UNTUK INDONESIA
Ribuan Pupuk yang Ditimbun di Dairi Milik Produsen
Pupuk itu tidak akan bisa diambil, jika tidak ada realokasi. Sebaliknya, segera didistribusikan, jika ada realokasi.
Timbunan pupuk di gudang penyangga di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. (Foto: Tagar/Robert Panggabean).

Dairi - Ribuan ton pupuk subsidi yang ditemukan ditimbun di tiga gudang produsen saat inspeksi mendadak (sidak) Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, Kamis 26 September 2019 lalu, adalah milik produsen.

Alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Dairi, khusus dari PT Petrokimia Gresik, telah habis. Pupuk itu tidak akan bisa diambil, jika tidak ada realokasi. Sebaliknya, segera didistribusikan, jika ada realokasi.

Pupuk selalu disediakan di gudang penyangga. Hampir di semua kabupaten di Sumatra Utara. Itu untuk mempermudah distributor mengambil ke gudang penyangga terdekat, bilamana ada permohonan, dan sesuai dengan alokasi.

Hal itu dikatakan Wawan Arjuna, Staff Perwakilan Daerah Penjualan Sumatera Utara I PT Petrokimia Gresik, dikonfirmasi Tagar lewat sambungan ponsel, Jumat 27 September 2019 lalu.

Ditegaskan pria 31 tahun itu, per tanggal 26 September 2019, alokasi pupuk dari PT Petrokimia Gresik telah ditebus distributor 100 persen, kecuali petroganik. Distributor itu, CV Mutiara Agro Lestari, CV Pratama Karya dan PT Prima Tani.

Dipaparkan, pupuk yang telah ditebus 100 persen sesuai alokasi adalah, ZA 2.414 ton, SP-36 1.811 ton, Phonska 5.810 ton dan Petroganik ditebus 1.957 ton. Sisa alokasi petroganik, 84 ton, belum ditebus oleh CV Mutiara Agro Lestari.

Terkait adanya timbunan pupuk sebagaimana sidak Bupati Dairi, staff CV Manik Pratama Jaya, Anjur Simanjuntak, dikonfirmasi di kantornya, Jalan Merga Silima, Sidikalang, menegaskan pihaknya tidak menimbun pupuk.

"Gudang yang di Jalan Pakpak, benar bangunannya adalah milik Pak Manik. Itu disewa oleh PT Bhanda Ghara Reksa (BGR). Dijadikan gudang penyangga pupuk dari PT Pupuk Iskandar Muda. Tidak ada kaitannya dengan CV Manik Pratama Jaya (MPJ)," katanya.

Ditambahkan, Direktur CV Manik Pratama Jaya (MPJ) adalah Dedy Manik. Alokasi urea tahun 2019 sejumlah 1.983 ton, telah habis didistribusikan. Terakhir ditebus, awal September 2019.

Pupuk urea itu didistribusikan ke kios di empat kecamatan yaitu, Parbuluan, Siempat Nempu Hilir, Siempat Nempu Hulu dan Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi.

Yang di gudang, stok produsen. Jatah kami sudah habis. Kalau ada realokasi, kita siap tebus dan segera mendistribusikan ke kios

Sementara staff CV Pratama Karya (PK), Herti Tien Aritonang, juga menjelaskan bahwa alokasi pupuk mereka dari PT Petrokimia Gresik, telah habis didistribusikan awal september lalu.

"Phonska 1.933 ton, ZA 930 ton, SP-36 632 ton, petroganik 805 ton. Itu alokasi, sudah kita tebus dan didistribusikan ke kios di Kecamatan Berampu, Siempat Nempu Hilir, Lae Parira, Tigalingga dan Parbuluan," kata Herti.

Ditambahkan Herti, telah terjadi tiga kali realokasi jumlah pupuk. Kini, alokasi telah habis. "Kalau ada realokasi kembali, kita siap menyalurkan. Tidak ada pupuk kita timbun. Jatah sudah habis kita salurkan," tambahnya.

Terpisah, staff CV Mutiara Agro Lestari (MAL), Erik Simbolon dikonfirmasi lewat sambungan ponsel, terkait keberadaan timbunan pupuk sebagaimana sidak Bupati Dairi, menegaskan bahwa pihaknya tidak menimbun pupuk.

"Gudang yang di Panji, disewa PT Bhanda Ghara Reksa. Dijadikan gudang penyangga pupuk dari PT Petrokimia Gresik. Tidak ada kaitan ke kita dengan adanya pupuk di situ. Gudang itu disewa," katanya.

Ditambahkan Erik, alokasi untuk CV MAL, telah habis tersalur pada pertengahan September 2019. "Yang di gudang, stok produsen. Jatah kami sudah habis. Kalau ada realokasi, kita siap tebus dan segera mendistribusikan ke kios," katanya.

Dikatakan, wilayah kerja CV MAL, Kecamatan Sidikalang, Pegagan Hilir, Sumbul, Siempat Nempu, Silima Pungga-pungga.

Alokasi yang telah tersalur 100 persen, sesuai alokasi, ZA 1.044 ton, SP-36 522 ton, Phonska 1.879 ton dan Petroganik 697 ton. Sisa 84 ton, belum ditebus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Dairi, Herlina Lumban Tobing, dikonfirmasi via WhatsApp tentang tindak lanjut surat usulan realokasi pupuk Kabupaten Dairi, tidak memberikan jawaban.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Dairi menyampaikan surat ke Kementerian Pertanian dengan surat nomor 521.34/3992 tertanggal 5 September 2019, permohonan realokasi.

Hingga kini, tidak jelas jawaban atas surat tersebut. Padahal, pupuk dapat ditebus distributor dari gudang penyangga untuk disalurkan ke kios pengecer, bilamana ada kepastian realokasi.[]

Berita terkait
Ditemukan Ribuan Ton Pupuk Bersubsidi Ditimbun di Dairi
Hasil sidak, ditemukan 2.247 ton pupuk bersubsidi yang ditimbun di gudang produsen.
Tiap Hari 'Makan' Debu, Emak-Emak di Dairi Blokir Jalan
Puluhan emak-emak atau kaum ibu, kembali memblokir jalan lintas jurusan Bunturaja-Sidikalang, Kabupaten Dairi.
Hanya Dua Pekan, 35 Ha Hutan di Dairi Ludes Terbakar
Terjadi tiga kali kebakaran hutan di kawasan Danau Toba, tepatnya di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara.
0
David Becham Rayakan Ultah ke-45 di Rumah Pedesaan
Mantan pesebakbola sekaligus sosialita David Beckham tak pendek akal merayakan ulang tahunnya ke-45 di tengah pandemi corona.