Rencana Penerapan Pajak Kendaraan Listrik AS

Toyota dan Honda menentang rencana proposal Demokrat di DPR AS untuk menerapkan pajak kendaraan listrik AS
Logo Toyota terlihat pada sebuah mobil di Sao Paulo, Brasil, 2 Juni 2017 (Foto: voaindonesia.com/Reuters)

Jakarta – Toyota Motor Corp. dan Honda Motor Co., Sabtu, 11 September 2021, mengkritik proposal Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) untuk memberi insentif pajak tambahan sebesar 4.500 dolar AS (setara dengan Rp 63.913.500) pada kendaraan listrik yang dirakit serikat pekerja di AS.

Toyota mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa rencana yang diumumkan pada Jumat, 10 September 2021, malam tersebut mendiskriminasi "pekerja otomotif Amerika yang memilih untuk tidak berserikat."

RUU yang merupakan bagian dari RUU belanja negara sebesar 3,5 triliun dolar AS yang diusulkan, akan menguntungkan tiga produsen besar mobil di Detroit. Mereka memiliki pabrik mobil yang diwakili serikat pekerja

Dalam sebuah pernyataan, Honda menyebut RUU itu "tidak adil" dan mengatakan "mendiskriminasikan kendaraan listrik yang dibuat oleh pekerja keras Amerika hanya berdasarkan apakah mereka tergabung dalam serikat pekerja ..... Rekan produksi Honda di Alabama, Indiana dan Ohio yang akan membangun kendaraan listrik kami layak mendapatkan perlakuan yang adil dan setara oleh Kongres."

Stok mobil listrik globalStok mobil listrik global mencapai 10 juta unit pada tahun 2020, 41% lebih tinggi dari tahun 2019 (Foto: dw.com/id)

Proposal tersebut, diperkirakan menelan biaya 33 miliar dolar AS hingga 34 miliar dolar AS selama 10 tahun, akan meningkatkan kredit pajak maksimum hingga 12.500 dolar AS untuk kendaraan listrik, naik dari 7.500 dolar AS saat ini. Angka 12.500 dolar AS termasuk kredit 500 dolar AS untuk menggunakan baterai yang diproduksi di AS.

Proposal tersebut adalah bagian penting dari tujuan Presiden Demokrat Joe Biden untuk memastikan kendaraan listrik setidaknya terdiri dari 50% dari penjualan kendaraan AS pada 2030 dan meningkatkan pekerjaan serikat pekerja Amerika.

Namun RUU itu mencabut kebijakan yang mengatur bahwa produsen tak lagi berhak dapat kredit pajak apabila mereka telah menjual 200.000 kendaraan listrik. Ini artinya General Motors (GM) Co. dan Tesla Inc. dapat memenuhi syarat lagi. Hal itu juga akan menciptakan kredit baru yang lebih kecil untuk kendaraan listrik bekas hingga 2.500 dolar AS.

Perakitan mobil listrik di pabrik VWPerakitan mobil listrik di pabrik VW, Jerman (Foto: dw.com/id)

GM, Ford Motor Co. dan Stellantis NV, induk Chrysler, merakit kendaraan buatan AS mereka di pabrik yang diwakili oleh serikat pekerja United Auto Workers (UAW).

Sebaliknya, pembuat mobil asing yang beroperasi di AS serta Tesla tidak memiliki serikat pekerja yang mewakili pekerja perakitan. Banyak dari menentang upaya UAW untuk menjalankan pabrik AS (ah/vm)/Reuters/voaindonesia.com. []

Mobil Listrik Gaya Inovatif Pemilih Muda Amerika Serikat

China Keberatan Ada Pembicaraan Dagang Amerika dan Taiwan

Mobil Listrik Mulai Diminati Tahun 2021

Pemulihan Ekonomi Amerika Dibahas Biden dan Pemimpin Bisnis

Berita terkait
Kontroversi Keinginan Jokowi RI Jadi Raja Mobil Listrik
Harapan Presiden Jokowi terkait RI jadi Raja Mobil Listrik dan baterai, dianggap omong kosong oleh netizen.
0
Ketua DPR AS Prihatin Atas Dugaan Penyiksaan di Arab Saudi
Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, mengatakan "sangat prihatin" atas dugaan penyiksaan terhadap seorang pekerja di bidang kemanusiaan asal Arab Saudi