UNTUK INDONESIA
Sukses Pemilu 2019, PKB Menatap 3 Pilkada Yogyakarta
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menuai hasil positif di Pemilu 2019, termasuk di Provinsi Yogyakarta.
PKB. (Foto: Istimewa)

Yogyakarta - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menuai hasil positif di Pemilu 2019, termasuk di Provinsi DIY. Kini Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DIY menatap tiga pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Provinsi DIY, yakni Kabupaten Bantul, Sleman dan Gunungkidul. Tiga kabupaten ini menggelar Pilkada pada 2020 nanti.

Wakil I Ketua Dewan Syuro PKB DIY Sukamto menegaskan, PKB hampir pasti mencalonkan kader terbaiknya, terutama di Pilkada Sleman dan Bantul. Di dua kabupaten tersebut, PKB sudah mengantongi nama yang bakal diusung.

"Di Pilkada Bantul, kita sepakat mencalonkan Abdul Halim Muslih. Di Pilkada Sleman, PKB mencalonkan Agus Sulistiyono," kata Sukamto di DPRD DIY Jalan Malioboro Yogyakarta, Senin 10 Juni 2019.

Abdul Halim Muslih merupakan Ketua DPC PKB Bantul yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Bantul. Sedangkan Agus Sulistiyono merupakan Ketua DPW PKB DIY dan dua periode (2009 - 2014 dan 2014-2019) sebagai anggota DPR RI. Pada Pemilu 2019, Agus Sulistiyono kembali maju. Namun, kalah suara dengan Sukamto.

Baca juga: Ifan Seventeen, Caleg PKB Gagal Jadi Anggota DPR

Sukamto mengungkapkan, di Pilkada Sleman mengusung Agus Sulistiyono sudah melalui pertimbangan. Setidaknya Agus Sulistiyono dianggap memiliki memiliki pengalaman dua kali sebagai anggota DPR RI, sudah sangat pantas sebagai eksekutif atau kepala daerah.

"(Mengusung Agus Sulistiyono) memang belum resmi ya, tapi ini sudah kesepakatan arus bawah PKB. Sekitar 200 kader saya di Sleman juga sepakat mendukung Agus Sulis," ujar Sukamto.

Wakil I Ketua Dewan Syuro PKB DIYWakil I Ketua Dewan Syuro PKB DIY/Anggota DPRD DIY Sukamto (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)

Anggota DPRD DIY ini, untuk calon pendampingnya, PKB sedang mencari yang terbaik. Yang jelas harus berkoalisi dengan partai lain. "Koalisi dengan partai lain silakan. Keinginan saya nanti pasangannya dengan istri bupati Sleman (istri Sri Purnomo)," ungkapnya.

Sukamto mengatakan, istri bupati Sleman masuk kandidat pendamping Agus Sulis, tidak sekedar untuk mendongkrak suara. "Tapi biar ada kesimbanbungan pembangunan di Sleman. Karena biasanya kalau nanti yang menjadi bupati istrinya, suaminya tetap memantau memberi memberi masukan," jelasnya.

Lantas siapa pendamping Abdul Halim Muslih di Pilkada Bantul? Sukamto mewacanakan berpasangan dengan Joko Purnomo. Dengan kata lain, PKB akan berkoalisi dengan PDIP karena Joko Purnomo merupakan kader PDIP. Joko Purnomo sendiri merupakan Anggota DPRD DIY dari Dapil Bantul Barat. Pada Pemilu 2019 ini, Joko Purnomo kembali terpilih.

Sukamto mengungkapkan, jika koalisi PKB dan PDIP terwujud bakal menjadi kekuatan hebat di Bantul. "Kalau Nahdliyin (warga NU) dan PDIP bergabung, luar biasa suaranya lho. Peluang menangnya besar di Bantul," tegasnya.

Sedangkan untuk Pilkada Gunungkidul, PKB masih menggodok nama-nama yang dianggap mumpuni diusung. Nama yang mengemuka sementara ini ada Timbul Suryanto, caleg terpilih untuk DPRD Gunungkidul.

Di bagian lain, Joko Purnomo mengaku belum ada komunikasi formal dengan PKB perihal wacana untuk Pilkada Bantul. "Siapa yang diusung di Pilkada, bagi partai termasuk PDI Perjuangan kan ada mekanismenya," katanya.

Menurut dia, jika nanti partai memberi mandat kepadanya untuk maju di Pilkada, harus siap menjalani. "Sebagai kader partai, apa pun yang menjadi keputusan partai harus dijalankan. Tapi sejauh ini, belum ada obrolan soal itu," jelasnya. 

Baca juga: Menang di Jabar, PKB Aksi Sosial di Tasikmalaya

Berita terkait
0
Indika Foundation Penghargaan dari BMW Group dan PBB
Indika Foundation dari Indonesia berhasil meraih penghargaan BMW Group-UNAOC Intercultural Innovation Award.