UNTUK INDONESIA

Sejauh Apa Perjalanan Hingga Disebut Musafir?

Musafir adalah orang yang sedang melakukan perjalanan. Musafir tidak wajib puasa pada bulan Ramadan. Sejauh apa perjalanan hingga disebut musafir?
Ilustrasi Musafir. Dalam Islam dikenal istilah musafir, orang yang sedang melakukan perjalanan. Musafir tidak wajib puasa pada bulan Ramadan. (Foto: Tagar/Pexels/Anna Shvets)

Jakarta - Musafir tidak wajib berpuasa pada bulan Ramadan. Siapa yang disebut musafir, sejauh apa perjalanan hingga disebut musafir dan boleh tidak berpuasa. Sebelum menjawab sampai pertanyaan itu, mari kita pahami dulu dasar hukum musafir.

Dasar hukum musafir yaitu hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Muslim, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar melihat orang yang berdesak-desakan. Lalu ada seseorang yang diberi naungan. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, "Siapa ini?" Orang-orang pun mengatakan, "Ini adalah orang yang sedang berpuasa." Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Bukanlah suatu yang baik seseorang berpuasa ketika dia bersafar."

Walaupun demikian, tidak semua orang yang bepergian disebut musafir. Berikut ini hal-hal berkaitan kriteria musafir. 


Ukurannya Bukan Jarak, tapi Kebiasaan

Secara awam, pengertian musafir itu lebih didasarkan pada jarak. Jadi apabila seseorang melakukan perjalanan jarak dekat (dalam kota) dia tidak masuk kategori musafir. Sedangkan yang melakukan jarak jauh (luar kota) masuk kategori musafir. Ternyata pengertian itu kurang tepat.

Ukuran musafir tergantung pada ‘urf . 'Urf adalah adat atau kebiasaan yang dikenal masyarakat. Misalnya, bila ‘urf atau kebiasaan masyarakat di suatu tempat, sebut saja  Kota Jakarta, menganggap bahwa orang yang melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung adalah musafir, maka saat itu dia tidak wajib berpuasa.

Contoh lain adalah apabila 'urf (kebiasaan) orang Jakarta menganggap perjalanan seseorang dari Jakarta ke Bandung dianggap perjalanan jauh (safar), maka orang tersebut dianggap musafir. Jadi bukan dibatasi jarak.

Ketentuan tersebut juga ditegaskan ahli qiraat, Syekh Muhammad Musa Alu Nashr, "Orang yang membatasi jarak minimal dengan 80 km, tidak memiliki dalil yang tegas. Sehingga, permasalahan ini harus dikembalikan ke standar ‘urf. Bisa saja, misalnya, seseorang berjalan dengan mengendarai mobil selama satu jam, tapi ia tidak dianggap sebagai musafir sebab hanya berputar-putar di dalam kota. Kemudian, ada orang lain yang berjalan satu jam keluar dari kotanya dengan mobil, selama satu jam atau satu setengah jam. Jika masyarakat menganggapnya sedang bersafar maka ia disebut musafir, begitu pula sebaliknya." 


Kenapa Musafir Tidak Wajib Berpuasa?

Alasan utama seorang musafir tidak wajib berpuasa adalah karena dikhawatirkan saat waktu berbuka, mereka masih dalam perjalanan (safar) sehingga mereka tidak bisa mendapatkan tempat makan untuk berbuka puasa. 

Meskipun begitu, seorang musafir tetap harus membayar jumlah puasa yang ia tinggalkan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: "Dan barangsiapa sakit atau di dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu." (Al-Baqarah: 185). []


Baca juga





Berita terkait
Mahfud MD: Puasa Mengajarkan Mati Sebelum Mati
Menko Polhukam mengatakan, berpuasa adalah mencoba bersikap mati sebelum mati. Agar menahan hawa nafsu untuk tidak berbuat sewenang-wenang.
Amalan Doa 10 Hari Pertama Puasa Ramadan
Dalam kepercayaan Islam, 10 hari pertama bulan puasa Ramadan mempunyai makna khusus. Berikut ini 10 doa untuk keberkahan sepanjang Ramadan.
Amalan Rasulullah Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Dalam 10 hari terakhir bulan Ramadan ada amalan-amalan Rasulullah SAW yang istimewa yang tidak ia kerjakan pada hari lain. Bermakna bagi muslim.
0
Direkomendasikan, 11 Buah untuk Pengidap Darah Tinggi di Bulan Puasa
Direkomendasikan, 11 buah untuk pengidap darah tinggi pada bulan Ramadan agar bisa menjalankan puasa dengan lancar tanpa gangguan kesehatan.