Satgas Tanggapi Soal Data Covid-19 Indonesia Diragukan

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 memastikan data serta analisis virus corona di Tanah Air akurat karena berasal dari pemerintah daerah
Isyarat petugas kesehatan yang mengenakan APD di ruang isolasi pasien Covid-19 usai pengambilan sampel usap, di IGD RS Persahabatan, Jakarta, 13 Mei 2020 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Willy Kurniawan)

Jakarta – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, memastikan data serta analisis virus corona di Tanah Air akurat karena berasal dari pemerintah daerah (pemda) dan diakumulasikan di bawah sistem data kesehatan yang dinaungi Kementerian Kesehatan. Meski demikian Wiku mendorong pemda untuk terus memperbaiki sistem dan pelaporan. Ghita Intan melaporkannya untuk voaindonesia.com.

“Untuk itu kami terus mendorong Satgas di seluruh daerah berlomba-lomba untuk memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan masing-masing, yang dilakukan secara paralel dengan upaya pemerintah pusat menjamin sistem data pusat dan daerah yang interoperable,” ujar Wiku dalam telekonferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, 5 Juni 2021.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku AdisasmitoJubir Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito di Jakarta, Kamis (25/3) mengatakan kasus kematian akibat corona di Indonesia turun, global naik (Foto: voaindonesia.com/Humas BNPB).

Wiku memaparkan hal tersebut menyusul adanya sebuah studi yang mengungkap bahwa kasus Covid-19 di Indonesia diperkirakan jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan secara resmi oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, sebagaimana dikutip dari Reuters. Dengan jumlah penduduk 270 juta, Indonesia mencatat 1,83 juta kasus positif. Padahal menurut data resmi, total kasus positif di Indonesia baru sekitar 0,7% dari jumlah penduduk.

1. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

Wiku mengklaim, berdasarkan data nasional yang ada, situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air sudah cukup terkendali. Hal itu, katanya, tercermin dari kasus Covid-19 yang sempat turun sebagai dampak dari penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara mikro yang sudah cukup efektif, sehingga kasus di tingkat mikro dapat dengan lebih cepat terdeteksi dan segera memperoleh penanganan.

“Oleh karenanya baik daerah yang saat ini mengalami krisis kasus untuk segera optimalisasi posko di desa atau kelurahan setempat. Saya juga meminta kepada masyarakat untuk dapat segera memeriksakan diri dan melakukan tes ke fasilitas kesehatan serta jangan memaksakan diri untuk beraktivitas maupun bertemu dengan orang lain apabila memiliki gejala Covid-19,” kata Wiku.

pengunjung jalan kakiPengunjung jalan kaki setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta menyusul keputusan pemerintah Indonesia untuk melarang turis asing masuk untuk mencegah penyebaran Covid-19 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Hal ini, ujarnya, penting untuk dipatuhi sebagai upaya pencegahan penularan yang lebih luas di lingkungan masyarakat. Pemerintah memastikan masyarakat berada dalam kondisi sehat, sebelum beraktivitas maupun bertemu dengan orang lain.

2. Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Dalam kesempatan ini, Wiku juga mengungkapkan rencana pemerintah untuk memperpanjang masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri. Hal ini, katanya, untuk mencegah kasus importasi menyebar di Tanah Air, dengan varian baru atau mutasi virus corona yang dikatakan lebih menular dan bahkan dapat menurunkan efikasi vaksin Covid-19.

“Pada prinsipnya mekanisme screening baik testing maupun karantina untuk masuk maupun keluar Indonesia terus dilakukan dengan baik,” katanya.

Demi mencegah importasi kasus, pemerintah Indonesia berencana menetapkan perpanjangan durasi karantina dari 5 x 24 jam menjadi 14 x 24 jam bagi pelaku perjalanan dari negara yang sedang mengalami krisis Covid-19. “Hal ini akan segera dirangkum dalam surat edaran (SE) terbaru, mohon menunggu rilis resminya,” ujar Wiku (gi/ah)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Kemenko Marves Jelaskan Soal 2 Juta Data Covid Belum Dientri
Berikut penjelasan Kemenko Marves mengenai 2 juta data covid-19 yang belum di laporkan.
0
Satgas Tanggapi Soal Data Covid-19 Indonesia Diragukan
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 memastikan data serta analisis virus corona di Tanah Air akurat karena berasal dari pemerintah daerah