UNTUK INDONESIA
Rony Situmorang, Pembongkar Kasus Sembako Simalungun
Anggota DPRD Sumatera Utara Rony Reynaldo Situmorang menemukan sembako bantuan Pemprov Sumatera Utara ke Simalungun berkurang.
Rony Reynaldo Situmorang. anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi NasDem. (Foto: Tagar/Facebook Rony Reynaldo Situmorang)

Pematangsiantar - Pada Senin, 18 Mei 2020 sekitar pukul 10.00 WIB, anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi NasDem Rony Reynaldo Situmorang bersama rekannya Hj Hidayah Herlina Gusti Nasution dari Fraksi PKS ikut menyaksikan pembongkaran paket sembako bantuan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke Kabupaten Simalungun.

Saat mereka berdua tiba di Pematang Raya, ibu kota Kabupaten Simalungun, sudah delapan truk pembawa bantuan tiba. Masing-masing truk berisi 600-800 paket sembako.

Sesuai dengan keputusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara, setiap paket sembako bantuan senilai Rp 225 ribu, dengan rincian 10 Kg beras, 2 liter minyak, 2 Kg gula, dan 20 bungkus mi instan.

Kabupaten Simalungun sendiri direncanakan menerima sebanyak 78.659 paket sembako, dan memutuskan menerima bantuan secara langsung dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. 

Karena memang ada daerah lain yang memutuskan menerima transfer uang, lalu kemudian daerah dimaksud membelanjakan sendiri sembako yang akan dibagi ke warganya yang terdampak Covid-19.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara Riadil Lubis, Pemprov Sumatera Utara memberikan dua opsi kepada 33 kabupaten kota untuk menerima bantuan jaring pengaman sosial, yakni bentuk sembako yang langsung dikirim ke daerah dimaksud dan bentuk tunai yang ditransfer, di mana kemudian daerah dimaksud yang akan membelanjakan sembako.

"Sebanyak 13 kabupaten kota yang meminta transfer dan selebihnya sembako langsung dikirim," kata Riadil di Medan.

Kabupaten Simalungun salah satu yang memutuskan menerima sembako. Rony dan Hidayah kemudian melakukan pengawasan terhadap pendistribusian sembako tersebut ke wilayah daerah pemilihan mereka.

Setelah truk tiba, Rony meminta salah satu truk dicek ulang kesesuaian item produk, kualitas barang dan kesesuaian jumlah dan beratnya. 

Ada sebanyak 20 kardus sebagai sampel. Namun paket yang dibuka baru sebanyak lima kardus, ditemukan berat variatif, yakni beras 8,5 Kg hingga 9,5 Kg serta gula 1,75 Kg. Padahal seharusnya beras 10 Kg dan gula 2 Kg.

Rony saat itu dengan keras meminta bantuan itu dipulangkan. Saat itu hadir vendor pengadaan sembako dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara Zonny Waldi.

Kami juga ingin uang yang berasal dari rakyat itu, betul-betul digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat

Dalam unggahan video di dinding Facebook milik Rony, terlihat pria bertubuh tambun itu berdebat bahkan membentak seorang supplier. Saat itu seorang di antara mereka berdalih pekerjaan banyak dan waktunya mepet.

Spontan Rony membentak dengan menyebut, kalau tidak mampu melaksanakan pekerjaan jangan diambil. "Gimana, bagaimana, oh jangan diambil pekerjaannya kalau tak mampu. Ini uang rakyat ya..!" katanya dengan nada tinggi.

Rony Reynaldo SitumorangRony Reynaldo Situmorang bersama istri dan anak. (Foto: Tagar/Facebook Rony Reynaldo Situmorang)

Setelah perdebatan dan dinamika yang terjadi di lapangan, Zonni Waldi memutuskan menarik kembali truk berisi bantuan ke Medan.

Video di lokasi kejadian tersebut kemudian menjadi viral di media sosial dan media daring. Aksi Rony mendapat banyak pujian netizen dan warga Kabupaten Simalungun.

"Fungsi pengawasan tidak hanya untuk menerapkan sanksi, tapi juga dapat mencegah potensi pelanggaran terjadi. Kami tidak dalam posisi ingin menyalahkan atau mengambil keuntungan dalam kegiatan tersebut. Kami hanya ingin masyarakat yang saat ini tidak dapat bekerja dan kesulitan hidupnya, dapat menerima bantuan yang menjadi hak mereka sesuai peruntukannya. Kami juga ingin uang yang berasal dari rakyat itu, betul-betul digunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat," tulis Rony di akun Facebooknya menyertai unggahan video yang sudah ditonton ribuan orang.

Siapa Rony Reynaldo Situmorang? Dia merupakan anggota dewan dari Fraksi Nasdem daerah pemilihan 10, yakni Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu.

Pria kelahiran Kupang, 15 Desember 1982 ini, sebelumnya juga anggota DPRD Sumatera Utara pada periode 2014-2019. Saat itu dia juga dari dapil yang sama, yakni Kota Pematangsiantar-Kabupaten Simalungun dari Partai Demokrat.

Rony tidak utuh menyelesaikan periode 2014-2019, karena dia mundur dari Partai Demokrat, dan maju sebagai calon legislatif 2019 dari Partai NasDem.

Posisinya di DPRD Sumatera Utara digantikan Megalia Agustina. Pada Pileg 2019, Rony caleg nomor urut 3, dan dia memperoleh sebanyak 31.609 suara.

Mengulik lebih jauh sosok pria kepala plontos ini, tidak banyak data diperoleh dari website DPRD Sumatera Utara. Data di sana seperti tidak update, karena Rony masih tertulis sebagai anggota DPRD dari Fraksi Demokrat.

Data dari akun Facebooknya, Rony tertulis pernah mengecap pendidikan Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro dan jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia.[]


Berita terkait
Dalih Pemprov Sumut Sembako ke Simalungun Berkurang
Kepala Pusdalop Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Sumatera Utara angkat bicara mengenai kekurangan berat sembako ke Simalungun.
Bantuan Pemprov Sumut di Simalungun Dikembalikan
Bantuan pangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke Kabupaten Simalungun dipulangkan setelah jumlah dan kualitasnya tidak sesuai.
Akibat Corona, DPRD Sumut dari PDIP Tiadakan Reses
Karena situasi pandemi Covid-19, anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PDIP memutuskan tidak melaksanakan reses.
0
UU Minerba Ancam Kerusakan Tata Ruang Jatim
Revisi UU Minerba yang baru saja disahkan DPR bisa mengancam tata ruan Jawa Timur khususnya wilayah Selatan.