Selama 9 Bulan, 853 Warga Aceh Barat Alami Gangguan Jiwa

Selama Januari-September 2020, Dinas Kesehatan mencatat 853 warga di Aceh Barat mengalami gangguan jiwa.
Ilustrasi Orang Gangguan Jiwa di Aceh (Foto: Tagar/Pixabay)

Aceh Barat – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat mencatat Jumlah Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) terhitung sejak Januari hingga September 2020 sebanyak 853 jiwa. Salah satu pemicunya ialah faktor narkoba.

“Jadi gangguan jiwa ini penyebabnya banyak, seperti kondisi alam (bencana alam), non alam seperti penyakit yang berkepanjangan, penggunaan napza atau narkoba, faktor sosial seperti konflik yang berkepanjangan dan yang terakhir faktor bawaan dari genetik,” katanya kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Aceh Barat, Wardian Saputra kepada Tagar, Senin, 12 Oktober 2020.

Jumlah itu kata Wardian total keseluruhan dari 13 Pusat kesehatan masyarakat di Aceh Barat. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2019 jumlah ODGJ sedikit menurun.

Karena tahun ini belum selesai jadi kami tidak bisa simpulkan secara menyeluruh untuk tahun 2020.

“Sedangkan di tahun 2019 itu berjumlah 868, tapi kan karena tahun ini belum selesai jadi kami tidak bisa simpulkan secara menyeluruh untuk tahun 2020,” katanya.

Dari total jumlah pasien ODGJ yang berada di wilayah kabupaten Aceh Barat tersebut dibagi menjadi tiga perawatan yaitu ada yang menjalani perawatan mandiri, perawatan parsial dan yang menjalani perawatan total care.

“Yang mandiri artinya dia sudah bisa melakukan semua aktivitas seperti minum obat sendiri tanpa adanya bantuan, kalau parsial itu dia sudah bisa berkerja juga tapi kadang kala harus diingatkan oleh keluarga untuk minum obat sedangkan yang total care itu semua harus dilakukan oleh keluarga,” katanya.

Untuk jumlah ODGJ yang menjalani perawatan mandiri pada tahun 2020 ini berjumlah 492 dan pasien ODGJ yang menjalani perawatan parsial berjumlah 247 dan yang menjalani perawatan total care berjumlah 128 jiwa.

Baca juga:

Kata dia, rata-rata pasien ODGJ yang sedang menjalani perawatan dan berada di wilayah Kabupaten Aceh Barat saat ini disebabkan oleh faktor sosial yang salah satunya adalah ekonomi.

“Kalau untuk perawatannya di rumah sakit itu tidak jauh beda dengan di Puskesmas, cuma yang pertama itu terapi farmakologi dan ada yang namanya terapi modalitas mereka nanti seperti aktivitas kelompok atau diskusi, mereka yang sudah kooperatif biasanya dikeluarkan,” ujarnya.

Faktor utama yang sangat berpengaruh dalam proses pemulihan atau kesembuhan pasien ODGJ ialah faktor lingkungan dan orang-orang terdekat pasien yang harus memberikan dukungan dan perhatian kepada pasien. [PEN]

Berita terkait
4 Warga Sumatera Barat Ketahuan Angkut 85 Kg Ganja di Aceh
Polisi menangkap 4 warga Sumatera Barat karena kedapatan membawa 85 kilogram ganja di Nagan Raya, Aceh.
Ratusan Nelayan Tidak Melaut, Harga Ikan Naik di Aceh Barat
Ratusan nelayan di Kabupaten Aceh Barat, Aceh tidak bisa melaut akibat cuaca buruk dan kurangnya pasokan minyak untuk kapal.
Demo Omnibus Law di Aceh Barat Rusuh, Mahasiswa Terluka
Seribuan mahasiswa di Aceh Barat mekakukan aksi demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja di depan Kantor DPRK Aceh Barat, Aceh.
0
Mengenal Program Pendidikan Kecakapan Kerja Kemendikbud
Program Pendidikan Kecakapan Kerja Kemendikbud bertujuan mengembangkan keterampilan kerja agar sesuai kebutuhan Industri dan dunia usaha.