Rp 3,3 Miliar untuk Cegah Covid-19 di Ponpes Kudus

Pemkab Kudus menyiapkan anggaran Rp 33 miliar untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di 114 pondok pesantren (ponpes) di wilayahnya.
Santri pulang ke kediaman masing-masing di lapangan PR Jambu Bol, Kudus, beberapa waktu lalu. Saat ini Pemkab Kudus bersiap menghadapi gelombang kedatangan santri dengan menyiapkan Rp 3,3 miliar untuk pencegahan Covid-19 di lingkungan pondok pesantren (ponpes). (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Menghadapi gelombang kepulangan santri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) membuat rencana kerja belanja (RKB) senilai Rp 3,36 miliar. Anggaran ini nantinya digunakan untuk memfasilitasi upaya pencegahan Covid-19 di pondok pesantren (ponpes) selama pandemi.

Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron mengatakan ada banyak hal yang perlu disiapkan pemerintah jelang new normal dan gelombang kepulangan santri dari berbagai daerah di Indonesia ke pondok pesantren di Kudus.

Teknis pemulangan dan fasilitas kesehatan untuk antisipasi penyebaran covid di Kudus perlu disiapkan. Juga Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan akomodasi pemulangan untuk santri .  

"Pemulangan santri ke pondok harus dipersiapkan secara matang. Jangan sampai pondok pesantren menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kudus," kata dia, Selasa, 23 Juni 2020.

Karena itu, Komisi D DPRD Kudus membicarakan persoalan itu bersama Kesra, Kementerian Agama (Kemenag), BPBD, DKK, Dinas Sosial P3AP2KB dan BPPKAD, Senin, 22 Juni 2020. 

Jangan sampai pondok pesantren menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Kudus.

Dari rapat kerja tersebut, Bagian Kesra Pemkab Kudus telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,36 miliar untuk pengadaan fasilitas kesehatan di ratusan pondok pesantren di wilayah yang juga bejuluk Kota Santri ini.

"RKB sudah ada, ini Kemenag dan Kesra tengah melakukan proses verifikasi dan validasi datanya. Untuk selanjutnya dilakukan review oleh Inspektorat. Setelah itu Bupati Kudus akan mengeluarkan SK dan bantuan hibah ini akan disalurkan ke pesantren-pesantren," tutur dia.

Selain fasilitas ini, santri yang akan kembali ke pondok pesantren di Kudus juga akan mendapat fasilitas khusus. Berupa armada transportasi yang mengantarkan santri hingga ke lokasi pondok pesantren. Melalui fasilitas ini, diharapkan santri-santri Kudus tetap terjaga kesehatannya sampai lokasi tujuan.

"Kalau tidak ada sarana seperti ini, para santri biasanya pulang ke pondok naik bus. Di dalam bus, mereka berkontak dengan banyak orang. Di sini risiko terjadi penularan dan penyebaran covid," katanya. 

Staf Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kemenag Kudus, Abdul Qodir mengungkapkan anggaran Rp 3,3 miliar itu mencakup seluruh fasilitas kesehatan di 114 pondok pesantren di Kudus dengan 21 ribu santri, 2.205 ustad dan 286 pengasuh.

"Angka ini adalah hasil usulan yang diajukan 114 pondok pesantren di Kudus," katanya.

Secara rinci dia menyebut anggaran tersebut akan digunakan untuk pengadaan sejumlah sarana penunjang pencegahan Covid-19. Seperti alat pengukur suhu tubuh, wastafel portabel, alat semprot disinfektan, baju hazmat, sarung tangan, masker, hand sanitizer, face shield dan alat kebersihan.

Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus Sunardi mengungkapkan wacana pemberian JPS bagi santri masih dalam tahap pengkajin oleh pihaknya. Jika disetujui, tidak menutup kemungkinan para santri akan mendapatkan bantuan sosial (bansos) Covid-19 dari pemerintah.

"Bansos Covid-19 tahap satu dari APBD Kabupaten sudah kami salurkan, ada sekitar empat ribu penerima. Lalu tahap dua, akan kami salurkan bulan ini ke 19 ribu penerima. Jika itu disetujui, nanti masuknya di tahap tiga," tutur dia. []

Baca juga: 

Berita terkait
Nasib Pondok Pesantren di Kudus Selama Pandemi Covid
Rp 15,3 miliar anggaran penanganan Covid-19 di Kudus ternyata tidak pernah menyasar pondok pesantren. Lantas kemana duit pemerintah?
2500 Santri Ponpes Lirboyo Kediri Jalani Isolasi
Ponpes Lirboyo Kediri memberlakukan isolasi bagi santri selama 14 hari sebagai observasi kesehatan sebelum menjalani kegiatan belajar mengajar.
Santri Balik ke Ponpes Jawa Tengah Wajib Karantina
Aktivitas pondok pesantren (ponpes) di Jawa Tengah mulai normal. Gus Yasin meminta santri yang datang lebih dulu dikarantina 14 hari.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan