UNTUK INDONESIA
Satu Pelaku Pembunuhan di Hutan Kota Bulukumba Masih Buron
Satu pelaku pembunuhan pemuda di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan masih buron. Ini identitasnya
Lima orang pelaku pembunuhan terhadap Jusran, 21 tahun, warga Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, berhasil diamankan anggota Resmob Polres Bulukumba. (Foto: Tagar/Resmob Polres Bulukumba)

Bulukumba - Kasus pembunuhan terhadap Jusran, 21 tahun, di Kawasan Hutan Kota Bulukumba, Kelurahan Terang-terang, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, terus berlanjut.

Pelaksana harian, Kepala Satuan Reskrim Polres Bulukumba, Ipda Muh Dasri mengatakan, pihaknya terus memburu inisial RE, yang ikut terlibat dalam pembunuhan warga Kecamatan Kajang, Bulukumba tersebut.

"Kami masih mengejar salah satu pelaku pembunuhan terhadap Jusran, berinisial RE. Dia merupakan penyebab terjadinya pengaiayaan berujung maut di Kawasan Hutan Kota Bulukumba pada Minggu 30 Agustus 2020 lalu," kata Ipda Muh Dasri, Sabtu 17 Oktober 2020.

Menurut dia, RE adalah pemilik masalah tersebut, dimana RE mengajak sejumlah orang atau pelaku untuk melakukan penganiayaan alias pengeroyokan terhadap Jusran. Yang kala itu korban bersama dengan kekasihnya sekitar pukul 22.30 wita.

Kami masih mengejar salah satu pelaku pembunuhan terhadap Jusran, berinisial RE.

"Untuk pelaku utama penikaman sudah kita amankan bersama dengan pelaku lainnya. Hanya RE yang masih kita kejar dan statusnya sudah dinyatakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Bulukumba," jelasnya.

Muh Dasri menjelaskan, untuk berkas lima orang pelaku lainnya telah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba, masing-masing Hendrik Yunandar alias Pindu, 21 tahun, Muh Rifaldi alias Aldi, 19 tahun, inisial GA, 16 tahun, RP, 15 tahun dan DS, 14 tahun.

"Kelima berkas tersangka minggu lalu kita sudah limpahkan alias tahap satu, kami juga masih menunggu dari pihak kejaksaan untuk melanjutkan pelimpahan tahap kedua, barang bukti dan tersangka," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pemuda berusia 21 tahun, Jusran, tewas mengenaskan usai dianiaya oleh sekelompok orang di Kawasan Hutan Kota Bulukumba, Kelurahan Terang-terang, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Minggu 30 Agustus 2020, pukul 22.30 wita.

Kapolres Bulukumba, AKBP Gany Alamsyah Hatta mengatakan, Jusran ini mengalami luka tusukan senjata tajam badik sebanyak dua kali, masing-masing mengenai pada bagian perut dan punggung belakang.

"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Sultan Daeng Raja Bulukumba dengan maksud diberikan perawatan medis. Namun tidak lama kemudiam, nyawanya tak tertolong dan Jusran dinyatakan meninggal dunia," kata Gany saat dikonfirmasi Tagar, Senin 31 Agustus 2020 lalu.

Gany menceritakan, penikaman berujung maut ini bermula ketika Jusran tengah memadu kasih atau pacaran dengan duduk-duduk bersama kekasihnya inisial IR, di lokasi yang dimaksud diatas.

Tak lama kemudian, sekelompok remaja datang dan menghampirinya. Mereka menginterogasi Jusran terkait keberadaanya bersama wanita di kawasan Hutan Kota Bulukumba.

Namun tanpa sebab, sekelompok pemuda langsung menganiaya Jusran hingga menikamnya sebanyak dua kali hingga tewas.

"Korban ini lagi pacaran dan didatangi oleh para pelaku. Kemudian korban ini ditanya-tanya soal apa diambil di sini (Hutan Kota). Tapi, korban hanya menjawab, jika ia hanya duduk-duduk saja. Dan setelah itu, pelaku marah-marah, kemudian menganiaya dan menikam korban," ucapnya. []

Berita terkait
Warga Bulukumba Dihantui Teror Busur dari OTK
Kondisi keamanan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mulai tidak aman. Ini penyebabnya.
Puskesmas Caile Bulukumba Ditutup, Ini Penyebabnya
Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Caile Kabupaten Bulukumba ditutup sementara. Ini alasannya.
Foto Bareng Paslon, Bawaslu Dalami Keterlibatan ASN Bulukumba
Seorang ASN di Bulukumba diduga melanggar netralitas karena berfoto bersama Paslon sambil meninjukkan empat jari sesuai nomor urut Paslon.
0
Kapolres di Papua Diminta Amankan Pilkada dan Pengumuman CPNS
Kapolda Papua memerintahkan Polres jajarannya untuk mengamankan Pilkada dan pengumuman CPNS di wilayahnya. Ini alasannya.