Simulasi Tatap Muka di Jateng Sukses, Ganjar: Tambah Sekolah

Simulasi belajar tatap muka di tujuh sekolah di Jateng berjalan sukses. Gubernur Ganjar Pranowo akan menambah siswa dan sekolah tatap muka.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek pelaksanaan simulasi belajar tatap muka di sekolah di Temanggung belum lama ini. Simulasi belajar tatap muka di 7 sekolah di Jateng berjalan sukses. Ganjar akan menambah jumlah siswa dan sekolah percontohan tatap muka. (Foto: Humas Pemprov Jateng)

Semarang - Simulasi pembelajaran tatap muka di tujuh sekolah di Jawa Tengah dinilai berjalan sukses. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berancang-ancang menambah siswa di tujuh sekolah tersebut maupun menambah sekolah percontohan.  

Ganjar menyatakan pihaknya sudah melakukan evaluasi atas pelaksanaan simulasi kegiatan belajar mengajar tatak muka di tujuh sekolah tersebut. 

"Hasilnya cukup baik. Setelah dilakukan pengecekan, 97,4 persen ada dukungan orang tua, 95 persen pelaksanaan protokol kesehatan berjalan dengan baik dan 82 persen komunikasi antara orang tua dan guru berjalan baik. Memang tetap harus diperbaiki, agar capaiannya bisa 100 persen," kata Ganjar di Semarang, Rabu, 30 September 2020. 

Ganjar menjelaskan dari hasil evaluasi itu, terdapat beberapa temuan yang menjadi catatan. Di antaranya, ada tiga siswa di Temanggung yang tinggal di pondok pesantren, dan dua siswa di Wonosobo yang berangkat menggunakan angkutan umum.

"Solusinya sudah diambil dengan meminta mereka belajar jarak jauh. Nah temuan-temuan ini juga akan menjadi pertimbangan," tutur dia.

Beberapa sekolah lain juga kami persiapkan untuk melaksanakan simulasi ini.

Atas capaian itu, Ganjar menyatakan akan kembali melanjutkan simulasi tatap muka di tujuh sekolah tersebut. Bahkan, jumlah siswa yang mengikuti simulasi belajar tatap muka juga akan ditambah.

"Beberapa sekolah lain juga kami persiapkan untuk melaksanakan simulasi ini. Selain sekolah kita, ada juga sekolah luar yang mengajukan, di antaranya SMA Pradita Dirgantara Boyolali dan SMA Taruna Nusantara. Tapi kami minta prosentase siswanya harus terbatas dan simulasi harus ketat," tegasnya.

Penambahan jumlah siswa dan jumlah sekolah juga dengan mempertimbangkan status zonasi. Pun demikian dengan tujuh sekolah yang sudah melaksanakan simulasi, status zonasi menjadi pertimbangan utama di keberlangsungan kegiatannya. 

"Tentu semua mempertimbangkan zona, bahkan yang eksisting ini kalau terjadi zonanya naik, saya minta dicek ke Dinas Kesehatan atau Satgas tentang mikrozonasinya. Dicek apakah sekolah itu masuk zona merah, atau tempat tinggal siswanya yang masuk zona merah. Kalau itu terjadi, maka siswanya dilarang sekolah dan kalau sekolahnya berada di zona merah, ya ditutup dulu," beber dia.

Baca juga: 

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Padmaningrum menambahkan simulasi belajar tatap muka di tujuh sekolah yang ditunjuk akan dimulai lagi pada 5 Oktober mendatang. Jumlah siswanya akan ditambah 100 persen, dari jumlah awal yang mengikuti tatap muka.

Ia mencontohkan, di SMKN 1 Temanggung yang awalnya diikuti 72 siswa, pada tahap kedua nanti akan ditambah menjadi 180 siswa. Begitu juga di sekolah lain yang telah ditunjuk itu. 

"Selain itu, kami juga melakukan penambahan sekolah yakni di tiga SMK negeri di Jateng, baik di Semarang, Pati dan Purbalingga, serta SMA Pradita Dirgantara dan Taruna Nusantara. Kenapa kami pilih sekolah yang berasrama, karena lebih mudah dalam pengaturannya," imbuhnya.

Diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng menggelar simulai pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Parakan dan SMKN 1 Temanggung, kemudian SMAN 2 dan SMKN 2 Wonosobo, serta SMAN 2, SMKN 2, dan SMA Pius Kota Tegal. []

Berita terkait
7 Sekolah di Jateng Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah menyetujui uji coba belajar tatap muka di 7 sekolah di Temanggung, Wonosobo dan Kota Tegal.
Siswa Belum Terima Bantuan Kuota PJJ Segera Lapor ke Sekolah
Bantuan kuota internet tersebut akan diberikan kepada seluruh siswa dan guru, baik dari sekolah negeri maupun sekolah swasta.
Siswa Kudus Kerjakan Ujian Sambil Gembala Kambing
Haru. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, siswa SMP di Kudus ini mengerjakan ujian PTS sambil menggembala kambing.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan