UNTUK INDONESIA
Strategi Jokowi Memimpin Indonesia
Jokowi memiliki strategi tersendiri untuk memahami kekuasaan tidak dapat dibiarkan bebas tanpa adanya kontrol.
Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo memberikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7/2019). (Foto: Facebook/Presiden Joko Widodo)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki strategi tersendiri untuk memahami kekuasaan tidak dapat dibiarkan bebas tanpa adanya kontrol. Hal itu diungkapkan Akademikus Universitas Muhammadiyah Kupang Dr. Ahmad Atang, MSi. 

"Sebagai seorang demokrat, Jokowi memandang oposisi penting. Hal ini memberi makna bahwa kekuasaan tidak bisa dibiarkan bebas tanpa kontrol," kata Ahmad Atang di Kupang, Rabu, 17 Juli 2019, dikutip dari Antara.

Ahmad Atang mengemukakan hal itu saat memberikan pandangan seputar pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebutkan bahwa oposisi itu mulia.

Dalam penyampaian Visi Indonesia di acara Syukuran Nasional 2019, Jokowi menuturkan bahwa mendukung 'mati-matian' kandidat presiden boleh saja dilakukan. Namun jangan menimbulkan dendam dan kebencian.

Mendukung mati-matian kandidat boleh, dukung dengan militansi boleh. Menjadi oposisi itu juga mulia - Jokowi.

Menurut Ahmad Atang, sebagai seorang demokrat, Jokowi memandang oposisi penting. Hal ini memberi makna bahwa kekuasaan tidak bisa dibiarkan bebas tanpa kontrol, dan pada titik ini ia memberi ruang untuk dilakukan koreksi terhadap perjalanan pemerintahannya selama lima tahun ke depan.

Karena itu, ruang publik tidak hanya terbuka untuk yang berbeda secara politik, para pendukung loyal Jokowi juga punya hak untuk melakukan kontrol.

Selain itu, Jokowi juga memberi isyarat jika koreksi tidak didasarkan pada balas dendam politik, pembunuhan karakter melalui fitnah dan asal menuduh. []

Berita terkait
0
Masyarakat Nelayan Prioritas Khusus Pembangungan
Masyarakat nelayan, menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono, saat ini salah satu yang jadi perhatian khusus pemerintah