Sejumlah Saham China Jatuh ke Titik Terendah dalam Lima Tahun Terakhir

Pasar melemah pada penjualan saham properti, yang juga tengah mengalami kemorosotan dalam penjualan real estat
Papan elektronik dari tempat pialang di Beijing menampilkan nilai penjualan saham di Shanghai pada 5 Februari 2024. (Foto: voaindonesia.com/AP/Andy Wong)

TAGAR.id - Sejumlah saham China jatuh ke titik terendah dalam lima tahun terakhir pada Senin (5/2/2024), setelah regulator berusaha memberi jaminan kepada para investor bahwa pihaknya akan menumpas manipulasi harga saham dan “penjualan cepat yang merugikan.”

Saham di Shanghai dan Shenzhen mengalami pasang surut antara mendapatkan kerugian besar atau keuntungan kecil sepanjang hari Senin (5/2/2024). Pasar melemah pada penjualan saham properti, yang juga tengah mengalami kemorosotan dalam penjualan real estat.

Komisi Peraturan Keamanan China (CSRC) mengadakan pertemuan pada hari Minggu (4/2) yang berfokus pada menjaga kestabilan pasar, lapor media pemerintah China. Sebuah pemberitahuan yang tercantum di situs web mereka ditujukan untuk menenangkan investor individu yang jumlahnya mencapai lebih dari separuh pada volume perdagangan.

Komisi tersebut berjanji untuk memberikan hukuman yang berat bagi para transaksi penjualan yang dilakukan oleh orang dalam dan sejumlah pelanggaran lainnya.

"Kita harus benar-benar mendengarkan suara dari para investor, merespons keresahan mereka dan melindungi hak mereka sebagai investor," tulis CSRC dalam pemberitahuan mereka.

Janji tersebut dibuat menyusul komentar dari berbagai pejabat tinggi terkait kebutuhan untuk mengembalikan stabilitas pasar.

Kepala dari unit kejahatan finansial dari Kejaksaan Tinggi China mengatakan dalam sebuah wawancara di Securities Times, harian miliki Partai Komunis China.

"Melindungi hak para investor adalah prioritas utama," ujar Zhang Xiaojin. "Kami akan terus meningkatkan upaya dari menindak kejahatan finansial di sejumlah area penting, dan menindak kejahatan yang mengganggu urutan pasar modal yang sesuai dengan hukum yang berlaku." (jm/ka/rs)/Associated Press/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Volkswagen Akan Beli 700 Juta Dolar AS Saham Produsen Mobil Listrik China Xpeng
Langkah itu tampaknya dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Volkswagen pada kendaraan listrik di pasar utamanya