Satu Tahun Jokowi - Maruf, Hinca: Utang Kita Mengkhawatirkan

Satu tahun memperingati pemerintahan Jokowi dan KH Maruf Amin, anggota Komisi III DPR RI Hinca IP Pandjaitan XIII menyoroti soal utang.
Hinca IP Pandjaitan saat berada di Kejaksaan Negeri Pematangsiantar, Sumut, 16 Oktober 2020. (Foto: Tagar/Facebook)

Jakarta - Satu tahun memperingati pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres KH Ma'ruf Amin, anggota Komisi III DPR RI Hinca IP Pandjaitan XIII menyoroti soal utang. 

Meski tidak menyebut angka secara jelas, Hinca menyebut bahwa rezim saat ini adalah rezim berutang. 

Menurut dia, presiden dan menteri keuangan boleh saja selalu menutupi soal utang dengan kalimat kasuistis di mana negara lain juga mengalami lonjakan utang.

Kata dia, salah satu keberhasilan kampanye Jokowi pada 2014 lalu dikarenakan 'janji manis' yang begitu terngiang dalam benak publik, yakni tidak mau utang. 

Hinca menyebut ada banyak jejak digital yang bisa ditelusuri oleh publik terkait janji dimaksud.

Baca juga: Utang Indonesia 404,7 Miliar USD, Apa Kata Pengamat?

"Nah, saya tidak mau berhenti pada persoalan pemenuhan janji tersebut. Sebab sudah secara nyata janji tersebut tidak terealisasi bahkan sejak periode pertama itu terjadi. Masalahnya adalah, utang kita hari ini cukup mengkhawatirkan. Utang kita terus meningkat, namun pertumbuhan ekonomi tersendat bahkan saat ini turun signifikan. Artinya, penggunaan utang kita tidak efektif," tukasnya, dalam siaran pers diterima Tagar, Selasa, 20 Oktober 2020.

Selamat ulang tahun yang pertama periode ke dua bagi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Dikatakannya, pandemi memang secara tidak langsung menyelamatkan muka istana dalam hobi rezim ini yang terus menumpuk utang. 

Defisit anggaran akibat pandemi membuat pemerintah mau tidak mau menambah utangnya.

Namun ini kata dia, berbahaya bagi pemerintahan yang akan mengambil estafet pergantian pimpinan di 2024 nanti. Beban berat menanti siapapun yang akan menjadi presiden di negeri ini.

Meminjam catatan INDEF, Hinca mengungkapkan, masing-masing kita sebagai penduduk Indonesia kini menanggung utang Rp 20,5 juta.

Angka ini bahkan diproyeksikan akan terus meningkat, sebab pada Kuartal II 2020 pertumbuhan ekonomi menurun hingga menyentuh level minus 5,32 persen.

Baca juga: Luhut Pandjaitan: Bank Dunia Puji Tata Utang Indonesia

Dan itu semua juga, imbuh dia, merupakan turunan akibat dari lambannya penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Selamat ulang tahun yang pertama periode ke dua bagi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Ada banyak kado yang diberi pada bangsa ini. Sayangnya tumpukan kado tersebut bukanlah hal yang menggembirakan bagi masyarakat, justru cemas dan takut yang menghantui. Jangan lupa, tidak hanya ekonomi yang alami resesi tapi juga demokrasi kita turut dalam bayang-bayang resesi bahkan menuju depresi," tandasnya. []

Berita terkait
Presiden Jokowi Susul Munir Jadi Nama Jalan di Luar Negeri
Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) diabadikan sebagai nama salah satu ruas jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Jokowi Pastikan Persiapan Piala Dunia FIFA U20 di Indonesia
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pemerintah telah memilih 6 provinsi sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan Piala Dunia U20.
Begini Jika Ahok Gantikan Jokowi
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok blak-blakan tentang sejumlah rencana seandainya dirinya menjadi presiden RI.
0
Gus Ami Andalkan Peran Perempuan Dongkrak Suara PKB
Ketua Umum Partai PKB bdul Muhaimin Iskandar atau yang sering disapa Gus Ami mengandalkan peran perempuan dongkrak suara PKB di Pilpres 2024.