UNTUK INDONESIA
Stisip Yuppentek: Tangerang Live Perlu Tim Pendamping
Stisip Yuppentek sarankan Diskominfo Tangerang menggunakan tim pendamping untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi Tangerang Live.
Tangerang Live, aplikasi pelayanan online milik Kota Tangerang. (Foto: Tagar/instagram @tangerangliveroom).

Tangerang - Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPPM) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisip) Yuppentek memberi usulan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang khususnya Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo). Agar secepatnya menggunakan tim pendamping untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi Tangerang Live di masyarakat.

Menurut Sekretaris LPPM Stisip Yuppentek, Raden Budi Satriyo, bahwa aplikasi layanan masyarakat berbasis online tersebut masih sangat minim pengguna. Baru kalangan tertentu saja, belum menyeluruh sampai ke masyarakat luas.

"Dalam hal ini masyarakat harus terus diedukasi berkaitan dengan manfaat Tangerang Live, karena masih banyak masyarakat yang kurang faham tentang aplikasi ini," kata Budi kepada Tagar, Kamis 22 Oktober 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun LPPM Stisip Yuppentek saat menjalankan program Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada bulan lalu, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap aplikasi pelayanan online itu, akhirnya hanya membuat pengguna Tangerang Live menjadi pasif.

Tangerang Live, aplikasi pelayanan online milik Kota Tangerang. (Foto: Tagar/instagram @tangerangliveroom).

Padahal, kata Budi, ada banyak manfaat pelayanan yang tersimpan dalam aplikasi tersebut, misalnya pelayanan administrasi, lowongan pekerjaan, pengaduan masyarakat dan sebagainya.

"Setelah kami sosialisasikan, ternyata banyak yang antusias setelah dijelaskan manfaat dan kegunaan yang ada di Tangerang Live. Terutama berkaitan dengan UMKM, permodalan dan sistem belajar online," ucap Budi.

Dasar tersebutlah yang menjadi rujukan Stisip Yuppentek bahwa aplikasi Tangerang Live bisa produktif jika memiliki tenaga atau tim pendamping. Agar pengenalan dan pemahaman di masyarakat bisa tersampaikan.

"Maka saya katakan untuk memaksimalkan pengguna aplikasi Tangerang Live sangatlah diperlukan tim pendamping sosialisasi yang bergerak ke elemen masyarakat," sambungnya.

Budi mencatat, selama ini Diskominfo kurang melakukan monitoring pengenalan aplikasi tersebut. Apalagi kampanye aplikasi tersebut hanya terlihat dimedsos saja. Maka selanjutnya sangat diperlukan sebuah evaluasi yang berkelanjutan dari dinas itu sendiri.

"Karena selama ini menurut saya monitor dan evaluasinya yang agak kurang konsisten, jadi terkesan keberlansungan dan keberlanjutannya agak kurang bisa di pertahankan," ujarnya.

Sehingga akibat dari kurangnya monitoring dan evaluasi tersebut, budi menduga bahwa Diskominfo Kota Tangerang tidak memiliki data dan gagap dalam memahami pengguna aplikasi Tangerang Live di setiap wilayah Kecamatan yang ada di Kota Tangerang.

"Dugaan saya, mungkin karena kurangnya data yang valid dan mapping yg baik," kata Budi. [] 

Baca juga:


Berita terkait
Pemkab Tangerang Mutasi Pejabat Tanpa Sepengetahuan DPRD
DPRD Kab. Tangerang merasa dikangkangi oleh Pemkab terkait adanya mutasi pejabat yang terkesan diam-diam dan menjadi polemik.
Bantuan UMKM Di Kota Tangerang, Membantu Atau Mengancam
Subsidi untuk pelaku UMKM berupa uang tunai senilai Rp 2,4 juta telah menimbulkan kerumunan massa dan menjadi polemik baru.
Begini Perjuangan Cai Changpan Kabur dari Lapas Tangerang
Kronologi bagaiman Cai Changpan Napi asal Tiongkok yang berhasil kabur dari penjara dan alasan kenapa dia sanggup bertahan hidup di Hutan.
0
Tanggal Lahir Samaan dengan Jokowi, Neno Warisman: Apes
Neno Warisman menjawab singkat saat ditanyai Politisi Gerindra Fadli Zon, karena Neno dan Presiden Jokowi ulang tahunnya samaan tanggal 21 Juni.