UNTUK INDONESIA
Retribusi Pasar Naik, Pedagang Sibolga Menjerit
Wali Kota Sibolga menaikkan tarif retribusi pasar, pedagang pun mengeluh karena memberatkan mereka.
Sejumlah pedagang di Pasar Sibolga Nauli, Sumatera Utara. (Foto: Tagar/Dody Irwansyah)

Sibolga - Peraturan Wali Kota (Perwal) mengenai kenaikan tarif retribusi lahan serta biaya pengelolaan di sejumlah pasar di Kota Sibolga, dikeluhkan para pedagang karena dirasa memberatkan mereka.

Seperti dikatakan Pena, salah satu pedagang ayam potong yang telah berjualan tujuh tahun di Pasar Sibolga Nauli kepada Tagar, Rabu 4 Desember 2019.

"Yang kita keluhkan retribusi, biasanya lapak dikutip Rp 4 ribu per hari, kemudian kutipan sampah per Minggu Rp 5 ribu, sekarang menjadi Rp 2 ribu per hari, kemudian untuk lapak dagangan sekarang dikutip per meter, yang saya gunakan empat meter untuk lapak ayam, kalau dikalikan Rp 4 ribu sudah Rp 16 ribu per hari kalau per meter dihitung," kata Pena.

Boru Tumorang mewakili pedagang ikan basah juga mengeluhkan hal yang sama, mereka dikutip Rp 7 ribu per hari, karena menurutnya pengutipan retribusi tersebut tidak sesuai dengan penghasilan yang didapat.

"Jelas kami keberatan karena tidak sesuai hasil penjualan kita dengan tarif tersebut, apalagi sekarang ikan tak laku, sudah dua kali saya bayar kenaikan itu mulai dari Senin, sudah kita bayar Rp 7 ribu," ucapnya.

Dia tak pungkiri bahwa sebelumnya pihak pasar telah melakukan surat edaran Perwal tentang kenaikan retribusi lahan melalui spanduk yang ditempelkan di beberapa titik di pasar tersebut.

Kalau mereka tidak punya tanggapan, maka kami akan mengadakan aksi ke kantor wali kota

"Memang sudah ditempelkan sama dibuat spanduk di depan bahwa tanggal 2 Desember naik retribusi tetapi sebelumnya tidak ada sosialisasi langsung kepada kami," katanya.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota SibolgaKadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Sibolga Hendra Darmalius saat dikonfirmasi diruangan kerjanya. (Foto: Tagar/Dody Irwansyah)

Begitu juga dengan Bustanul Arifin, pedagang bumbu dapur sudah 20 tahun berjualan, dia dan pedagang lain akan melakukan aksi jika nanti surat yang dilayangkan ke Pemko Sibolga tidak direspons.

"Kami mencoba dulu melayangkan surat tertulis ke wali kota langsung sebagai pembuat Perwal, kemudian ke anggota dewan, kalau memang ada solusi dari mereka bahwa bisa dikaji ulang Perwal itu untuk apa kita aksi, tapi kalau mereka tidak punya tanggapan, maka kami akan mengadakan aksi ke kantor wali kota," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kadis Perindustrian dan perdagangan (Perindag) Kota Sibolga Hendra Darmalius mengatakan, Perwal yang baru ditetapkan tahun 2019 tersebut, bertujuan untuk meningkatkan PAD Sibolga yang mana tarif retribusi pasar sejak tahun 2012 dinilai jalan di tempat.

"Jadi hasil pembahasan kami dengan para stakeholder dan Perindag, bahwa 2012 itu tak ada kenaikan, kita diharapkan ada peningkatan PAD, karena adanya peningkatan PAD diharapkan adanya pelayanan untuk di pasar itu ada peningkatan," kata Hendra.

Pihaknya juga menuturkan bahwa kenaikan retribusi tersebut diberlakukan tidak hanya untuk kepentingan pemerintah, melainkan untuk kepentingan masyarakat umum.

"Jadi tidak semata-mata kami naikkan retribusi ini untuk kepentingan pemerintah saja, tapi nanti akan kembali juga ke masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.[]

Berita terkait
Harga Rokok Mulai Naik, Tertinggi di Sibolga
Pemerintah mencatat terjadinya kenaikan harga rokok di sejumlah wilayah, dengan nilai tertinggi di Sibolga.
3 Jenazah ABK Sibolga Tiba Disambut Isak Tangis
Tiga jenazah anak buah kapal (ABK) kapal motor (KM) Restu Bundo tiba di Mako Lanal Sibolga pada pukul 14.00 WIB, Minggu 24 November 2019.
Lanal Sibolga Terjunkan Dua Tim Mencari 4 ABK Hilang
Lanal Sibolga berangkatkan 10 anggota kapal dan dua tim medis mencari 4 ABK KM Restu Bundo.
0
Polisi Magelang Ringkus Penyebar Hoaks Pencurian
Informasi yang diunggah di Facebook hoaks, pria di Magelang berurusan dengan polisi.