UNTUK INDONESIA
Satu Pelamar Catam TNI di Sibolga Positif Rapid Test
Satu orang pelamar calon tamtama TNI di Kota Sibolga, Sumatera Utara, positif berdasarkan hasil rapid test.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga Firmansyah Hulu, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Binner Lumbangaol, Rabu, 22 April 2020. (Foto: Tagar/Dody Irwansyah)

Sibolga - Satu orang pelamar calon tamtama Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kota Sibolga, Sumatera Utara, positif atau reaktif berdasarkan hasil rapid test di Resimen Induk Kodam I/ Bukit Barisan Pematangsiantar pada 18 April 2020 lalu.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga Firmansyah Hulu, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Binner Lumbangaol kepada wartawan pada Rabu, 22 April 2020.

Informasi yang diterima, calon tamtama berinisial FH, 21 tahun, warga Kota Padangsidempuan, tiba di Kota Sibolga pada 13 April 2020.

Rapid test ini bisa positif karena covid, bisa juga karena infeksi yang lain

FH adalah utusan dari Komando Distrik Militer 0212/ Tapanuli Selatan yang mengikuti tahapan tes TNI Angkatan Darat di Markas Komando Resor Militer 023/ Kawal Samudera Sibolga.

Tim Dinkes SibolgaTim dari Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sumatera Utara, saat melakukan tracing terhadap kontak erat pelamar calon tamtama TNI. (Foto: Tagar/Dody Irwansyah)

"Jadi kita harus meluruskan informasi ini, benar apa tidak. Maka kami koordinasi ke Dinas Kesehatan Pematangasiantar, ternyata hasil rapid testnya mengatakan positif, bukan tes polymerase chain reaction (PCR). Rapid test ini bisa positif karena covid, bisa juga karena infeksi yang lain. Kita tunggulah nanti hasil test PCR-nya menyatakan positif atau tidak," kata Firmansyah.

Mengetahui FH sempat menginap di salah satu indekos di Kota Sibolga, pihaknya kemudian melakukan tracing atau melacak secara persuasif kepada warga yang sempat kontak dengan FH di sekitaran indekos tersebut.

"Begitu kami dapatkan informasi dimana yang berangkutan tinggal, kami lakukanlah pemantauan kepada seisi rumah dimana dia indekos ini. Kami dapatkan data ada tujuh orang di situ, dan sudah kita isolasi mandiri kepada yang bersangkutan," ucapnya.

Begitu juga dengan keluarga FH yang tinggal di Kota Sibolga, ikut isolasi mandiri walaupun pengakuan FH sudah tidak berhubungan dengan keluarga yang berada di Kota Sibolga.

"Ada familinya yang kita karantina, pengakuan yang bersangkutan ke kita bahwa dia ini sudah tidak berhubungan baik dengan keluarga ini, atas pengakuan ini kita juga tidak percaya 100 persen dan kita sarankan juga tetap isolasi mandiri," ungkapnya.[]

Berita terkait
Wali Kota Sibolga Dituduh Tak Serius Atasi Covid-19
Mantan Ketua DPRD Sibolga kecewa dengan kinerja Wali Kota Sibolga yang terkesan tidak serius menangani pencegahan dan penyebaran Covid-19.
Covid-19, Imigrasi Sibolga Batasi Pengurusan Paspor
Kantor Imigrasi Kelas II A Sibolga melakukan pembatasan pengurusan paspor untuk sementara waktu.
Mau ke Nias, Kesehatan 2 WNA di Sibolga Diperiksa
Keduanya sempat beristirahat di Hotel Dainang Sibolga, sebelum melanjutkan perjalanan ke Nias.
0
Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Jaga Daya Beli Masyarakat
Jokowi meminta pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran agar daya beli masyarakat lekas pulih.