UNTUK INDONESIA
Satgas Antimafia Bola Awasi Lima Klub di Jawa Timur
Satgas Antimafia Bola Polda jawa Timur akan memantau seluruh pertandingan lima klub yang bermarkas di Jawa Timur.
Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Ratulangi. (Foto: Tagar/Haris D Susanto)

Surabaya - Satuan tugas (Satgas) Antimafia Bola dari Kepolisian Daerah Jawa Timur, akan mengawasi seluruh pertandingan Liga 1 untuk wilayah Jawa Timur. Sebab, provinsi ini memiliki perwakilan klub terbanyak yang bertading di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Tecatat setidaknya ada lima klub mewakili Jawa Timur di Liga 1. Lima tim itu, adalah Persebaya, Arema FC, Persik Kediri, Persela Lamongan dan Madura United. Sementara untuk kompetisi ini akan digelar mulai 29 Februari mendatang.

Kami menyampaikan pada masyarakat bahwa kegiatan pertandingan bola Liga 1 di Jatim ini adalah kami awasi dengan ketat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pitra Ratulangi yang juga Ketua Satgas Antimafia Bola Polda Jatim mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan pihak PSSI Jatim. Hasilnya, apa yang dilakukan ini supaya pertandingan bisa berjalan fair tanpa ada match fixing atau pengaturan skor.

"Kami menyampaikan pada masyarakat bahwa kegiatan pertandingan bola Liga 1 di Jatim ini adalah kami awasi dengan ketat. Kami tidak menginginkan ada perbuatan perbuatan melawan hukum yang bisa mempengaruhi yang kaitannya dengan hasil liga 1," ujar Pitra di Mapolda Jatim, Jumat 21 Februari 2020.

Selain itu, Pitra juga mengingatkan para pihak untuk tetap bertanding dengan jujur. Apabila tidak, pihaknya akan menindak apapun bentuk pelanggaran yang ditemukan. Serta akan menindal tegas siapapun yang melanggar ketentuan pertandingan.

"Ya kami berharap tidak ada ya (kecurangan) mana kala ada oknum-oknum melakukan tindak pidana bertentangan dengan ini, tim kami sudah siap melakukan penindakan secara hukum, dan kami sudah menyiapkan personel kami untuk menangani itu. Kami harap itu tidak terjadi. Tapi manakala itu terjadi kami sudah siap tim penindak yang berkaitan tindak pidana dengan pertandingan," imbuh dia.

Pitra berharap pertandingan sepak bola yang merupakan hiburan favorit masyarakat bisa dimainkan dengan jujur dan bersih. Bukan dengan cara settingan atau hal lain yang dapat merugikan banyak pihak.

"Kami harap liga 1 ini dapat berjalan sebagaimana mestinya, jujur, bersih dan kami bisa menghasilkan putra putri kita aktlet sepakbola yang handal dan tangguh. Kemudian nanti kegiatan satgas ini, adalah kegiatan yang tertutup, dan kami akan mengawasi setiap pertandingan yang ada, yang berlangsung di seluruh Jatim ini," ujar Pitra.

Sementara itu, Wakil Komisi Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jatim, Makin Rahmat menyambut baik pengawasan Satgas Anti Mafia Bola Polda Jatim ini. Makin ingin pelaksanaan Liga 1 berjalan sesuai dengan regulasi.

"Di PSSI sendiri ada proses untuk ke sana (sanksi untuk pelanggaran atau kecurangan), baik itu nanti sidang di komisi disiplin (komdis) atau aturan-aturan dan itu kami pasti dipantau oleh FIFA," ucap dia.

Selain itu, Makin juga yakin dimulainya Liga 1 ini akan membawa persepakbolaan Indonesia bangkit. Dia optimis akan ada peningkatan prestasi, di level Asean maupun Asia. Terlebih Indonesia juga akan menjadi tuan rumah di pertandingan Piala Dunia U-20.

"Dan saya yakin dengan memulai ini insyaAllah target persepakbolaan Indonesia tidak lagi terpuruk di level bawah, tapi bagaimana ada peningkatan prestasi, setidaknya di level Asean, maupun Asia," ucap Makin. []

Berita terkait
20 Daerah di Jawa Timur Kesulitan Cairkan Dana Desa
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar meminta kepada daerah agar segera membuat Perbub terkait dana desa agar pencairannya tidak tersendat.
Gus Hans Tantang NasDem Buka Survei Pilkada Surabaya
Gus Hans kecewa adanya komentar dari NasDem jika survei elektabilitas dirinya di Pilkada Surabaya masih rendah
PN Surabaya Kabulkan Putri Berganti Jenis Kelamin
Selain mengabulkan pergantian jenis kelamin, hakim tunggal PN Surabaya juga menyetujui perubahan Putri Natasya menjadi Ahmad Putra Adinata.
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.