi turis dan berwisata.

Meski begitu, Sultan berharap masyarakat tidak menganggap KBM online sebagai libur sekolah. "Lho iya tapi harapan saya dengan cara itu murid betul-betul tinggal di rumah, tidak pergi ke tempat lain karena ini bukan libur, tapi belajar di rumah," kata dia.

Kepala Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Tekkomdik) DIY, Edy Wahyudi menyatakan, salah satu platform yang bisa digunakan untuk belajar online adalah Jogja Belajar Kelas yang sudah mulai diterapkan pada 2015 lalu.

Menurutnya, belajar melalui kelas maya mempercepat bahkan mempermudah proses KBM antara guru dengan peserta didiknya. "Ini sisi positif dari belajar secara daring," ujarnya.

Adapun tantangan yang dihadapi dalam KBM secara online yakni memindahkan kelas konvensional ke kelas maya. Pasalnya, untuk para guru yang usia lanjut dan tidak terlalu melek teknologi akan sedikit kesusahan. 

Oleh sebab itu, guru yang masih muda dan menguasi teknologi informasi (TI) diminta untuk memberikan pendampingan kepada mereka. "Guru yang mengerti TI akan mendampingi guru yang punya keterbatasan tentang TI," katanya.

Metode KBM secara teknis tidak melalui Video Conference (VC) karena akan membuat kuota boros. Jika guru menggunakan Jogja Belajar Kelas, guru nbisa mengunduh materi di kelas maya, sementara di kelas maya murid sudah siap. "Misal guru SD kelas 3 ya tetap akan mengajar murid kelas 3," jelasnya.

Pihaknya mengklaim sudah siap menyelenggarakan KBM online berbekal bandwidth berkecepatan 200mb per detik. Secara teori sudah cukup dan juga memperbaiki server yang ada termasuk UPS. Dari sisi kelistrikan sudah menyiapkan genset. "Kalau tiba-tiba listrik padam sudah ada genset," katanya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Harapan Sultan Usai Yogyakarta Punya Alat Cek Corona
BBTKLPP Yogyakarta kini memiliki alat pemeriksaan sampel darah dan swab bagi orang yang diduga terkena Covid-19.
Alasan Sultan Belum Tetapkan Yogyakarta KLB Corona
Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberikan alasan mengapa Yogyakarta belum ditetapkan KLB Corona.
Kata Sultan soal Biaya Pasien Negatif-Positif Corona
Pasien Corona tak di-cover BPJS Kesehatan. Namun, tak perlu khawatir, pasien negatif dibiayai pemerintah daerah, pasien positif dibiayai pusat.
0
Potensial Perempuan Terjun Dunia Politik di Aceh
Keterlibatan kaum perempuan di dunia politik sebagai pendukung demokrasi sangatlah potensial di Banda Aceh.