Waskita Karya

Saling Melobi Kursi Panglima TNI Jelang Pergantian Jabatan

Pemerhati Pertahanan dan Keamanan Nasional Robi Sugara mengatakan cara-cara yang dilakukan untuk menjadi Panglima TNI dinilai menjadi ambang batas.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono. (Foto: Tagar/Antara)

Jakarta – Pemerhati Pertahanan dan Keamanan Nasional Robi Sugara mengatakan cara-cara yang dilakukan untuk menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) dinilai masih menjadi ambang batas. Pernyataan ini merespons terkait perebutan kursi Panglima TNI oleh dua tokoh yang disebut-sebut penganti Hadi Tjahjanto. 

Dua tokoh tersebut merupakan Kepala Staf TNI, satu diantaranya Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono.

Andika Perkasa dan Yudo Margono disebut-sebut menjadi kandidat terkuat untuk memegang komando TNI. Mantan Kepala BIN Hendropriyono merupakan mertua Andika Perkasa di isukan melobi presiden Jokowi agar Andika Perkasa bisa menjadi Panglima TNI, pada tanggal 7 Mei 2021. 


Saya kira yang paling berpeluang Pak Yudo sebagai Kepala Staf Angkatan Laut sekarang tetapi juga tidak menutup kemungkinan bisa dari kandidat lain.

 

Robi SugaraRobi Sugara dan Cory Olivia. (Foto: Tagar/Selfiana)

“Tapi apapun itu tetap saja sejak reformasi untuk pengisian posisi Panglima TNI ditentukan oleh Presiden dan juga persetujuan DPR,” ujar Robi Sugara saat diwawancarai tim Tagar TV melalui kanal YouTube, Kamis,17 Juni 2021, yang dilihat Jumat, 18 Juni 2021.

Disisi lain Yudo Margono juga mendekati para seniornya di Angkatan Laut, yaitu mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Purnawirawan Bernard Kent Kondakh pada tanggal 23 Mei 2021.

Rubi Sugara mengatakan bahwa dalam sejarah sejak era reformasi orang-orang yang memang diajukan oleh Presiden sebenarnya selalu lolos, apa yang disusulkan namanya di DPR untuk dimintai persetujuannya. 

“Kalau bermanuvernya teralalu kuat mungkin saja nanti yang akan dipilih dengan matra yang sama dengan sebelumnya, dimana ini mungkin-mungkin saja terjadi,” ujarnya. 

Melihat cara kepemimpinan Presiden Jokowi, kata Robi, yang sulit sekali dibaca jadi bisa saja apa yang dilihat sekarang akan berbeda apa yang dipilih Presiden. Jika merunut dari rotasi atau perputaran dari masing-masing matra sering yang diunggulkan yaitu dari perwira angkatan laut. 

“Saya kira yang paling berpeluang Pak Yudo sebagai Kepala Staf Angkatan Laut sekarang, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bisa dari kandidat lain,” ujar Robi. 

Seperti yang kita ketahui, lanjut Robi, sebelumnya atas naiknya Andika Perkasa yang menjadi Kepala Staf Angkatan Darat yang banyak diduga peran Hendropriyono sebagai mertua juga berpengaruh.

“Skema yang menarik saat ini adalah posisi Pak Jokowi sekarang berada di tengah-tengah perjalanan pemerintahannya, yang berarti stabilitas politik tidak begitu mendadak ketimbang nanti menjelang Pilpres 2024,” ujarnya. 

Robi juga mengatakan posisi yang paling bisa untuk ditempatkan dalam posisi Panglima adalah Yodo Margono yang merupakan Kepala Staf Angakatan Laut. Terlebih sejak Presiden Jokowi mengatakan tentang poros maritim dunia, belum pernah Panglima TNI dijabat oleh matra Angkatan Laut. 

Namun, kata Robi, sejumlah pihak menilai bahwa Yudo Margono memiliki catatan minus setelah terjadinya peristiwa tenggelamnya kapal selam Nanggala 402, tetapi menurut para seniornya peristiwa tersebut bukan menjadi batu sandungan bagi Yudo Margono. 

“Walaupun begitu pak Yudo juga berhasil dalam mengkoordinir terkait kecelakaan pesawat Lion Air jika dibandingkan dengan tragedi pesawat Malaysia yang belum ditemukan, saat ia memimpin itu dia bisa menyelesaikan permasalahan tersebut,” ujarnya. []

(Selfiana)

Berita terkait
Pengamat: Laksamana Yudo Margono Layak jadi Panglima TNI
Pengamat Intelejen Pertahanan dan Keamanan Ngasiman Djoyonegoro mengatakan Yudo Margono layak menjadi Panglima TNI gantikan Hadi Tjahjanto.
Kharisma Andika Perkasa, Fadjar Prasetyo, Yudo Margono
Kharisma Kepala Staf TNI Angkatan Darat Andika Perkasa, Kepala Staf TNI Angkatan Udara Fadjar Prasetyo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Yudo Margono.
DPR: Andika Perkasa Cocok Jadi Panglima TNI
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mendapat banyak dukungan dari Senayan. Setidaknya ada enam parpol mulai mendorong.
0
Saling Melobi Kursi Panglima TNI Jelang Pergantian Jabatan
Pemerhati Pertahanan dan Keamanan Nasional Robi Sugara mengatakan cara-cara yang dilakukan untuk menjadi Panglima TNI dinilai menjadi ambang batas.