UNTUK INDONESIA
Social Distancing Tak Halangi Aktivitas Atlet Menuju PON
Salah satu atlet cabang olahraga pencak silat Hanifan Yudani Kusuma mengatakan social distancing tidak mengganggu konsentrasinya di PON Papua 2020.
Hanifan Yudani Kusuma peraih medali emas ajang Asian Games 2018. (Foto: Instagram/hanifan_yk).

Jakarta - Sejak mewabahnya virus corona (Covid-19) di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat untuk menerapkan social distacing dengan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah sampai suasana kembali kondusif. Hal tersebut dilakukan guna menekan penyebaran virus yang semakin tak terkendali. Seluruh kalangan masyarakat merasakan dampak penerapan pembatasan sosial, termasuk atlet yang akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. 

Salah satu atlet cabang olahraga pencak silat Hanifan Yudani Kusuma mengatakan social distancing tak lantas jadi penghalang dirinya untuk tetap produktif dari rumah dan beraktivitas sebagaimana hari-hari biasanya.

Baca juga: Home Service Mitsubishi di Tengah Wabah Corona

Alhamdulillah kami tetap melaksanakan program di rumah sesuai arahan pelatih dan tetap monitoring seiring waktu persiapan PON 2020 Papua.

"Dengan adanya virus Covid-19 alhamdulillah untuk tanggung jawab kami sebagai atlet tidak ada halangan meski harus dikembalikan ke rumah masing-masing," Kata Hanif kepada Tagar, Kamis, 26 Maret 2020.

Hanif mengaku seluruh aktivitas latihan tetap berjalan sesuai arahan pelatih, termasuk segala persiapan menunju ajang PON 2020 yang akan berlangsung di Bumi Cenderawasih.

"Alhamdulillah kami tetap melaksanakan program di rumah sesuai arahan pelatih dan tetap monitoring seiring waktu persiapan PON 2020 Papua," ujar Hanif.

Semenjak mewabahnya virus corona, berbagai ajang pertandingan olahraga terpaksa diundur. Bahkan, beberapa di antaranya dibatalkan.

"Semua dibatalkan yang open termasuk multievent. PON belum diputuskan, World Champ di Serawak, Desember, semula Juni. Pertandingan open batal dan diundur," Kata Hanif.

Baca juga: Pengamat: Tes Virus Corona Harus Dilakukan di Daerah

Kendati demikian, peraih medali emas dalam ajang Asian Games 2018 ini berharap PON 2020 Papua tetap berjalan sesuai jadwal, yakni pada 20 Oktober-2 November 2020. 

Hanif juga berharap seluruh aktivitas dapat kembali normal seperti sedia kala. "Tidak perlu dikecewakan kita hanya berdoa, berdoa, (dan) berikhtiar, semoga ada jalan terbaik dan ikhlas atas ujian yang Allah berikan," kata atlet asal Jawa Barat itu.

Sementara itu, hingga Kamis sore, 26 Maret 2020, total pasien positif corona di Indonesia sebanyak 893 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 orang meninggal dunia, dan 35 orang dinyatakan sembuh. Atas perintah Presiden Jokowi, status keadaan darurat wabah Covid-19 diperpanjang hingga 29 Mei 2020 mendatang. []

Berita terkait
Pasar Ramai Vs Sepi di Yogyakarta di Musim Corona
Pandemi corona Covid-19 membuat kehidupan jungkir balik. Manusia makhluk sosial dipaksa di rumah. Namun, masih ada pasar ramai di Yogyakarta.
Aceh Tetapkan Status Tanggap Darurat Corona 71 Hari
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menetapkan status tanggap darurat skala provinsi penanganan virus corona selama 71 ke depan.
Penjelasan Mengurus SKCK, SIM, BPKB, STNK Saat Corona
Markas Besar (Mabes) Kepolisian RI (Polri) menyinggung soal pelayanan publik seperti pengurusan SKCK, SIM, BPKB, dan STNk di tengah pandemi corona.
0
Cerita Penggali Makam Pasien Virus Corona di Medan
Penjaga pemakaman khusus Mandailing di Medan bertutur tentang insiden penolakan pemakaman pasien corona.